Prosedur Penanganan Bukti Digital

Forensik atau digital forensik adalah salah satu ilmu yang sering digunakan untuk berbagai keperluan pembuktian hukum, yang didalam hal ini adalah kejahatan berteknologi tinggi atau computer crime secara ilmiah hingga bisa mendapatkan buktik-bukti yang dapat digunakan untuk pembuktian.

Keberadaan barang bukti sangatlah penting dalam melakukan investigasi kasus-kasus cybercrime maupun computer releated crime karena dengan barang bukti ini investigator dapat menganalisa dan dapat mengungkap kasus-kasus tersebut, dengan kronologis secara lengkap untuk kemudian digunakan sebagai petunjuk untuk melakukan investigasi. Hal yang sangat mendasar untuk dipahami oleh seorang ahli digital forensik adalah memahami penanganan barang bukti elektronik di tempat kejadian perkara dengan benar. Hal ini memegang peranan yang sangat penting dan krusial, dikarenakan bersifat volatility (mudah berubah, hilang, atau rusak) dari barang bukti digital oleh karena itu harus dijaga keasliannya, sehingga tidak ada manipulasi bentuk, isi, dan kualitas data digital tersebut. Continue reading

Apa Itu Bukti Digital ? (Digital Evidence)

Menurut (Marshall, 2008) bukti digital atau komputer forensik tidak seperti ilmu forensik lainnya, kerena sifatnya di tentukan oleh manusia, yaitu dengan mencari bukti yang disimpan oleh fisik atau biologis, yang cenderung berkembang dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Melihat dari sifat perangkat digital dapat bedakan sebagai berikut :
  1. Closed System: yaitu tidak terhubung dengan lingkungan luar.
  2. Open System : yaitu berhubungan dengan lingkungan luar.
  3. Perubahan kompleksitas permasalahan yitu dapat diakibatkan oleh koneksi internet dan lingkungan
  4. Lokasi dilakukannya serangan lokasi asal yang dapat di sembunyikan oleh tunneling, terjadi pada kejadian yang melibatkan internet, dan sangat bergantung pada hukum masing-masing negara.

Continue reading

Penanganan Barang Bukti Hingga Presentasi Data Forensic

Para ahli atau pakar dalam bidang forensik, khususnya forensika digital mempunyai standar dalam proses penanganan barang bukti. Hal tersebut digunakan supaya dalam proses penyidikan, data-data yang didapatkan berasal dari sumber asli, sehingga tidak ada manipulasi bentuk, isi, dan kualitas data digital. Proses penanganan barang bukti hingga presentasi data dalam digital forensik diantaranya:

Preserving (Memelihara dan mengamankan data). Merupakan serangkaian aktifitas yang dilakukan oleh penyidik yang sudah ahli, untuk menjamin agar data-data yang dikumpulkan tidak berubah

Collecting (Mengumpulkan data). Merupakan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan data-data sebanyak mungkin untuk mendukung proses penyidikan dalam rangka pencarian barang bukti. Continue reading

Presentasi Data Forensic

Penanganan bukti forensik ada beberapa psosedure atau prisip dasar standar yang harus dipahami oleh seorang ahli digital forensik. Prosedure ini berdasarkan guidelines yang banyak digunakan oleh para profesional digital forensic karena lebih diterima dan aplikatif. Namun yang paling banyak menjadi acuan yaitu menurut Association of Chief Police Officers (ACPO) yang merupakan asosiasi para pemimpin kepolisian di Inggris. Menurut ACPO disebutkan beberapa prosedure standar diantaranya: Authorization / approval (izin persetujuan), Preparation (Persiapan) , Securing and Evaluating the Scene (mengamankan dan mengevaluasi tempat kejadian), Documenting the Scene (Mendokumentasikan tempat kejadian), Evidence Collection (Mengumpulkan Barang Bukti), Packaging, Transportation and Storage, Initial Inspection (Pemeriksaan awal), Forensic Imaging and Copying , Forensic Examination and Analysis, Presentation and Report. Continue reading

Introduction of Digital Evidence

Bukti kejahatan adalah atribut atau identitas apa saja yang terekam dan tertukar dalam sebuah proses kejahatan.Tindakan kejahatan tradisional umumnya meninggalkan bukti kejahatan berupa bukti-bukti fisikal, karena proses dan hasil kejahatan ini biasanya juga berhubungan dengan benda berwujud nyata.

Dalam dunia komputer dan internet, tindakan kejahatan juga akan melalui proses yang sama. Proses kejahatan yang dilakukan tersangka terhadap korbannya juga akan mengandalkan bantuan aspek pendukung dan juga akan saling melakukan pertukaran atribut. Namun dalam kasus ini aspek pendukung, media, dan atribut khas para pelakunya adalah semua yang berhubungan dengan sistem komputerisasi dan komunikasi digital. Atribut-atribut khas serta identitas dalam sebuah proses kejahatan dalam dunia komputer dan internet inilah yang disebut dengan bukti-bukti digital.

Bukti digital didefinisikan sebagai fisik atau informasi elektronik (seperti tertulis atau dokumentasi elektronik, komputer file log, data, laporan, fisik hardware, software, disk gambar, dan sebagainya) yang dikumpulkan selama investigasi komputer dilakukan. Bukti mencakup, namun tidak terbatas pada, komputer file (seperti file log atau dihasilkan laporan) dan file yang dihasilkan manusia (seperti spreadsheet, dokumen, atau pesan email). Continue reading