Tugas Interaksi Manusia dan Komputer (Jumat 8 Januari 2016)

Dikarenakan ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan, maka untuk matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer tanggal 8 Januari 2016 diganti dengan kuliah online. Adapun tatacaranya adalah :

  1. Bacalah BAB VIII EVALUASI. Jika belum memilikimsilahkan download disini Modul IMK
  2. Setelah Anda memahami BAB tersebut, ulaslah pertanyaan dan diskusi dibawah ini dengan memberikan komentar di kolom komentar
  3. Komentar yang sudah Anda kirim tidak akan langsung muncul, karena harus melewati proses moderasi
  4. Absensi masuk diambil dari proses pengerjaan diskusi Anda
  5. Paling lambat hari Minggu 10 Januari Jam 23:59WIB

Diskusi :

  1. Menurut Anda, apakah perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain ? (atau evaluasi sebelum membuat interface dan setelah interface jadi)
  2. Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi (contohnya : evaluasi pada antivirus, aplikasi-aplikasi android,dll)
  3. Carilah gambar diagram Waterfall Model dalam Interaksi Manusia dan Komputer, amati dan pahami, serta berikanlah contoh sederhana proses evaluasi dengan konsep Waterfall Model

Terimakasih

Advertisements

32 comments on “Tugas Interaksi Manusia dan Komputer (Jumat 8 Januari 2016)

  1. 1. Menurut pendapat saya, Evaluasi sebelum desain yaitu evaluasi yang dilakukan selama desain untuk memastikan apakan sesuai yang di inginkan apa belum, yang di sebut dengan teknik evaluasi Evaluative.
    sedangkan Evaluasi setelah desain jadi yaitu evaluasi yang dilakukan untuk menguji kesuksesan suatu produk/ desain yang sudah selesai dan ditentukan sebelumnya.

    3. Waterfall model yaitu model pengembangan perangkat lunak yang melakukan pendekatan secara sistematik dan skuensial. Proses yang dilakukan model ini secara terurut bardasar panduan mulai dari komunikasi kepada client sampai aktifitas pengorderan setelah masalah dipahami secara lengkap dan berjalan sampai selesai.
    contoh kasus : Pada suatu Perpustakaan petugas bagian administrasi mengalami kesulitan dalam mengolah data perpustakaan yang mengakomodasi peminjaman, buku, pengembalian dan pembuatan laporan yang membutuhkan banyak waktu. Untuk meringankan petugas maka dibuatlah sistem informasi perpustakaan berbasis komputer dengan menggunakan metode waterfall.

    Like

  2. 1. a) Kriteria Proses (evaluasi proses) : menilai jalannya pelaksanaan proses sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan klien. Evaluasi proses harus dilaksanakan segera setelah perencanaan dilaksanakan untuk membantu keefektifan terhadap tindakan.
    b) Kriteria keberhasilan (evaluasi hasil) : menilai hasil yang diperlihatkan dengan perubahan tingkah laku klien. Evaluasi ini dilaksanakan pada akhir tindakan secara paripurna.

    2.LANGKAH-LANGKAH EVALUASI :
    a. Menentukan kriteria, standar dan pertanyaan evaluasi
    b. Mengumpulkan data baru tentang klien
    c.Menafsirkan data baru
    d.Membandingkan data baru dengan standar yang berlaku
    e.Merangkum hasil dan membuat kesimpulan

    3.. The waterfall model
    Disebut waterfall (berarti air terjun) karena memang diagram tahapan prosesnya mirip dengan air terjun yang bertingkat.

    Tahapan :

    1.Tahap Investigasi dilakukan untuk menentukan apakah terjadi suatu masalah atau adakah peluang suatu sistem informasi dikembangkan.Pada tahapan ini studi kelayakan perlu dilakukan untuk menentukan apakah sistem informasi yang akan dikembangkan merupakan solusi yang layak
    2. Tahap analisis bertujuan untuk mencari kebutuhan pengguna dan organisasi serta menganalisa kondisi yang ada.
    3. Tahap disain bertujuan menentukan spesifikasi detil dari komponen-komponen sistem informasi dan merancang produk-produk informasi yang sesuai dengan hasil tahap analisis.
    4. Tahap implementasi merupakan tahapan untuk mendapatkan atau mengembangkan hardware dan software (pengkodean program).
    5. Tahapan perawatan (maintenance) dilakukan ketika sistem informasi sudah dioperasikan. Pada tahapan ini dilakukan monitoring proses, evaluasi dan perubahan (perbaikan) bila diperlukan.

    Like

  3. Nama : Fabianus Ardian U
    NIM : 12.5.00038
    Kelas : TI-S1(C)
    TUGAS INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

    1. Evaluasi sebelum desain interface jadi , evaluasi yang dilakukan oleh tim evaluasi dan desain dari tahapan awal sampai akhir pembuatan desain interface.
    Evaluasi sesudah desain interface jadi , dalam pembuatan desain interface seorang desainer dapat membuat kesalahan tanpa sadar , sehingga sesudah desain interface selesai pengguna setelah melihat atau menggunakan produk dengan desain interface yang ada dapat melakukan evaluasi ,jadi evaluasi sesudah desain interface jadi untuk jadi lebih baik dapat dilakukan oleh semua pengguna.
    2. Evaluasi dalam aplikasi Whatsapp atau yang sering disebut WA untuk pengguna smartphone berbasis android, versi lama dari WA sendiri hanya bisa untuk chatting-an via online tetapi beberapa versi setelahnya WA dapat melakukan panggilan menggunakan secara online, dan pesan WA yang dulu hanya bisa dilihat bahwa pesan terkirim untuk versi barunya WA dapat dilihat bahwa pesan sudah di baca oleh penerimanya dan banyak fitur baru lainnya dari WA setelah evaluasi dari tim evaluasi dan pengguna WA.
    3. Proses evaluasi dengan metode waterfall
    a. Melakukan Analisis dan definisi persyaratan , Pelayanan, batasan dan tujuan sistem ditentukan melalui masukan atau ide dari user, berupa kebutuhan user , kebutuhan sistem dan spesifikasi kebutuhan software.
    b. Melakukan evaluasi perancangan sistem dan perangkat lunak, untuk menentukan arsitektur sistem secara kesulurahan.
    c. Melakukan evaluasi implementasi dan pengujian unit, untuk perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program.
    d. Melakukan evaluasi integrasi dan pengujian siste, unit program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah terpenuhi.
    e. Melakukan evaluasi operasi dan pemeliharaan, merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstal dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.

    Like

  4. Nama : Aditya Prasaja
    NIM : 12.5.00110
    Prodi : TI – S1 C

    1. Menurut Anda, apakah perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain ? (atau evaluasi sebelum membuat interface dan setelah interface jadi)
    Evaluasi sebelum desain atau interface jadi : pengguna secara interaktif dilibatkan dalam perancangan desain, baik dalam proses perancangan system maupun interface. Serta bagaimana hasil tersebut mempengaruhi pekerjaan para pengguna program tersebut.
    Perancangan desain interface juga harus memperhatikan beberapa komponen diantaranya :
    1. Metaphor
    Penggunaan prensentasi dan unsur visual untuk beberapa item yang relevan.
    2. Kejelasan
    Tiap elemen pada interface ( tampilan ) harus mempunyai tujuan yang jelas.
    3. Konsistensi pada layout, gambar, warna, ikon, text didalam screen, antar screen dan lain-lain.
    4. Alignment
    penggunaan model seperti :
    – dimulai dari kiri atas
    – grid : garis vertical dan horizontal untuk membantu tata letak window
    – left, center atau right
    5. Pendekatan ( proximity )
    Item dikelompokan berdasarkan hal-hal yang berkaitan
    6. Kontras
    Digunakan untuk membedakan kontrol aktif atau tidak dan mengatur item paling penting dengan highlight ( menyorotnya ).
    7. Tipografi
    8. Warna
    9. Ikon
    Evaluasi sesudah desain atau interface jadi : melakukan koreksi terhadap hasil pengunaan aplikasi dari pengguna, ditunjau dari apakah informasi sampai ke pihak pengguna, apakah ada timbal balik antara pengguna dengan aplikasi sehingga program tersebut membantu pengguna, apakah bahasa yang digunakan dalam aplikasi tersebut mudah untuk dipahami.
    2. Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi (contohnya : evaluasi pada antivirus, aplikasi-aplikasi android,dll) !
    Proses evalusi tentang antivirus Smadav :
    – Dalam hal bagaimana system antivirus tersebut bekerja ( berfungsi ), smadav memiliki kemampuan yang cukup efektif untuk membasmi virus lokal terutama virus yang menyerang pengguna computer di Indonesia, smadav juga bisa digabungkan dengan antivirus yang lain semisal : avira,AVG bahkan Kaspersky.
    – Dilihat dari timbal balik ataupun efek interface terhadap pengguna, smadav memiliki tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna serta mampu memberikan kemudahan meskipun bagi pengguna pemula.
    – Dalam hal mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system, ketika user menggunakan konteks yang diinginkan maka hasilnya sesuai.
    – Antivirus smadav tidak mampu atau tidak maksimal dalam menangani virus dari luar cuma bisa spesialis di virus lokal.

    3. Carilah gambar diagram Waterfall Model dalam Interaksi Manusia dan Komputer, amati dan pahami, serta berikanlah contoh sederhana proses evaluasi dengan konsep Waterfall Model.

    Definisi virus –> desain system dan software antivirus –> implementasi dan testing anti virus –> integrasi dan testing system –> operasi dan maintenance

    Like

  5. Nama : Arifin Bagas Prihatomo
    Kelas : TI-S1 (C)
    NIM : 12.5.00017

    TUGAS INTERAKSI MANUSIA & KOMPUTER
    1. Evaluasi sebelum desain interface, biasanya yang dilakukan adalah mengevaluasi desain dari rancangan awal sampai akhir pembuatan desain.
    Evaluasi sesudah desain interface, seorang desainer suatu saat dapat membuat sebuah kesalahan tanpa sadar. Maka dari itu evaluasi sesudah desain sangat diperlukan. Biasanya desainer melihat terlebih dahulu efek interface bagi pengguna. Kemudahaan untuk mempelajari system, usability dan perilaku user. Kemudian, mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system, missalnya, ketika menggunakan konteks yang di inginkan tapi hasilnya tidak sesuai atau tejadi kekacauan diatara user. Ini tentunya sangat berhubungan dengan usability dan fungsionalitas dari system.
    2. Evaluasi dalam aplikasi BlackBerry Messenger atau biasa kita kenal BBM for Android. Pada versi lama, BBM tidak memiliki fitur yang sangat apik. Seperti halnya yang kita ketahui, BBM versi lama hanya bisa melakukan chatting dan update status saja. Dan sekarang, versi BBM tebaru mengeluarkan fitur-fitur yang bisa dibilang cukup bagus. Beberapa fitur tersebut yaitu “Retract Message” yang memiliki fungsi untuk menghapus dan membatalkan pesan yang sudah terlanjur terkirim ke chat dengan teman kita. Kemudian ada fitur “Glympse” yang memilik fungsi mengijinkan teman kita untuk melihat secara langsung posisi terbaru kita di maps. Dan fitur yang terakhir yaitu “free voice calling”. Fitur ini digunakan untuk melakukan panggilan ke teman di BBM.
    3. Evaluasi metode waterfall:
    a. Melakukan evaluasi perancangan system dan perangkat lunak untuk menentukan arsitektur system secara keseluruhan
    b. Melakukan analisis dan definisi persyaratan, pelayanan, batasan dan tujuan system yang sitentukan melalui masukan atau ide dari user yang berupa kebutuhan user, system dan spesifikasi kebutuhan software.
    c. Melakukan evaluasi implementasi dan pengujian unit untuk perancangan perangkat lunak dapat direalisasikan sebagai serangkaian program.
    d. Melakukan evaluasi integrase dan pengujian system, unit program di uji sebagi system yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan system telah terpenuhi.
    e. Melakukan evaluasi operasi dan pemeliharaan, merupakan fase yang sangat lama. Sebuah system di install dan kemudian dipakai. Perbaikan mencakuk koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit system dan pelayanan system.

    Like

  6. Caisyah Putri Utami – 12.5.00130 / D
    1. evaluasi sebelum desain yaitu sesorang dapat melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh user sehingga merasa mempunyai kecocokan dengan apa yang telah dibuatnya.
    evaluasi sesudah desain yaitu seorang dapat menganalisa tentang apa yang sudah dilakukan, apakah sudah benar atau sesuai dengan keinginan atau bahkan sama sekali beda dengan apa yang diharapkan. sehingga user dapat memperbaiki apa yang telah terjadi.

    2. contoh : evaluasi pada antivirus
    Pertama tahun 2012, seperti yang diperkirakan sebelumnya, serangan malware meningkat pada dua platform Facebook dan Android. Kalau malware di Android memang merupakan virus yang paling pesat perkembangannya dimana variasi dan modifikasinya dapat dikatakan tidak terbatas.
    Jika diamati secara seksama, sebenarnya media untuk menyebarkan malware di Facebook dapat dikatakan sangat terbatas, yaitu posting di Wall dan Facebook Chat. Bandingkan dengan media penyebaran di Android atau Microsoft Windows yang sangat luas dan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti disebarkan melalui jaringan internet dan intranet, folder sharing, email, website, celah keamanan aplikasi, USB Flash, printer atau malahan DNS server sendiri seperti yang dilakukan oleh Trojan DNSchanger. Kalau Facebook, metode penyebarannya hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari media penyebaran di Windows yaitu Website dan itupun lebih sempit lagi hanya terbatas pada Wall dan Facebook Chat saja. Tetapi namanya juga populasi akun yang jumlahnya lebih dari 800 juta ini sangat menggoda “iman” pembuat malware manapun untuk mengeksploitasinya. Terkadang cukup mengejutkan melihat kreativitas pembuat malware Facebook dimana malware yang muncul turut memanfaatkan beberapa faktor lain di luar Facebook seperti link shortener dan eksploitasi celah keamanan pada Extensions pada Google Chrome dan Firefox.Jika diamati secara seksama, sebenarnya media untuk menyebarkan malware di Facebook dapat dikatakan sangat terbatas, yaitu posting di Wall dan Facebook Chat. Bandingkan dengan media penyebaran di Android atau Microsoft Windows yang sangat luas dan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti disebarkan melalui jaringan internet dan intranet, folder sharing, email, website, celah keamanan aplikasi, USB Flash, printer atau malahan DNS server sendiri seperti yang dilakukan oleh Trojan DNSchanger. Kalau Facebook, metode penyebarannya hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari media penyebaran di Windows yaitu Website dan itupun lebih sempit lagi hanya terbatas pada Wall dan Facebook Chat saja. Tetapi namanya juga populasi akun yang jumlahnya lebih dari 800 juta ini sangat menggoda “iman” pembuat malware manapun untuk mengeksploitasinya. Terkadang cukup mengejutkan melihat kreativitas pembuat malware Facebook dimana malware yang muncul turut memanfaatkan beberapa faktor lain di luar Facebook seperti link shortener dan eksploitasi celah keamanan pada Extensions pada Google Chrome dan Firefox.yang mengelabui korbannya seakan-akan HDDnya mengalami kerusakan sistem dan fisik, baik HDD, RAM maupun registri “di klaim” rusak, padahal program antivirus palsu tersebut yang melakukan bloking atas komputer korbannya. Tujuannya adalah supaya korbannya takut dan membeli program antivirus palsu yang sudah disediakan linknya oleh antivirus palsu tersebut. Malware lain yang perlu menjadi perhatian dan cukup banyak menyebar adalah Redirector. Redirector adalah contoh klasik virus komputer lama yang bermetamorfosis menyesuaikan diri dengan kondisi hari ini sehingga memiliki kemampuan survival yang tinggi. Hebatnya, Redirector yang menyebarkan dirinya melalui email dapat menyebar dengan bebas dan lolos dari deteksi virus Gmail yang dikenal cukup konservatif dalam membatasi faktor-faktor penyebar virus yang menumpang email seperti memblok lampiran terkompres (.zip) atau lampiran terkompres yang di password. Redirector memanfaatkan lampiran .htm dan menyelipkan skrip jahat dalam kode htm tersebut yang dalam prakteknya akan mengeksploitasi 4 celah keamanan Adobe Acrobat.

    3. Misalkan ingin membuat sebuah software tentang pendaftaran online masuk perguruan tinggi.
    Pertama tentunya membuat sebuah perencanaan yang matang sehingga progam yang nantinya akan dibuat dapat terwujud. Yang kedua yaitu menganalisa apakah progam tersebut berguna atau tidak dan mempersiapkan berbagai alat dan bahan untuk pembuatannya. Ketiga proses perancangan atau pembuatan progam. Yang keempat penerapan terhadap kehidupan nyata sehingga dapat bermanfaat dan meringankan pekerjaan. Langkah terakhir yaitu pemeliharaan, maksudnya dari progam ini sebaiknya bisa lebih dikembangkan atau diadaptasikan secara nyata.

    Like

  7. Nama : Aditya anwar ibrahim
    NIM : 12.5.00109
    Prodi : TI – S1 C

    1. Menurut Anda, apakah perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain ? (atau evaluasi sebelum membuat interface dan setelah interface jadi)
    Evaluasi adalah sebuah proses yang secara sistematis mengumpulkan data yang menginformasikan kepada kita tentang pendapat seseorang atau sekelompok user mengenai pengalamannnya menggunakan sebuah produk untuk sebuah tugas tertentu dalam sebuah lingkungan tertentu Evaluasi sebelum desain atau interface jadi : pengguna secara interaktif dilibatkan dalam perancangan desain, baik dalam proses perancangan system maupun interface. Serta bagaimana hasil tersebut mempengaruhi pekerjaan para pengguna program tersebut.
    Hal yang perlu di perhatikan dalam perancangan interface :
    • Unsur visual yang relevan
    • Setiap hal yang di tampilkan harus jelas menuju pada apa yang di maksut
    • Memiliki tampilan yang konsisten
    • Alignment
    penggunaan model seperti :
    – dimulai dari kiri atas
    – grid : garis vertical dan horizontal untuk membantu tata letak window
    – left, center atau right
    • Kontras
    • Tipografi
    • Warna
    • Ikon
    Evaluasi sesudah desain atau interface jadi melakukan koreksi terhadap hasil pengunaan aplikasi dari pengguna, ditunjau dari apakah informasi sampai ke pihak pengguna, apakah ada timbal balik antara pengguna dengan aplikasi sehingga program tersebut membantu pengguna, apakah bahasa yang digunakan dalam aplikasi tersebut mudah untuk dipahami.

    2. Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi (contohnya : evaluasi pada antivirus, aplikasi-aplikasi android,dll) !
    Proses evalusi tentang antivirus Smadav :
    – Dalam hal bagaimana system antivirus tersebut bekerja ( berfungsi ), smadav memiliki kemampuan yang cukup efektif untuk membasmi virus lokal terutama virus yang menyerang pengguna computer di Indonesia, smadav juga bisa digabungkan dengan antivirus yang lain semisal : avira,AVG bahkan Kaspersky.
    – Dilihat dari tampilan, smadav memiliki tampilan yang simple dan mudah untuk di mengerti bahkan untuk orang yang tidak terlalu mahir mengoperasikan computer,
    – Dalam hal mengidentifikasi masalah yang kmplek smadav menampilkan hasil yang cukup memuaskan untuk sebauh aplikasi kelas lokal
    – Antivirus smadav tidak memiliki cukup kekuatan untuk membasmi virus yang bersal dari luar, hanya virus local saja.

    3. Carilah gambar diagram Waterfall Model dalam Interaksi Manusia dan Komputer, amati dan pahami, serta berikanlah contoh sederhana proses evaluasi dengan konsep Waterfall Model.

    Like

  8. 1. Perbedaan Evaluasi Sebelum dan Sesudah Desain
    * Setelah dievaluasi
    – Fungsi sistem menjadi lebih optimal, desain sistem juga memungkinkan user melakukan tugas lebih mudah.
    – Kemudahan mempelajari sistem usability dan perilaku user. sedangkan
    * Sebelum dievalusi
    – Fungsi belum sepenuhnya optimal
    – Pengguna / user masih sulit menggunakan interface, ( sulit mempelajari karena masih rumit )
    2. Contoh Kasus Proses Evaluasi Perancangan Icon
    Dimisalkan kita akan membuat paket pengolahan kata baru yang menggunakan icon untuk presentasinya.
    Ada 2 jenis perancangan icon akan digunakan yang paling mudah bagi user. Jenis pertama menggunakan gambar natural (berdasarkan metapora dari dokumen kertas), jenis yang lain menggunakan gambar abstrak.Yang pertama harus dilakukan adalah membentuk hipotesis : tampilan yang seperti apa yang diinginkan? Pada kasus ini kebanyakan user akan mengambil gambar natural sebagai icon yang lebih mudah dalam pemanggilan, karena lebih familiar bagi user. Hipotesis ini mengidentifikasikan variabel independent untuk eksperimen, natural dan abstrak. Pada pertimbangan variabel dependent, pengukuran ”lebih mudah” dilihat dari jumlah kesalahan dalam memilih dan waktu yang digunakan untuk memilih sebuah icon. Kontrol ekperimen dilakukan dengan membuat interface yang identik dengan perancangan icon dan tugas pemilihan dibuat yang dapat diulang untuk setiap kondisi. Kemudian metode eksperimen dilakukan dengan menggunakan kelompok user yang dimaksud. Mengingat pembelajaran terlibat dalam eksperimen ini, maka perancangan within-groups digunakan dimana setiap user menggunakan kedua set icon tersebut. Kemudian hasil eksperimen secara detail dianalisis.
    3. Contoh Proses Evaluasi Dengan Metode Waterfall pada Software antivirus
    – Requirement Analysis, mengumpulkan seluruh kebutuhan software yang akan dibuat, biasanya diperoleh melalui wawancara, survei atau diskusi.
    – System Design, Melakukan coding, gambaran tampilan software antivirus
    – Implementation, pembuatan software antivirus
    – Operation & Maintance, perbaikan implementasi sistem pada software antivirus

    Nama : Era Trisna Watin
    NIM : 12.5.00135
    Kelas : D

    Like

  9. NAMA :Roddy Yoto Sumaryo /12.5.00080-TI-S1-C
    1.
    *Evaluasi sebelum desain interface jadi : pengguna secara interaktif dilibatkan dalam perancangan desain, baik dalam proses perancangan system maupun interface. Serta bagaimana hasil tersebut mempengaruhi pekerjaan para pengguna program tersebut.
    Perancangan desain interface juga harus memperhatikan beberapa komponen diantaranya :
    metaphor ,alignment ,pendekatan,kontras,tipografi,warna,ikon,
    *Evaluasi sesudah desain interface jadi : melakukan koreksi terhadap hasil pengunaan aplikasi dari pengguna, ditinjau dari apakah informasi sampai ke pihak pengguna, apakah ada timbal balik antara pengguna dengan aplikasi sehingga program tersebut membantu pengguna, apakah bahasa yang digunakan dalam aplikasi tersebut mudah untuk dipahami.
    2.
    Proses evaluasi antivirus Avira :
    -System antivirus tersebut berfungsi, Avira memiliki kemampuan yang cukup efektif untuk membasmi virus terutama virus yang berbahaya seperti virus2 berbahaya dari luar maupun dalam negri
    -Dari timbal balik ataupun efek interface terhadap pengguna, smadav memiliki tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna.
    -Dalam hal mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system, ketika user menggunakan konteks yang diinginkan maka hasilnya sesuai.
    -Antivirus Avira tidak maksimal dalam menangani virus dari dalam negri
    3.
    Diagram Waterfall
    Definisi virus ->
    ——-^—–Desain sistem software antivirus
    ——-^—————-Implementasi & testing antivirus ->
    ——-^———————————-Integrasi & testing sistem->Operasi dan maintenance
    ——-^<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< Operasi dan maintenance

    Like

  10. 1. evaluasi sebelum desain bertujuan untuk menentukan desain yang paling sesuai pada sistem dan memudahkan penggunanya dalam menggunakannya, sedangkan evaluasi sesudah desain bertujuan untuk memastikan apakah desain/interface yang dibuat sudah sesuai dengan yang di inginkan oleh penggunanya.

    2. evaluasi pada sebuah program antivirus misalnya pada bagian :
    – user interface/tampilan program, apakah tampilan dari program antivirus tersebut dapat dengan mudah dipahami dan dioperasikan oleh pengguna.
    – kehandalan dan efektivitas antivirus, apakah program antivirus dapat melindungi sistem dalam menangani berbagai macam gangguan keamanan, dan tidak terlalu membebani dari kinerja sistem itu sendiri.
    – dukungan untuk antivirus, seperti layanan untuk update antivirus apakah dapat dengan mudah di akses/di unduh oleh pengguna

    3. Waterfall Model adalah model evaluasi dari pengembangan program yang dilakukan secara bertahap/berurutan
    1. analisa hal apa saja yang akan dibutuhkan oleh program agar dapat dijalankan.
    2. buat rancangan program sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
    3. implementasikan program yang sudah direncanakan.
    4. lakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat.
    5. mengumpulkan pendapat dari pengguna terhadap program yang telah dibuat, apakah sudah sesuai dengan tujuan dan keinginan pengguna.

    Like

  11. Nama : Bardan Raka Sena
    NIM : 12.5.00125
    Kelas : D

    1. Menurut Anda, apakah perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain ? (atau evaluasi sebelum membuat interface dan setelah interface jadi)

    Setelah di evaluasi :
    – User dapat menggunakan sistem secara lebih efektif
    – User menjadi lebih mudah dalam mengoperasikan sistem
    – sistem menjadi lebih fungsional
    Sebelum di evaluasi :
    – kurang usability
    – semua fungsinya kurang optimal

    2. Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi (contohnya : evaluasi pada antivirus, aplikasi-aplikasi android,dll)

    contoh kasus dalam interface di suatu aplikasi android terdapat ikon yang masih asing bagi user sehingga rawan terjadi kesalahan,, maka dari itu di lakukan evaluasi dengan metode Heuristic Evaluation sehingga dapat memberikan feedback kepada user menggunakan dialog untuk menghindari kesalahan

    3. Carilah gambar diagram Waterfall Model dalam Interaksi Manusia dan Komputer, amati dan pahami, serta berikanlah contoh sederhana proses evaluasi dengan konsep Waterfall Model

    – evaluasi requirements apakah syarat menjalankan sistem dapat di jangkau semua user
    – evaluasi sistem and software design apakah user akan mudah dalam mengakses sistem atau lebih sulit
    – evaluasi implementation and unit testing apakah fitur dalam sistem sudah efektif untuk digunakan oleh user
    – evaluasi integration and system testing apakah sistem sudah dapat digunakan seutuhnya atau belum
    – evaluasi operation and maintenance apakah ada error pada sistem setelah di install

    Like

  12. Nama : Irfan Yudha Kusuma
    NIM : 12.5.00151

    1. Menurut Anda, apakah perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain ? (atau evaluasi sebelum membuat interface dan setelah interface jadi)

    Menurut saya perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain yaitu, di evaluasi sebelum desain di lakukan berbagai macam metode untuk merancang desain sesuai penguna sedangkan sesudah eavaluasi dilakukan untuk menguji kesuksesan desain.

    2. Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi (contohnya : evaluasi pada antivirus, aplikasi-aplikasi android,dll)

    Evaluasi aplikasi instagram
    Sejak pertama kali dirilis pada Oktober 2010, aplikasi ini telah mendapatkan sambutan yang begitu luas dari para pengguna iOS dan android. Instagram tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi salah satu aplikasi photo-editing dan photo sharing terpopuler saat ini. Untuk evaluasi instagram terletak pada pengupload an vidio karena dari instagram hanya memberi waktu vidio 15 detik saja, seharusnya waktu bisa ditambah lagi agar penguna bisa lebih eksis di instagram

    3. Carilah gambar diagram Waterfall Model dalam Interaksi Manusia dan Komputer, amati dan pahami, serta berikanlah contoh sederhana proses evaluasi dengan konsep Waterfall Model

    Pembuatan sistem informasi desa Ngesrep
     Tahap Investigasi
    Di desa Ngesrep belum ada sistem informasi berbasis web/blog
     Tahap analisis
    sistem informasi di desa Ngesrep sangatlah penting karena bisa memperkenalkan desa ke seluruh dunia dan warga yang merantau bisa melihat perkembangan desa
     Tahap desain
    Membuat rancangan sistem informasi desa Ngesrep
     Tahap implementasi
    Membuat web/blog desa Ngesrep
     Tahapan perawatan (maintenance)
    monitoring proses, evaluasi dan perubahan (perbaikan) bila diperlukan

    Like

  13. Nama: Fariz Kurniawan
    NIM: 12.5.00042
    Kelas: TI-S1(c)

    1. Perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain adalah :
    Evaluasi sebelum desain adalah dilakukan sebelum implementasi dimulai,karna jika perancangan dievaluasi terlebih dahulu kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/diperbaiki sebelumnya.
    Sedangkan Evaluasi sesudah desain adalah dilakukan setelah rancangan aplikasi tersebut sudah selesai. Memeriksa kembali rancangan tersebut,adakah terjadi error ataupun trouble terhadap rancangan tersebut.
    2. Mengevaluasi suatu website:
    Semenjak ditemukanya internet sebagai salah satu media komunikasi dan informasi, website merupakan produk teknologi informasi yang terbilang paling populer, namun terkadang banyak website yang hadir tanpa kualitas yang bagus sehingga tidak dapat menyampaikan informasi yang dibawa. Kualitas sebuah website tentunya tergantung kepada pengujian dan pengawasan terhadap kualitas website itu sendiri.
    Untuk mengevaluasi sebuah website kita bisa menggunakan sebuah parameter sebagai acuan dalam penelitian. Secara umum ada beberapa parameter yang paling sering digunakan dalam menilai sebuah website seperti :
    • Accesibility
    Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA ?.
    • Readibility
    Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
    • Speed
    Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
    • Content
    Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
    • Technology
    Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain itu dibangun.
    3. Evaluasi website dengan konsep waterfall model:
    • Rekayasa sistem: Menganalisa semua sistem elemen yang ada di web tersebut,apakah sudah sesuai atau belum. Dan melihat waktu pengerjaan web tersebut.
    • Analisa: melihat arsitektur sistem web tersebut secara total,serta menentukan ukuran dan jumlah data yang ada di web itu.
    • Desain: Apakah desain web tersebut sudah menarik minat pengakses,atau sebaliknya membuat pengakses tidak berminat membuka web itu.
    • Coding: Melihat pemilihan bahasa yang ada pada web tersebut sudah sesuai EYD atau belum.
    • Testing: Menguji speed web itu. Ketika membuka web itu pastikan situs itu cepat dalam proses loading time. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut.
    • Maintenence: Perwatan web (situs) terus berjalan,dan terus dikembangkan. Untuk menarik pengakses.

    Like

  14. Tugas Diskusi
    12.5.00114
    Agus Helmi

    1. perbedaan evaluasi sebelum dan sesudah membuat interface terletak pada uji fungsionalitas aplikasi jika itu merupakan sebuah aplikasi ,jika sebelum evaluasi hanya menggunakan field study dan usability sebagai dasar perancangan atau desain aplikasi,namun jika evaluasi sesudah membuat interface maka akan ditambahkan dengan aspek user experience dan aspek ergonomi aplikasi.

    2. evaluasi sesudah interface jadi contoh kasus aplikasi berita detikcom di android ada yang menginginkan jika ingin keluar aplikasi dikasih pilihan ya atau tidak.

    3. waterfall model evaluasi:
    1. Analisis dan definisi persyaratan
    Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
    2. Perancangan sistem dan perangkat lunak
    Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
    3. Implementasi dan pengujian unit
    Perancangan aplikasi direalisasikan sebagai serangkaian program
    4. Integrasi dan pengujian sistem
    Unit program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah terpenuhi
    5. Operasi dan pemeliharaan
    Merupakan fase siklus yang paling lama. Sistem diinstall dan dipakai. Perbaikan mencakup koreksi dari berbagai error, perbaikan dan implementasi unit sistem dan pelayanan sistem.

    Like

  15. Nama: agus budhi marendra
    Nim: 12.5.00113
    Kelas: teknik informatika s1

    1. Evaluasi pertama terhadap sistem idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari, karena perancangan dapat diperbaiki sebelumnya. Sejumlah metode dibuat untuk mengevaluasi perancangan sebelum implementasi.
    Sedangkan evaluasi setelah design yaitu kepada user apakah interface yang dibuat itu sangat bisa diterima oleh user atau perlu dievaluasi lagi.

    2. Evaluasi Sistem GPS uji coba yang dilakukan kemampuan dan kelemahan aplikasi sebagai berikut :
    Kemampuan Aplikasi Kemampuan dari aplikasi yang dibangun antara lain : 1. Aplikasi dapat menentukan lokasi user berdasarkan koordinat GPS pada device Android. 2. Aplikasi dapat memberikan informasi mengenai mikrolet di kota Malang serta memberi informasi mengenai jalan dan rute yang dilewati mikrolet. 3. Aplikasi dapat melakukan navigasi dengan mikrolet dan memberikan informasi navigasi pada user.
    Kelemahan Aplikasi Kelemahan dari aplikasi yang dibangun antara lain : 1. Karena aplikasi yang dibangun menggunakan peta dari Google Map sehingga dalam penggunaannya selalu membutuhkan koneksi internet.
    3. Implementasi waterfall pada sistem pendaftaran siswa online di SMA 1 Bandung. Di SMA 1 Bandung, sebelumnya, pendaftaran/ registrasi dilakukan secara tatap muka dating langsung ke lingkungan sekolah. Sistem akan dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan basis data yang digunakan adalah MySQL yang dilakukan di perangkat keras PC (personal computer) dengan sistem operasi Microsoft Windows XP, Linux, dan lain sebagainya, yang digunakan untuk mempermudah siswa – siswi yang ingin mendaftar pada suatu sekolah, universitas, akademik tanpa harus ke suatu sekolah yang ingin kita masuki.

    Like

  16. Fredy Candra S /TI,S1D/12.4.000215
    1. Perbedaan membuat evaluasi sebelum desain dengan sesudah didesain adalah jika sebelum desain melakukan evaluasi terlebih dahulu kita hanya membuat rancangan serta dapat melihat hasilnya saja, jika kita membuat desain setelah evaluasi kita bisa melihat hasil desain kita dan kemudian mengevalusai desain tersebut kemudian dapat menambahkan apa yang kurang.
    2. Contoh kasus mengenai proses evaluasi adalah tentang antivirus yaitu Antivirus Terbaik yang paling bagus akan dapat melindungi Personal Computer (PC) dengan sempurna dari infeksi serangan virus, spyware, trojan, worms, malware dan varian lainnya yang mengancam keamanan sehingga dapat merusak sistem pada komputer. Weblog mengupas secara tuntas software antivirus dengan merek apa saja yang paling terbaik dari banyaknya software antivirus tersedia dan memiliki reputasi yang sudah sangat baik di lokal maupun internasional.
    “Virus beserta variannya pada saat sekarang ini sudah sangat cepat berevolusi menjadi ancaman yang sangat berbahaya yang mampu merusak dan menghancurkan komputer dengan cara yang sangat cepat dan juga bisa mencuri berbagai file maupun identitas yang anda miliki.”
    3. Model Waterfall merupakan model yang menggunakan milestone sebagai titik transisi dan pengujian, artinya setiap aktivitas pada tahap pengembangan harus diselesaikan sebelum menuju tahap pengembangan berikutnya. Sehingga model ini sangat sesuai untuk perangkat lunak dengan syarat-syarat yang telah didefinisikan secara lengkap sebelumnya karena besar kemungkinan tidak adanya perubahan aplikasi dimasa yang akan datang. Kondisi semacam ini akan sangat berpengaruh pada perangkat lunak dan menimbulkan masalah terhadap kebutuhan iterasi dimana aplikasi akan terus berkembang dengan penyesuaian-penyesuaian terhadap kebutuhan, proses bisnis dan lingkungan aplikasi yang terus berubah dari waktu kewaktu.

    Like

  17. 1. perbedaan evaluasi sebelum desain dan sesudah desain sebelum dan sesudah yaitu seberapa jauh system berfungsi. Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system.

    2.Internet Explorer (IE):
    program yang mendukung untuk berinteraksi diinternet baik berupa gambar, teks dan informasi yang ada pada halaman web.
    sedangkan untuk kekurangan pada Internet Explorer (IE):
    Agak berat saat start awal dan saat membuka tab baru
    Terlalu banyak menu/command bar, sehingga bagi orang awam akan sedikit membingungkan dan terkesan kurang praktis, tapi bisa dimodifikasi.

    Like

  18. 1.Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhir (posttest).Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan.Sedangkan, posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan dijadikan sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.

    2.Secara garis besar ada beberapa langkah umum untuk mengembangkan
    perencanaan evaluasi diantaranya:
    1. Menentukan tujuan evaluasi
    2. Merumuskan masalah evaluasi
    3. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan
    4. Menentukan sampel sesuai dengan tujuan evaluasi
    5. Menentukan model evaluasi sesuai dengan tujuan evaluasi
    6. Menentukan alat evaluasi
    7. Merencanakan personal evaluasi
    8. Merencanakan anggaran
    9. Merencanakan jadwal kegiatan

    3. Waterfall adalah suatu metodologi pengembangan perangkat lunak yang mengusulkan pendekatan kepada perangkat lunak sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat kemajuan sistem pada seluruh analisis, design, kode, pengujian dan pemeliharaan.

    Like

  19. nama :Puji.Susanto.
    nim : 12.5.00198.
    kelas :D2.

    1. perbedaanya yaitu dari Melihat seberapa jauh system berfungsi. Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system

    2. Internet Explorer (IE):
    program yang mendukung untuk berinteraksi diinternet baik berupa gambar, teks dan informasi yang ada pada halaman web.
    kekurangan pada Internet Explorer (IE):
    – Agak berat saat start awal dan saat membuka tab baru
    – Terlalu banyak menu/command bar, sehingga bagi orang awam akan sedikit membingungkan dan terkesan kurang praktis, tapi bisa dimodifikasi.

    3.
    – Requirment
    Dalam tahapan pembuatan blog di kelurahan tumang dan tujuan dari pembuatan blog ini agar masyarakat lebih mengenal dunia teknologi dan perkembangan zaman.

    – Specification
    kemudian dikonsultasikan ke pihak pembimbing Selanjutnya jika disetujui oleh pembimbing , maka pembuatan blog tersebut dilanjutkan sesuai dengan yang kita inginkan dan dari pihak pembimbing

    – Design
    Proses design blog tersebut membagi kebutuhan-kebutuhan atau informasi dalam suatu blog yang di rancang sedemikian menarik dan mudah dipahami.

    – Implementation
    Selama tahap ini, desain suatu blog disadari sebagai sebuah karya atau hasil yang ditujukan guna disampaikan kepada msyarakat dan masyarakat setidaknya memahami informasi dari suatu blog tersebut.

    Like

  20. Nama : Ninik Haryati
    Nim : 12.5.00073
    Kelas : A2_pagi
    Prodi : TI/S1

    1.Perbedaan dari evaluasi sebelum desain dan sesudah desain adalah sebagai berikut evaluasi sebelum desain adalah Evaluasi yang dilakukan setelah proses perancangan. Evaluasi desain terdiri dari :
    Cognitive Walkthrough, Bertujuan untuk mengevaluasi perancangan dengan melihat seberapa besar dukungan yang diberikan ke pengguna guna memelajari berbagai tugas yang diberikan
    Sedangkan evaluasi sesudah desain adalah Evaluasi system akhir dengan pengguna nyata untuk mendapatkan suatu system yang betul-betul baik. Evaluasi implementasi membutuhkan sebuah artefak, prototype dan implementasi penuh. Ada tiga pendekatan dari evaluasi implementasi, seperti empiris (teknik percobaan), metode observasi dan metode query (menanyakan user untuk mendapatkan umpan balik).

    2.Berikanlah contoh kasus mengenai proses evaluasi
    Pengukuran Usability Sistem Menggunakan Use Questionnaire Pada Aplikasi Android
    Ketika dihidupkan, perangkat Android akan memuat pada layar depan (homescreen), yakni navigasi utama dan pusat informasi pada perangkat, serupa dengan desktop pada komputer pribadi. Layar depan Android biasanya terdiri dari ikon aplikasi dan widget;ikon aplikasi berfungsi untuk menjalankan aplikasi terkait, sedangkan widget menampilkan konten secara langsung dan terbarui otomatis, misalnya prakiraan cuaca,kotak masuk surel pengguna, atau menampilkan tiker berita secara langsung dari layar depan. Layar depan bisa terdiri dari beberapa halaman, pengguna dapat menggeser bolak balik antara satu halaman ke halaman lainnya, yang memungkinkan pengguna Android untuk mengatur tampilan perangkat sesuai dengan selera mereka. Beberapa aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Google Play dan di toko aplikasi lainnya secara ekstensif mampu mengatur kembali tema layar depan Android, dan bahkan bisa meniru tampilan sistem operasi lain, misalnya Windows Phone. Kebanyakan produsen telepon seluler dan operator nirkabel menyesuaikan tampilan perangkat Android buatan mereka untuk membedakannya dari pesaing mereka.
    3.
    PengertianWaterfall
    Waterfall adalah suatu metodologi pengembangan perangkat lunak yang mengusulkan pendekatan kepada perangkat lunak sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat kemajuan sistem pada seluruh analisis, design, kode, pengujian dan pemeliharaan.

    Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi Waterfall

    1.Requirement Analysis
    Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
    2. System Design
    Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secarakeseluruhan.
    3. Implementation
    Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan software dipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkanataubelum.
    4. Integration & Testing
    Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
    5. Operation & Maintenance
    Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

    Like

  21. Nama : Caisyah Putri Utami
    NIM : 12.5.00130 / D (TI-S1 Pagi)

    1. evaluasi sebelum desain yaitu sesorang dapat melakukan tugasnya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh user sehingga merasa mempunyai kecocokan dengan apa yang telah dibuatnya.
    evaluasi sesudah desain yaitu seorang dapat menganalisa tentang apa yang sudah dilakukan, apakah sudah benar atau sesuai dengan keinginan atau bahkan sama sekali beda dengan apa yang diharapkan. sehingga user dapat memperbaiki apa yang telah terjadi.

    2. contoh : evaluasi pada antivirus
    Pertama tahun 2012, seperti yang diperkirakan sebelumnya, serangan malware meningkat pada dua platform Facebook dan Android. Kalau malware di Android memang merupakan virus yang paling pesat perkembangannya dimana variasi dan modifikasinya dapat dikatakan tidak terbatas.
    Jika diamati secara seksama, sebenarnya media untuk menyebarkan malware di Facebook dapat dikatakan sangat terbatas, yaitu posting di Wall dan Facebook Chat. Bandingkan dengan media penyebaran di Android atau Microsoft Windows yang sangat luas dan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti disebarkan melalui jaringan internet dan intranet, folder sharing, email, website, celah keamanan aplikasi, USB Flash, printer atau malahan DNS server sendiri seperti yang dilakukan oleh Trojan DNSchanger. Kalau Facebook, metode penyebarannya hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari media penyebaran di Windows yaitu Website dan itupun lebih sempit lagi hanya terbatas pada Wall dan Facebook Chat saja. Tetapi namanya juga populasi akun yang jumlahnya lebih dari 800 juta ini sangat menggoda “iman” pembuat malware manapun untuk mengeksploitasinya. Terkadang cukup mengejutkan melihat kreativitas pembuat malware Facebook dimana malware yang muncul turut memanfaatkan beberapa faktor lain di luar Facebook seperti link shortener dan eksploitasi celah keamanan pada Extensions pada Google Chrome dan Firefox.Jika diamati secara seksama, sebenarnya media untuk menyebarkan malware di Facebook dapat dikatakan sangat terbatas, yaitu posting di Wall dan Facebook Chat. Bandingkan dengan media penyebaran di Android atau Microsoft Windows yang sangat luas dan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti disebarkan melalui jaringan internet dan intranet, folder sharing, email, website, celah keamanan aplikasi, USB Flash, printer atau malahan DNS server sendiri seperti yang dilakukan oleh Trojan DNSchanger. Kalau Facebook, metode penyebarannya hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari media penyebaran di Windows yaitu Website dan itupun lebih sempit lagi hanya terbatas pada Wall dan Facebook Chat saja. Tetapi namanya juga populasi akun yang jumlahnya lebih dari 800 juta ini sangat menggoda “iman” pembuat malware manapun untuk mengeksploitasinya. Terkadang cukup mengejutkan melihat kreativitas pembuat malware Facebook dimana malware yang muncul turut memanfaatkan beberapa faktor lain di luar Facebook seperti link shortener dan eksploitasi celah keamanan pada Extensions pada Google Chrome dan Firefox.yang mengelabui korbannya seakan-akan HDDnya mengalami kerusakan sistem dan fisik, baik HDD, RAM maupun registri “di klaim” rusak, padahal program antivirus palsu tersebut yang melakukan bloking atas komputer korbannya. Tujuannya adalah supaya korbannya takut dan membeli program antivirus palsu yang sudah disediakan linknya oleh antivirus palsu tersebut. Malware lain yang perlu menjadi perhatian dan cukup banyak menyebar adalah Redirector. Redirector adalah contoh klasik virus komputer lama yang bermetamorfosis menyesuaikan diri dengan kondisi hari ini sehingga memiliki kemampuan survival yang tinggi. Hebatnya, Redirector yang menyebarkan dirinya melalui email dapat menyebar dengan bebas dan lolos dari deteksi virus Gmail yang dikenal cukup konservatif dalam membatasi faktor-faktor penyebar virus yang menumpang email seperti memblok lampiran terkompres (.zip) atau lampiran terkompres yang di password. Redirector memanfaatkan lampiran .htm dan menyelipkan skrip jahat dalam kode htm tersebut yang dalam prakteknya akan mengeksploitasi 4 celah keamanan Adobe Acrobat.
    3. waterfall model

    Misalkan ingin membuat sebuah software tentang pendaftaran online masuk perguruan tinggi.
    Pertama tentunya membuat sebuah perencanaan yang matang sehingga progam yang nantinya akan dibuat dapat terwujud. Yang kedua yaitu menganalisa apakah progam tersebut berguna atau tidak dan mempersiapkan berbagai alat dan bahan untuk pembuatannya. Ketiga proses perancangan atau pembuatan progam. Yang keempat penerapan terhadap kehidupan nyata sehingga dapat bermanfaat dan meringankan pekerjaan. Langkah terakhir yaitu pemeliharaan, maksudnya dari progam ini sebaiknya bisa lebih dikembangkan atau diadaptasikan secara nyata.

    Like

  22. Nama : Tuti Amalia
    Nim : 12.5.00097

    1. menurut saya evaluasi pertama sistem idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai(sebelum desain). Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/diperbaiki sebelumnya.sedangkan evaluasi setelah desain adalah keberadaan implementasi sistem yang ada dalam berbagai bentuk. Hal ini dapat dimulai dari simulasi kemampuan interaktif dari suatu sistem.
    2. Langkah yang mendasar yang esensial diperlukan untuk evaluasi program dan hubungannya satu dengan lainnya adalah sebagai berikut :
    Langkah 1 : Deskripsi program, tujuan dan sasaran spesifik
    Langkah pertamadalam melaksanakan evaluasi program adalah untuk menghasilkan detail deskripsi program yang dimaksud, termasuk tujuan dan sasaran program. Karena evaluasi sellu meramalkan tentang sasaran program, sasaran tersebut harus dispesifikasi sebelum dilanjutkan dengan banyak aktifitas-aktifitas evaluasi lainnya. Disini jelas bahwa evaluasi tidak akan berharga apabila program tak mempunyai tujaun atau sasaran dengan krieria yang jelas atau kabur sehingga evaluasi tidak bermanfaat ; evaluasi akan menilai apakah tujuan dan sasaran tercapai atau tidak (berdasarkan kriteria).
    Langkah 2 : Penetapan keriteria untuk evaluasi
    Setelah tujuan dan sasaran ditetapkan dan program telah dideskripsikan cukup detail dan seluruhnya, kriteria evaluasi bisa ditetapkan berdasarkan :A
    1)Kriteria yang melekat pada rencana program yang telah dibuat sebelumnya, disini evaluasi akan lebih mudah
    2)Jika sasaran untuk program berdasar kriteria dari referensi ilmiah atau professional tertentu, kriteria evalyasu perlu disesuaikan
    3)Jika sasaran tidak tertulis dengan kriteria implisit untuk evaluasi, kriteria harus dikembangkan. Kunci untuk mengembangkan kriteria evalusi bermanfaat untuk mendesain sehingga ukuran data yang diperlukan dan intrepretasinya jelas.
    3.erangkat lunak adalah sebagai berikut
    Model Air Terjun (Waterfall Model)
    Model ini adalah model klasik yang sistematis dan urut.
    1. Requirements Analysis and Definition
    Mengumpulkan apa yang dibutuhkan secara lengkap untuk kemudian dianalisis guna mendefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan secara lengkap untuk bisa menghasilkan desain yang lengkap.
    2. System and Software Desain
    Setelah apa yang dibutuhkan selesai dikumpulkan dan sudah lengkap maka desain kemudian dikerjakan
    3. Implementation and Unit Testing
    Desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditentukan. Program yang dibangun langsung diuji secara unit, apakah sudah bekerja dengan baik.
    4. Integration and System Testing
    Penyatuan unit-unit program untuk kemudian diuji secara keseluruhan (system testing)
    5. Operation and Maintenance
    Mengoperasikan program di lingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan untuk adaptasi dengan situasi yang sebenarnya

    Like

  23. 1. MENURUT ANDA, APAKAH PERBEDAAN EVALUASI SEBELUM DESAIN DAN SESUDAH DESAIN ? (ATAU EVALUASI SEBELUM MEMBUAT INTERFACE DAN SETELAH INTERFACE JADI) :
    Perbedaannya desin interface suatu aplikasi atau website jika belum dievaluasi maka tampilan terlihat sederhana dan tidak menarik tapi kadang lebih mempermudah user untuk mengoprasikan sebuah aplikasi atau wesbsite,
    sedangkan jika sudah dievaluasi desain akan menjadi lebih menarik dan fungsi akan bertambah. perbedaan hanya pada kenyamanan user saat melihatnya.

    2. BERIKANLAH CONTOH KASUS MENGENAI PROSES EVALUASI (CONTOHNYA : EVALUASI PADA ANTIVIRUS, APLIKASI-APLIKASI ANDROID,DLL) :
    Selain Conficker dan Sality, virus yang masih wara wiri dan perlu dikhawatirkan adalah antivirus palsu, Rogue Antivirus atau Fake Antivirus. Antivirus palsu ini sangat membandel dan selalu mengeluarkan varian terbaru untuk menginfeksi korbannya karena ada keuntungan finansial yang didapatkan oleh pembuat antivirus palsu ini dari korbannya yang umumnya awam dan dengan lugu takut atas pesan palsu adanya virus pada komputernya dan mengikuti saran dari program antivirus palsu ini untuk membeli antivirus palsu dan memasukkan nomor kartu kredit ke situs penjualan antivirus palsu. Hebatnya adalah tampilan antivirus palsu ini sangat meyakinkan dan dalam beberapa tampilan sangat meyakinkan baik tampilan situs maupun tampilan interface (tatap mukanya) tidak kalah dengan antivirus asli sehingga korbannya mudah percaya. Aksi antivirus palsu berjalan sepanjang tahun dimana pada awal tahun memanfaatkan Zbot yang ditengarai menjadi kendaraan menyebarkan Zeus botnet yang menggemparkan dunia internet karena dicurigai digunakan oleh pemerintah China memata-matai Google.

    3. CARILAH GAMBAR DIAGRAM WATERFALL MODEL DALAM INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER, AMATI DAN PAHAMI, SERTA BERIKANLAH CONTOH SEDERHANA PROSES EVALUASI DENGAN KONSEP WATERFALL MODEL :
    program pendaftaran online ke suatu Instansi Pendidikan. Program ini akan sangat membantu dalam proses pendaftaran, karena dapat meng-efektifkan waktu serta pendaftar tidak perlu repot-repot langsung mendatangi Instansi Pendidikan. Teknisnya adalah sebagai berikut :

    * Sistem program untuk pendaftaran dibuat menggunakan bahasa pemrograman
    PHP, dengan Sistem Database yang dibuat menggunakan MySQL, dan diterapkan
    (diaplikasikan) pada PC (personal computer) dengan sistem operasi berbasis
    Microsoft Windows, Linux, dan sebagainya.
    * Setelah program selesai dibuat dan kemudian dipergunakan oleh user, programmer
    akan memelihara serta menambah atau menyesuaikan program dengan kebutuhan
    serta kondisi user.

    Teknik – teknik Prototyping Meliputi :

    Perancangan Model
    Perancangan Dialog
    Simulasi

    Berikut adalah 4 langkah yang menjadi karakteristik dalam proses pengembangan pada metode prototype, yaitu :

    Pemilihan fungsi
    Penyusunan Sistem Informasi
    Evaluasi
    Penggunaan Selanjutnya

    Like

  24. Khresno bayu aji
    12.5.00156
    1. Perbedaan
    – sebelum masuk interface : evaluasi yang dilakukan selama desain untuk memastikan produk sesuai dengan apa yang diinginkan
    – sesudah masuk interface : evaluasi yang dilakukan untuk menguji kesuksesan suatu produk yang sudah selesai yaitu agar mencapai standar ISO

    2. Antivirus
    dimana sebuah antivirus tersebut didesain dengan sesuai kebutuhan pengguna dan agar mudah digunakan oleh user.
    kemudian setelah selesai dilakukan pengujian apakah antivirus tersebut sesuai dengan standar antivirus apa belum, dan antivirus tersebut bisa mengeblok virus yang akan masuk ke komputer.

    3.contoh dengan konsep waterfall pada android
    Permintaan sistem -> menganalisa kebutuhan sistem tambahan -> mendesain sistem android mudah dioprasikan -> membuat android -> pengujian akhir dari proses pembuatan -> melakukan perbaikan bila terjadi kesalahan

    Like

  25. 1. Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhir (posttest). Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan, posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan dijadikan sebagai masukan untuk analisis situasi berikutnya.

    2. Merupakan tahap dari proses keputusan pembeli, yaitu ketika ketika konsumen menggunakaninformasi untuk mengevaluasi merek alternative perangkat pilihan.

    a. Pertama, kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai kumpulan atribut produk.
    b. Kedua, konsumen akanmemberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut menurut kebutuhan dan keinginanunik masing-masing.
    c. Ketiga, konsumen mungkin akan mengmbangkan suatu himpunankeyakinan merek mengenai di mana posisi setiap merek pada setiap atribut. Himpunan keyakinan mengenai merek tertentu dikenal sebagai citra merek.
    Berdasarkan pada pengalamannya dan pengaruh persepsi, distorsi, dan retensi selektif, keyakinan konsumenmungkin berbeda dari atribut sebenarnya.
    d. Keempat, harapan kepuasan produk total konsumenakan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda.
    e. Kelima, konsumen sampai pada sikapterhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi. Ada konsumen yangmenggunakan lebih dari satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusanmembeli

    3. Contoh Penerapan Metode Waterfall

    Implementasi waterfall pada sistem pendaftaran siswa online di SMA 1 Bandung. Di SMA 1 Bandung, sebelumnya, pendaftaran/ registrasi dilakukan secara tatap muka dating langsung ke lingkungan sekolah. Sistem akan dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan basis data yang digunakan adalah MySQL yang dilakukan di perangkat keras PC (personal computer) dengan sistem operasi Microsoft Windows XP, Linux, dan lain sebagainya, yang digunakan untuk mempermudah siswa – siswi yang ingin mendaftar pada suatu sekolah, universitas, akademik tanpa harus ke suatu sekolah yang ingin kita masuki.

    Like

  26. anisa romandoni 12.5.00119 TI/S1 D
    1. Menurut saya perbedaan antara evaluasi sebelum desain dan sesudah desain adalah tentang waktu untuk evaluasi nya, serta komponen-komponen yang ada di evaluasi sebelum desain lebih sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna, berbeda dengan evaluasi setelah desain, dimana para pengguna tidak dapat memilih komponen-komponen yang di inginkannya, karena desain nya sudah jadi, jadi para pengguna tinggal mengevaluasi dari desain yang sudah jadi sesuai dengan standar yang di tentukan.
    2. Contoh kasus evaluasi pengguna setelah desain produk jadi, saya mengambil contoh aplikasi media sosial instagram untuk android, pada kolom komentar di google palystore untuk instagram terdapat beberapa komentar evaluasi positif dan negative tentang desain dari aplikasi tersebut, evaluasi negative dari pengguna antara lain adalah tentang perbaikan bug, dan sistem yang memburuk setelah dilakukan pemutakhiran pada beberapa perangkat yang tidak support, untuk evaluasi positif nya pengguna menyukai desain tampilan nya serta cara kerja dari aplikasi tersebut yang pada umumnya sama seperti manfaat media sosial yang lainnya.
    3. Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ketahap analisis, desain, coding, testing dan maintenance.Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para pengembang software.Ada lima tahap dalam model waterfall, yaitu: Requirement Analysis, System Design, Implementation, Integration & Testing, Operations & Maintenance. Sesuai dengan namanya waterfall (air terjun) maka tahapan dalam model ini disusun bertingkat, setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan, satu sebelum yang lainnya (lihat tanda anak panah). Selain itu dari satu tahap kita dapat kembali ketahap sebelumnya. Model ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama.

    Kebutuhan, analisis,pembuatan coding aplikasi, pengujian pada aplikasi, diterima oleh pengguna.

    Like

  27. Menurut saya perbedaan evaliasi sebelum di desain dan sesudah di desain adalah melihat daari tujuan evaluasi dan berbagai aspek lainya tentang evalusai saya dapat menyimpulkan bahwa sebernarnya Evaluasi terjadi setelah proses perancangan. Evaluasi pertama system idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/ diperbaiki sebelumnya
    Evaluasi adalah sebuah proses yang secara sistematis mengumpulkan data yang menginformasikan kepada kita tentang pendapat seseorang atau sekelompok user mengenai pengalamannnya menggunakan sebuah produk untuk sebuah tugas tertentu dalam sebuah lingkungan tertentu.
    Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas system yang dilakukan di dalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam kolaborasi dengan pengguna. Yang dievaluasi pada interaksi manusia dan komputer adalah desain dan implementasinya. Evaluasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan semua tahapan siklus hidup desain.
    Seorang user berkeinginan untuk menggunakan sebuah sistem yang mudah dipelajari, dan penggunaannya sedapat mungkin efektif, efisien, aman, dan memuaskan. Selain itu, sedapat mungkin menyenangkan, atraktif, menantang, dll.
    B. TUJUAN EVALUASI
    a) Melihat seberapa jauh system berfungsi. Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system, untuk melihat keefektifan system dalam mendukung tugas.
    b) Melihat efek interface bagi pengguna Mencakup aspek dari kemudahan system dipelajari, daya guna dan perilaku user.
    c) Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system Ketika penggunaan suatu konteks memberikan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi kekacauan di antara user. Tujuan ini merupakan aspek negatif dari desain.
    C. JENIS EVALUASI
    1. Dalam kondisi percobaan (Laboratory) : Pengujian system ini dilakukan pada ruang percobaan dengan beberapa kondisi diantaranya :
    a. Laboratorium yang bagus biasanya memiliki fasilitas perekaman audio/visual yang baik, cermin dua arah, komputer beserta perlengkapannya yang mungkin tidak ada pada lokasi kerja yang sebenarnya.
    b. Operator terbebas dari gangguan yang menghambat pekerjaan.
    c. Beberapa situasi hanya dapat dilakukan di laboratorium, misalnya system yang akan digunakan ditempatkan pada lokasi yang berbahaya atau terpencil.
    d. Dapat memanipulasi situasi untik memecahkan masalah dan melihat penggunaan presedur atau membandingkan beberapa alternatif perancangan dengan situasi yang sebenarnya.
    e. Situasi pada laboratorium tidak dapat menggambarkan situasi ruang kerja yang sebenarnya dan terdapat orang-orang yang tidak bisa bekerja pada kondisi seperti di laboratorium.

    2. Dalam kondisi lokasi kerja yang sebenarnya : Pengguna pengujian system ini pada lokasi kerja sebenarnya mempunyai beberapa kondisi, di antaranya :
    a. Tingkat gangguan yang melebihi ambang batas, tingkat pergerakan yang tinggi dan interupsi yang tetap, seperti panggilan telepon yang menyebabkan observasi ini sulit dilakukan.
    b. Situasi yang lebih “terbuka” antar system dan pengguna.
    c. Aneka gangguan yang terjadi pada lokasi ini digunakan sebagai situasi yang mewakili situasi sebenarnya.
    3. Participatory design
    Adalah suatu pemikiran yang melibatkan keseluruhan alur perancangan dan tidak hanya proses evaluasi saja. Perancangan ini dilakukan pada ruang kerja yang melibatkan pengguna yang tidak hanya digunakan sebaagai subyek percobaan tetapi juga sebagai anggota yang aktif dalam team perancangan. Argumennya adalah user dianggap ahli dalam konteks dan perancangan hanya dapat efektif pada konteks tersebut jika para ahli ini memberikan kontribusi yang aktif keperancangan.
     Memiliki beberapa karakteristik :
    – Meningkatkan lingkungan kerja dan tugas. Ini membuat perancangan dan evaluasi berorientasi kerja atau konteks dibanding berorientasi sistem.
    – Mempunyai sifat kerja sama (kolaborasi), yaitu pengguna dilibatkan sebagai anggota team dan mempunyai kontribusi pada setiap tingkat perancangan.
    – Mempunyai pendekatan iterative, perancangan adalah suatu subyek untuk evaluasi dan revisi pada setiap tingkatan.
    D. PARADIGMA EVALUASI
    1) ‘Quick and dirty’ evaluation
    Adalah umpan balik berupa keinginan dan yang disukai dari user atau konsultan yang disampaikan secara infomal kepada desainer tentang produk yang dibuatnya. Evaluasi ini dapat dilakukan pada semua tahapan pembuatan produk dan penekanannya pada masukan yang cepat/sesingkat mungkin daripada temuan yang didokumentasikan secara hati-hati.
    2) Usability testing
    Evaluasi ini cukup dominan digunakan pada tahun 1980- an. Melibatkan pengukuran kinerja user dalam mempersiapkan tugasnya secara hati-hati , dari proses inilah maka dibuatkan design sistemnya. Kinerja umumnya diukur dalam jumlah kesalahan yang dilakukan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Cara yang umumnya digunakan untuk membuat sistem ini yaitu dengan cara :
    • melihat secara langsung
    • merekamnya dalam video
    Evaluasi ini menggunakan kuesioner dan wawancara kepada user tentang kepuasannya menggunakan sistem tersebut, Penelitian biasanya dilakuan di dalam laboratorium, diman user diberi suatu treatment tertentu (misal, cahaya, suara, warna, dll) atau biisa juga tanpa treatment.
    3) Field studies
    Dilakukan dilingkungan asli user bekerja. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kerja user secara alami dan bagaimana dampak teknologi tersebut padanya. Dapat juga membantu mengientifikasi kesempatan sebuah teknologi baru, menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk melakukan desain, memfasilitasi sebuah pengenalan teknologi. Teknik inni digunakan untuk interview, observasi, partisipatori. Dari data yang didapatkan tersebut, maka desiner dapat melakukan evaluasi.
    4) Predictive evaluation
    Didasarkan pada pengalaman erang ahli dalam menghadapi user,dan biasanya hal ini dijadikan patokan untuk memprdiksi masalah-masalah penggunaan produk. Keuntungan dari teknik ini user yang di inginkan tidak perlu dihadirkan,proses pembuatannya relatif murah, cepat, dan cukup disukai oleh perusahaan. Tahun-tahun terakhir evaluasi ini cukup populer.
    E. MEMILIH METODE EVALUASI
    Faktor yang membedakan teknik evaluasi. Ada 8 faktor yang membedakan teknik evaluasi yang berbeda yang membantu kita dalam memilih teknik yang sesuai, yaitu :
    1. Tingkat siklus
    2. Jenis evaluasi
    3. Tingkat objektivitas dan subyektivitas
    4. Jenis ukuran yang tersedia
    5. Informasi yang tersedia
    6. Kesiapan dari suatu respon
    7. Tingkat gangguan yang tidak secara langsung
    8. Sumber yang tersedia

    F. MENGEVALUASI PERANCANGAN
    Evaluasi terjadi setelah proses perancangan. Evaluasi pertama system idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/ diperbaiki sebelumnya. Sejumlah metode dibuat untuk mengevaluasi perancangan sebelum implementasi, yaitu :
    1. Cognitive Walkthrough
    2. Heuristic Evaluation
    3. Review based
    4. Model based
    G. MENGEVALUASI IMPLEMENTASI
    Perbedaan yang besar dengan evaluasi perancangan adalah keberadaan implementasi system yang ada dalam berbagai bentuk. Hal ini dapat dimulai dari simulasi kemampuan interaktif system, sebagai contoh Wizard of Oz, melalui fungsi prototype dasar sampai dengan system yang telah diimplementasi secara keseluruhan.
    a) Metode Empirik : Evaluasi Eksperimen
    Satu metode yang sangat kuat dalam mengevaluasi perancangan atau aspek dari perancangan adalah menggunakan eksperimen yang terkontrol. Ini menyediakan kenyataan empiris untuk mendukung klaim umum atau hipotesis. Setiap eksperimen memiliki dasar yang sama. Dalam bentuk dasar ada sejumlah factor penting terhadap keseluruhan kehandalan eksperimen, yang harus dipertimbangkan dalam perancangan eksperimen.
    Faktor-faktor tersebut adalah :
    1. Subyek
    2. Variabel
    3. hypothesis
    b) Perancangan Eksperiment
    Between-Groups (Randomized)
    – Masing-masing subyek diberikan kondisi yang berbeda yakni kondisi eksperimen (variable sudah dimanipulasi) dan control, yang identik dengan kondisi eksperimen kecuali untuk manipulasi ini. Control ini memastikan bahwa manipulasi bertanggungjawab untuk setiap perbedaan yang diukur.
    – Keuntungan perancangan ini adalah setiap user menghasilkan satu kondisi
    – Kerugiannya adalah dengan semakin banyak jumlah subyek yang tersedia akan menyebabkan hasilnya akan berkurang dan perbedaan antar setiap individu akan membuat bias hasil. Hal ini dapat diatasi dengan memilih dengan hati-hati subyek yang dipilih dan menjamin setiap kelompok terwakili.
    Within-Groups
    – Setiap user akan menampilkan kondisi yang berbeda
    – Jumlah user yang tersedia lebih sedikit
    – Pengaruh dari subyek lebih sedikit
    c) Pengukuran Statistik
    Dua aturan dalam analisa dengan statistik yakni : melihat data dan menyimpan data. Menyimpan data penting jika kita akan melakukan metode analisis yang berbeda. Pemilihan analisis statistika bergantung pada tipe data dan pertanyaan yang perlu dijawab.
    Variabel yang digunakan terbagi dalam :
     Discrete Variables
    – Menggunakan jumlah yang terbatas dari suatu nilai atau tingkatan
    Contoh: Warna layar monitor yakni : red, green atau blue.
    – Merupakan suatu independent variable
     Continous Variable
    – Menggunakan jumlah berapapun (batas atas maupun batas bawah)
    Contoh : Ketinggian seseorang atau waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
    – Merupakan suatu dependent variable

    0 Worm
    Prinsip kerja worm adalah mencopy dirinya sendiri ke memory komputer. Perbedaannya dengan virus adalah, kalau virus melakukan infeksi file/target. Sedangkan worm hanya berdiam diri pada memory. Sehingga biasanya proses komputer akan terasa lambat karena jumlah memory yang terpakai menjadi banyak. Contoh: I-Worm/Happy99(Ska), I-Worm/ExploreZIP, I-Worm/PrettyPark, I-Worm/MyPics. Cara penanganannya

    1 Trojan
    Prinsip kerja Trojan tidak menggandakan dirinya sendiri. Trojan biasanya merusak file, system atau aplikasi. Ada juga Trojan yang menyandera data-data penting dengan merusaknya, jika si pengguna menginginkan datanya kembali, maka dia harus membayar sejumlah uang pada si pembuat Trojan. Contoh : Win-Trojan/Back Orifice, Win-Trojan/SubSeven, Win-Trojan/Ecokys

    2 Backdoor
    Prinsip kerja backdoor mampu berjalan dibalik proses system komputer, sehingga tidak dapat dikenali secara visual oleh user dan antivirus. Prinsip kerja ini biasanya hampir sama seperti spyware. Hanya saja backdoor dapat berupa virus yang merusak file secara langsung.

    3 Armoured
    Prinsip kerja armoured mampu melakukan kamuflase antivirus sehingga tidak terdeteksi antivirus. Proses kamuflase ini dengan cara merubah ukuran file ketika discan, merubah nama dan ekstensi, bahkan mampu berjalan seperti layaknya antivirus
    4 Rogue
    Prinsip kerja rogue adalah meniru perilaku antivirus. Mampu melakukan scanning, mampu menemukan file target virus (yang sebenarnya bukan virus asli) dengan memberikan pesan warning, yang seolah-olah menemukan virus.

    5 Rootkit
    Prinsip kerja rootkit adalah meniru dan menyerupai kerja system komputer. Mulai dari proses eksekusi saat booting sampai dengan shutdown, atau saat proses komputer sedang berjalan. Biasanya virus yang memiliki prinsip kerja ini berada di folder windows dan registry.

    6 Polymorphic
    Prinsip kerja polymorphic selalu berubah-ubah setiap setelah melakukan infeksi. Sehingga virus utama akan terus berganti setelah menginfeksi dan menghasilkan file virus baru.

    7 Metamorphic
    Prinsip kerja metamorphic hamper sama seperti polymorphic. Hanya saja dalam prinsip metamorphic, virus dapat berubah secara terus menerus sesuai keinginan dari kode program virusnya. Sehingga virus yang memiliki kemampuan ini sulit dideteksi oleh antivirus.

    8 Companion
    Prinsip kerja companion adalah melakukan proses pura-pura dengan menggantikan file yang diakses oleh pengguna. Sehingga biasanya file asli akan disembunyikan secara system, dan yang akan ditampilkan adalah file duplikasi virus.
    9 Tunneling
    Prinsip kerja tunneling dapat masuk ke system melalui DOS&BIOS, dan dapat menginstall program virus didalamnya tanpa sepengetahuan user/system komputer. Sehingga secara tiba-tiba komputer akan memiliki program baru yang berjalan dibelakang layar.

    Kenapa virus ada ?
    munculnya virus diawali dengan munculnya permainan Core War. Pemenangnya adalahpemilik program yang mempunyai sisa terbanyak dalam waktu tertentu.
    dengan adanya niatan bagaimana caranya mengalahkan program lawan, maka dibuatlah program komputer yang dapat melumpuhkan komputer lawan.

    Apa tujuan pembuatan virus ?
    1. Iseng
    a. Coba-coba
    b. Iseng dengan niatan pribadi
    2. Hoby
    3. Ingin terkenal
    4. Bisnis
    a. Penyanderaan file/akun
    b. Konspirasi antivirus
    c. Pencurian akun
    d. Ingin menikmati software berbayar secara ilegal
    5. Keamanan
    a. Keamanan jaringan
    b. Monitoring
    c. Cyber Army

    Cara meminimalisir virus menjangkit komputer selain dengan Antivirus & Deepfreze
    Offline
    1. Matikan autorun/autoplay
    2. Aktifkan proses mount&unmount (bit locker di windows)
    3. Hindari menyimpan file exe
    4. Gunakan software resmi
    5. Gunakan USB read/write blocker
    6. Matikan eksekusi file exe dari flashdisk

    * Pilih Start >> Control Panel
    * Pilih Administrative Tools >> Local Security Policy
    * Pilih Software Restriction Policies >> Additional Rules
    * Pada Additional Rules, klik kanan >> pilih New Path Rule…
    * Pada kolom Path, pilih Browes pilih dimana drive flashdisk berada, misal di I:\
    * Pada kolom Security Level, pilih Disallowed
    * Pilih OK dan Restart komputer

    7. Jangan gunakan patch/keygen Pakai saja serial number
    8. Hindari proses klik 2x dalam driver/folder (lewat explorer)

    Online
    1. Aktifkan firewall
    2. Nonaktifkan file sharing jika tidak diperlukan
    3. Jangan menyimpan halaman website langsung (file html) – save page as
    4. Gunakan aplikasi web scanning (filtering)
    5. Jangan mudah mengklik tautan ilegal
    6. Jangan install program online secara illegal
    7. Gunakan proxy yang terpercaya/legal
    8. Abaikkan pesan email yang tidak jelas
    9. Gunakan akun email yang secure
    10. Usahakan gunakan koneksi statis (bukan DHCP-kecuali modem)
    11. Gunakan anti spamming

    Antivirus
    1. Untuk dapat mendeteksi virus harus memiliki database virus
    (virus signature database)
    2. Melihat bagaimana virus bekerja (behavior blocking detection)

    Cara Antivirus mempperlakukan virus
    1. Delete
    2. Repaire
    3. Quarantine

    WATERFALL PROCESS MODEL
    Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

    Gambar di atas adalah tahapan umum dari model proses ini. Akan tetapi Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama dengan tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya. Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini menurut Pressman:
    • System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.
    • Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
    • Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
    • Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.
    • Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
    • Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.
    Mengapa model ini sangat populer??? Selain karena pengaplikasian menggunakan model ini mudah, kelebihan dari model ini adalah ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh, eksplisit, dan benar di awal project, maka SE dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Meskipun seringkali kebutuhan sistem tidak dapat didefinisikan seeksplisit yang diinginkan, tetapi paling tidak, problem pada kebutuhan sistem di awal project lebih ekonomis dalam hal uang (lebih murah), usaha, dan waktu yang terbuang lebih sedikit jika dibandingkan problem yang muncul pada tahap-tahap selanjutnya.
    Meskipun demikian, karena model ini melakukan pendekatan secara urut / sequential, maka ketika suatu tahap terhambat, tahap selanjutnya tidak dapat dikerjakan dengan baik dan itu menjadi salah satu kekurangan dari model ini. Selain itu, ada beberapa kekurangan pengaplikasian model ini, antara lain adalah sebagai berikut:
    • Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan SE.
    • Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.
    • Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya.
    Menurut saya, tahapan-tahapan model ini sudah cukup baik dalam artian minimal untuk melakukan SE, maka harus ada tahapan-tahapan ini. Tahapan-tahapan ini jugalah yang digunakan oleh model-model yang lain pada umumnya. Ada filosofi yang mengatakan sesuatu yang sukses diciptakan pertama kali, maka akan terus dipakai di dalam pengembangannya. Hal ini juga berlaku pada waterfall model ini. Mungkin dapat dikatakan bahwa inilah standar untuk melakukan SE.
    Akan tetapi, yang mungkin menjadi banyak pertimbangan mengenai penggunaan dari model ini adalah metode sequential-nya. Mungkin untuk awal-awal software diciptakan, hal ini tidak menjadi masalah, karena dengan berjalan secara berurutan, maka model ini menjadi mudah dilakukan. Sesuatu yang mudah biasanya hasilnya bagus. Oleh karena itu model ini sangat populer. Akan tetapi, seiring perkembangan software, model ini tentu tidak bisa mengikutinya. Yang menjadi kelemahan adalah pada pengerjaan secara berurutan tadi, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya. Kelemahan-kelemahan yang lain juga sudah saya utarakan di atas, atau bahkan masih ada yang lainnya.
    Dari sini, nantinya akan dikembangkan model-model yang lain, bahkan ada tahap evolusioner dari suatu model proses untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tadi. Meskipun secara tahapan masih menggunakan standar tahapan waterfall model. Kesimpulannya adalah ketika suatu project skalanya sedang mengarah kecil bisa menggunakan model ini. Akan tetapi kalau sudah project besar, tampaknya kesulitan jika menggunakan model ini.

    Pengembangan Sistem dengan Metode Waterfall
    Leave a reply
    Pengembangan sistem informasi dalam kurun waktu kini sungguh sangat pesat. Di hampir setiap perusahaan selalu melakukan perbaikan, inovasi, dan evaluasi terhadap sistem informasi yang ada di dalam perusahaan tersebut, agar selalu mendukung bisnis-bisnis yang mereka jalankan.Dengan memanfaatkan kemampuan dari sistem informasi, diharapkan perkembangan bisnis semakin maju dan dapat menaikkan pendapatan dari perusahaan.
    Salah satu metode pengembangan sistem informasi yang sering digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). Berbagai macam perusahaan besar yang mempunyai kekuatan IT yang besar sering menerapkan SDLC sebagai metode pengembangan sistem informasi.
    Pada tulisan kali ini akan lebih fokus ke dalam metode SDLC menggunakan metode Waterfall. Metode waterfall mempunyai ciri harus mengerjakan fase per fase dengan urut dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke fase selanjutnya.
    Pengembangan sistem informasi merupakan bagian pekerjaan utama dari karyawan IT di setiap perusahaan. Sering kali metode pengerjaan proyek sistem informasi menjadi masalah serius untuk perusahaan yang sangat konsen terhadap perkembangan Teknologi. Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, diharapkan perusahaan mendapatkan profit.
    Penetapan penggunaan metode dalam pengembangan sistem informasi sering kali membutuhkan keputusan berbagai pihak apakah ingin menggunakan metode yang mana. Di beberapa perusahaan, seringkali metode pengembangan sistem informasi dijadikan standar di divisi Teknologi sebagai cara kerja standar mereka. Unit atau kelompok di Divisi Teknologi pun dibagi berdasarkan fungsi dari berbagai peranan dari metode yang ada.
    Fungsi dari penerapan SDLC juga digunakan sebagai kontrol kerja dari unit yang saling berkait. Setiap unit di divisi Teknologi akan mempunyai tugas yang berbeda, sesuai tahapan di SDLC itu sendiri.
    Dalam penulisan makalah ini, saya ingin menulis tentang penerapan SDLC dengan metode waterfall di tempat saya bekerja. Seperti apa cara kerja divisi teknologi kami dalam penerapan SDLC, mulai dari identifikasi masalah sampai mempromosikan atau mengimplementasikannya.
    MODEL SDLC WATERFALL
    Model Waterfall merupakan salah satu metode dalam SDLC yang mempunyai ciri khas pengerjaan setiap fase dalam watefall harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase selanjutnya. Artinya fokus terhadap masing-masing fase dapat dilakukan maksimal karena tidak adanya pengerjaan yang sifatnya paralel.
    Fase dalam Metode Waterfall
    Tahapan tahapan dari metode waterfall adalah sebagai berikut :
    1. Requirement Analysis
    Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam faseini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
    2. System Design
    Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap inibertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnyadikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem sertamendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
    3. Implementation
    Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan softwaredipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap inijuga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakahsudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.
    4. Integration & Testing
    Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yangsudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengandesainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
    5. Operation & Maintenance
    Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Softwareyang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidakditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unitsistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

    Kapan sebaiknya model water fall digunakan? Teori-teori menyimpulkan beberapa hal, yaitu:
    1. Ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan.
    2. Definisi produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal, perubahan tujuan, perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu, teknologi yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
    3. Menghasilkan produk baru, atau versi baru dari produk yang sudah ada. Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah masuk incremental development, yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall kemudian diulang-ulang.
    4. Porting produk yang sudah ada ke dalam platform baru.
    Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, galat diketahui saat perangkat lunak dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi.
    Contoh Penerapan Metode Waterfall
    Implementasi waterfall pada sistem pendaftaran siswa online di SMA 1 Bandung. Di SMA 1 Bandung, sebelumnya, pendaftaran/ registrasi dilakukan secara tatap muka dating langsung ke lingkungan sekolah. Sistem akan dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan basis data yang digunakan adalah MySQL yang dilakukan di perangkat keras PC (personal computer) dengan sistem operasi Microsoft Windows XP, Linux, dan lain sebagainya, yang digunakan untuk mempermudah siswa – siswi yang ingin mendaftar pada suatu sekolah, universitas, akademik tanpa harus ke suatu sekolah yang ingin kita masuki.

    KESIMPULAN
    Dengan penerapan metode waterfall sebagai acuan kerja di divisi Teknologi, maka diperoleh keuntungan dan kerugian dari waterfall. Berikut adalah kesimpulannya.
    Keuntungan menggunakan metode waterfall adalah
    Proses menjadi lebih teratur, urutan proses pengerjaan menggunakan metode ini menjadi lebih teratur dari satu tahap ke tahap yang selanjutnya. Dari sisi user juga lebih menguntungkan karena dapat merencanakan dan menyiapkan seluruh kebutuhan data dan proses yang akan dipperlukan.
    Jadwal menjadi lebih menentu, jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti. Sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program. Dengan adanya urutan yang pasti, dapat dilihat pula progress untuk setiap tahap secara pasti.
    Kelemahan menggunakan metode waterfall adalah
    Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses. Jika terdapat kekuarangan proses atau prosedur dari tahan sebelumnya, maka tahapan pengembangan harus dilakukan mulai dari awal. Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Karena jika proses sebelumnya belum selesai sampai akhir, maka proses selanjutnya juga tidak dapat berjalan. Maka, jika terdapat kekuarangan dalam permintaan user, proses pengembangan harus dimulai dari awal.
    Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal. Untuk menghindari pengulangan tahap dari awal, user harus memberikan seluruhh prosedur, data dan laporan yang diinginkan mulai dari tahap awal pengembangan. Tetapi di banyak kondisi, user sering melakukan permintaan si tahap pertengahan pengembangan sistem. Dengan metode ini, maka development harus dilakukan mulai dari tahap awal. Karena development disesuaikan dengan design hassil user pada saat tahap awal pengembangan.

    Like

  28. Fajar Widayati
    12.5.00138
    TI/D(Pagi)

    Menurut saya perbedaan evaliasi sebelum di desain dan sesudah di desain adalah melihat daari tujuan evaluasi dan berbagai aspek lainya tentang evalusai saya dapat menyimpulkan bahwa sebernarnya Evaluasi terjadi setelah proses perancangan. Evaluasi pertama system idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/ diperbaiki sebelumnya
    Evaluasi adalah sebuah proses yang secara sistematis mengumpulkan data yang menginformasikan kepada kita tentang pendapat seseorang atau sekelompok user mengenai pengalamannnya menggunakan sebuah produk untuk sebuah tugas tertentu dalam sebuah lingkungan tertentu.
    Evaluasi adalah suatu tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas system yang dilakukan di dalam laboratorium, di lapangan, atau di dalam kolaborasi dengan pengguna. Yang dievaluasi pada interaksi manusia dan komputer adalah desain dan implementasinya. Evaluasi sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan semua tahapan siklus hidup desain.
    Seorang user berkeinginan untuk menggunakan sebuah sistem yang mudah dipelajari, dan penggunaannya sedapat mungkin efektif, efisien, aman, dan memuaskan. Selain itu, sedapat mungkin menyenangkan, atraktif, menantang, dll.
    B. TUJUAN EVALUASI
    a) Melihat seberapa jauh system berfungsi. Mencakup kesesuaian penggunaan system terhadap harapan user pada tugas tersebut. Evaluasi pada tahap ini meliputi pengukuran unjuk kerja dari user pada system, untuk melihat keefektifan system dalam mendukung tugas.
    b) Melihat efek interface bagi pengguna Mencakup aspek dari kemudahan system dipelajari, daya guna dan perilaku user.
    c) Mengidentifikasi problem khusus yang terjadi pada system Ketika penggunaan suatu konteks memberikan hasil yang tidak diinginkan, atau terjadi kekacauan di antara user. Tujuan ini merupakan aspek negatif dari desain.
    C. JENIS EVALUASI
    1. Dalam kondisi percobaan (Laboratory) : Pengujian system ini dilakukan pada ruang percobaan dengan beberapa kondisi diantaranya :
    a. Laboratorium yang bagus biasanya memiliki fasilitas perekaman audio/visual yang baik, cermin dua arah, komputer beserta perlengkapannya yang mungkin tidak ada pada lokasi kerja yang sebenarnya.
    b. Operator terbebas dari gangguan yang menghambat pekerjaan.
    c. Beberapa situasi hanya dapat dilakukan di laboratorium, misalnya system yang akan digunakan ditempatkan pada lokasi yang berbahaya atau terpencil.
    d. Dapat memanipulasi situasi untik memecahkan masalah dan melihat penggunaan presedur atau membandingkan beberapa alternatif perancangan dengan situasi yang sebenarnya.
    e. Situasi pada laboratorium tidak dapat menggambarkan situasi ruang kerja yang sebenarnya dan terdapat orang-orang yang tidak bisa bekerja pada kondisi seperti di laboratorium.

    2. Dalam kondisi lokasi kerja yang sebenarnya : Pengguna pengujian system ini pada lokasi kerja sebenarnya mempunyai beberapa kondisi, di antaranya :
    a. Tingkat gangguan yang melebihi ambang batas, tingkat pergerakan yang tinggi dan interupsi yang tetap, seperti panggilan telepon yang menyebabkan observasi ini sulit dilakukan.
    b. Situasi yang lebih “terbuka” antar system dan pengguna.
    c. Aneka gangguan yang terjadi pada lokasi ini digunakan sebagai situasi yang mewakili situasi sebenarnya.
    3. Participatory design
    Adalah suatu pemikiran yang melibatkan keseluruhan alur perancangan dan tidak hanya proses evaluasi saja. Perancangan ini dilakukan pada ruang kerja yang melibatkan pengguna yang tidak hanya digunakan sebaagai subyek percobaan tetapi juga sebagai anggota yang aktif dalam team perancangan. Argumennya adalah user dianggap ahli dalam konteks dan perancangan hanya dapat efektif pada konteks tersebut jika para ahli ini memberikan kontribusi yang aktif keperancangan.
     Memiliki beberapa karakteristik :
    – Meningkatkan lingkungan kerja dan tugas. Ini membuat perancangan dan evaluasi berorientasi kerja atau konteks dibanding berorientasi sistem.
    – Mempunyai sifat kerja sama (kolaborasi), yaitu pengguna dilibatkan sebagai anggota team dan mempunyai kontribusi pada setiap tingkat perancangan.
    – Mempunyai pendekatan iterative, perancangan adalah suatu subyek untuk evaluasi dan revisi pada setiap tingkatan.
    D. PARADIGMA EVALUASI
    1) ‘Quick and dirty’ evaluation
    Adalah umpan balik berupa keinginan dan yang disukai dari user atau konsultan yang disampaikan secara infomal kepada desainer tentang produk yang dibuatnya. Evaluasi ini dapat dilakukan pada semua tahapan pembuatan produk dan penekanannya pada masukan yang cepat/sesingkat mungkin daripada temuan yang didokumentasikan secara hati-hati.
    2) Usability testing
    Evaluasi ini cukup dominan digunakan pada tahun 1980- an. Melibatkan pengukuran kinerja user dalam mempersiapkan tugasnya secara hati-hati , dari proses inilah maka dibuatkan design sistemnya. Kinerja umumnya diukur dalam jumlah kesalahan yang dilakukan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Cara yang umumnya digunakan untuk membuat sistem ini yaitu dengan cara :
    • melihat secara langsung
    • merekamnya dalam video
    Evaluasi ini menggunakan kuesioner dan wawancara kepada user tentang kepuasannya menggunakan sistem tersebut, Penelitian biasanya dilakuan di dalam laboratorium, diman user diberi suatu treatment tertentu (misal, cahaya, suara, warna, dll) atau biisa juga tanpa treatment.
    3) Field studies
    Dilakukan dilingkungan asli user bekerja. Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kerja user secara alami dan bagaimana dampak teknologi tersebut padanya. Dapat juga membantu mengientifikasi kesempatan sebuah teknologi baru, menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk melakukan desain, memfasilitasi sebuah pengenalan teknologi. Teknik inni digunakan untuk interview, observasi, partisipatori. Dari data yang didapatkan tersebut, maka desiner dapat melakukan evaluasi.
    4) Predictive evaluation
    Didasarkan pada pengalaman erang ahli dalam menghadapi user,dan biasanya hal ini dijadikan patokan untuk memprdiksi masalah-masalah penggunaan produk. Keuntungan dari teknik ini user yang di inginkan tidak perlu dihadirkan,proses pembuatannya relatif murah, cepat, dan cukup disukai oleh perusahaan. Tahun-tahun terakhir evaluasi ini cukup populer.
    E. MEMILIH METODE EVALUASI
    Faktor yang membedakan teknik evaluasi. Ada 8 faktor yang membedakan teknik evaluasi yang berbeda yang membantu kita dalam memilih teknik yang sesuai, yaitu :
    1. Tingkat siklus
    2. Jenis evaluasi
    3. Tingkat objektivitas dan subyektivitas
    4. Jenis ukuran yang tersedia
    5. Informasi yang tersedia
    6. Kesiapan dari suatu respon
    7. Tingkat gangguan yang tidak secara langsung
    8. Sumber yang tersedia

    F. MENGEVALUASI PERANCANGAN
    Evaluasi terjadi setelah proses perancangan. Evaluasi pertama system idealnya dilakukan sebelum implementasi dimulai. Jika perancangan dievaluasi, kesalahan dapat dihindari karena perancangan diubah/ diperbaiki sebelumnya. Sejumlah metode dibuat untuk mengevaluasi perancangan sebelum implementasi, yaitu :
    1. Cognitive Walkthrough
    2. Heuristic Evaluation
    3. Review based
    4. Model based
    G. MENGEVALUASI IMPLEMENTASI
    Perbedaan yang besar dengan evaluasi perancangan adalah keberadaan implementasi system yang ada dalam berbagai bentuk. Hal ini dapat dimulai dari simulasi kemampuan interaktif system, sebagai contoh Wizard of Oz, melalui fungsi prototype dasar sampai dengan system yang telah diimplementasi secara keseluruhan.
    a) Metode Empirik : Evaluasi Eksperimen
    Satu metode yang sangat kuat dalam mengevaluasi perancangan atau aspek dari perancangan adalah menggunakan eksperimen yang terkontrol. Ini menyediakan kenyataan empiris untuk mendukung klaim umum atau hipotesis. Setiap eksperimen memiliki dasar yang sama. Dalam bentuk dasar ada sejumlah factor penting terhadap keseluruhan kehandalan eksperimen, yang harus dipertimbangkan dalam perancangan eksperimen.
    Faktor-faktor tersebut adalah :
    1. Subyek
    2. Variabel
    3. hypothesis
    b) Perancangan Eksperiment
    Between-Groups (Randomized)
    – Masing-masing subyek diberikan kondisi yang berbeda yakni kondisi eksperimen (variable sudah dimanipulasi) dan control, yang identik dengan kondisi eksperimen kecuali untuk manipulasi ini. Control ini memastikan bahwa manipulasi bertanggungjawab untuk setiap perbedaan yang diukur.
    – Keuntungan perancangan ini adalah setiap user menghasilkan satu kondisi
    – Kerugiannya adalah dengan semakin banyak jumlah subyek yang tersedia akan menyebabkan hasilnya akan berkurang dan perbedaan antar setiap individu akan membuat bias hasil. Hal ini dapat diatasi dengan memilih dengan hati-hati subyek yang dipilih dan menjamin setiap kelompok terwakili.
    Within-Groups
    – Setiap user akan menampilkan kondisi yang berbeda
    – Jumlah user yang tersedia lebih sedikit
    – Pengaruh dari subyek lebih sedikit
    c) Pengukuran Statistik
    Dua aturan dalam analisa dengan statistik yakni : melihat data dan menyimpan data. Menyimpan data penting jika kita akan melakukan metode analisis yang berbeda. Pemilihan analisis statistika bergantung pada tipe data dan pertanyaan yang perlu dijawab.
    Variabel yang digunakan terbagi dalam :
     Discrete Variables
    – Menggunakan jumlah yang terbatas dari suatu nilai atau tingkatan
    Contoh: Warna layar monitor yakni : red, green atau blue.
    – Merupakan suatu independent variable
     Continous Variable
    – Menggunakan jumlah berapapun (batas atas maupun batas bawah)
    Contoh : Ketinggian seseorang atau waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
    – Merupakan suatu dependent variable

    0 Worm
    Prinsip kerja worm adalah mencopy dirinya sendiri ke memory komputer. Perbedaannya dengan virus adalah, kalau virus melakukan infeksi file/target. Sedangkan worm hanya berdiam diri pada memory. Sehingga biasanya proses komputer akan terasa lambat karena jumlah memory yang terpakai menjadi banyak. Contoh: I-Worm/Happy99(Ska), I-Worm/ExploreZIP, I-Worm/PrettyPark, I-Worm/MyPics. Cara penanganannya

    1 Trojan
    Prinsip kerja Trojan tidak menggandakan dirinya sendiri. Trojan biasanya merusak file, system atau aplikasi. Ada juga Trojan yang menyandera data-data penting dengan merusaknya, jika si pengguna menginginkan datanya kembali, maka dia harus membayar sejumlah uang pada si pembuat Trojan. Contoh : Win-Trojan/Back Orifice, Win-Trojan/SubSeven, Win-Trojan/Ecokys

    2 Backdoor
    Prinsip kerja backdoor mampu berjalan dibalik proses system komputer, sehingga tidak dapat dikenali secara visual oleh user dan antivirus. Prinsip kerja ini biasanya hampir sama seperti spyware. Hanya saja backdoor dapat berupa virus yang merusak file secara langsung.

    3 Armoured
    Prinsip kerja armoured mampu melakukan kamuflase antivirus sehingga tidak terdeteksi antivirus. Proses kamuflase ini dengan cara merubah ukuran file ketika discan, merubah nama dan ekstensi, bahkan mampu berjalan seperti layaknya antivirus
    4 Rogue
    Prinsip kerja rogue adalah meniru perilaku antivirus. Mampu melakukan scanning, mampu menemukan file target virus (yang sebenarnya bukan virus asli) dengan memberikan pesan warning, yang seolah-olah menemukan virus.

    5 Rootkit
    Prinsip kerja rootkit adalah meniru dan menyerupai kerja system komputer. Mulai dari proses eksekusi saat booting sampai dengan shutdown, atau saat proses komputer sedang berjalan. Biasanya virus yang memiliki prinsip kerja ini berada di folder windows dan registry.

    6 Polymorphic
    Prinsip kerja polymorphic selalu berubah-ubah setiap setelah melakukan infeksi. Sehingga virus utama akan terus berganti setelah menginfeksi dan menghasilkan file virus baru.

    7 Metamorphic
    Prinsip kerja metamorphic hamper sama seperti polymorphic. Hanya saja dalam prinsip metamorphic, virus dapat berubah secara terus menerus sesuai keinginan dari kode program virusnya. Sehingga virus yang memiliki kemampuan ini sulit dideteksi oleh antivirus.

    8 Companion
    Prinsip kerja companion adalah melakukan proses pura-pura dengan menggantikan file yang diakses oleh pengguna. Sehingga biasanya file asli akan disembunyikan secara system, dan yang akan ditampilkan adalah file duplikasi virus.
    9 Tunneling
    Prinsip kerja tunneling dapat masuk ke system melalui DOS&BIOS, dan dapat menginstall program virus didalamnya tanpa sepengetahuan user/system komputer. Sehingga secara tiba-tiba komputer akan memiliki program baru yang berjalan dibelakang layar.

    Kenapa virus ada ?
    munculnya virus diawali dengan munculnya permainan Core War. Pemenangnya adalahpemilik program yang mempunyai sisa terbanyak dalam waktu tertentu.
    dengan adanya niatan bagaimana caranya mengalahkan program lawan, maka dibuatlah program komputer yang dapat melumpuhkan komputer lawan.

    Apa tujuan pembuatan virus ?
    1. Iseng
    a. Coba-coba
    b. Iseng dengan niatan pribadi
    2. Hoby
    3. Ingin terkenal
    4. Bisnis
    a. Penyanderaan file/akun
    b. Konspirasi antivirus
    c. Pencurian akun
    d. Ingin menikmati software berbayar secara ilegal
    5. Keamanan
    a. Keamanan jaringan
    b. Monitoring
    c. Cyber Army

    Cara meminimalisir virus menjangkit komputer selain dengan Antivirus & Deepfreze
    Offline
    1. Matikan autorun/autoplay
    2. Aktifkan proses mount&unmount (bit locker di windows)
    3. Hindari menyimpan file exe
    4. Gunakan software resmi
    5. Gunakan USB read/write blocker
    6. Matikan eksekusi file exe dari flashdisk

    * Pilih Start >> Control Panel
    * Pilih Administrative Tools >> Local Security Policy
    * Pilih Software Restriction Policies >> Additional Rules
    * Pada Additional Rules, klik kanan >> pilih New Path Rule…
    * Pada kolom Path, pilih Browes pilih dimana drive flashdisk berada, misal di I:\
    * Pada kolom Security Level, pilih Disallowed
    * Pilih OK dan Restart komputer

    7. Jangan gunakan patch/keygen Pakai saja serial number
    8. Hindari proses klik 2x dalam driver/folder (lewat explorer)

    Online
    1. Aktifkan firewall
    2. Nonaktifkan file sharing jika tidak diperlukan
    3. Jangan menyimpan halaman website langsung (file html) – save page as
    4. Gunakan aplikasi web scanning (filtering)
    5. Jangan mudah mengklik tautan ilegal
    6. Jangan install program online secara illegal
    7. Gunakan proxy yang terpercaya/legal
    8. Abaikkan pesan email yang tidak jelas
    9. Gunakan akun email yang secure
    10. Usahakan gunakan koneksi statis (bukan DHCP-kecuali modem)
    11. Gunakan anti spamming

    Antivirus
    1. Untuk dapat mendeteksi virus harus memiliki database virus
    (virus signature database)
    2. Melihat bagaimana virus bekerja (behavior blocking detection)

    Cara Antivirus mempperlakukan virus
    1. Delete
    2. Repaire
    3. Quarantine

    WATERFALL PROCESS MODEL
    Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement. Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :

    Gambar di atas adalah tahapan umum dari model proses ini. Akan tetapi Roger S. Pressman memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama dengan tahapan-tahapan model waterfall pada umumnya. Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini menurut Pressman:
    • System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.
    • Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.
    • Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.
    • Coding. Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.
    • Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.
    • Maintenance. Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.
    Mengapa model ini sangat populer??? Selain karena pengaplikasian menggunakan model ini mudah, kelebihan dari model ini adalah ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh, eksplisit, dan benar di awal project, maka SE dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Meskipun seringkali kebutuhan sistem tidak dapat didefinisikan seeksplisit yang diinginkan, tetapi paling tidak, problem pada kebutuhan sistem di awal project lebih ekonomis dalam hal uang (lebih murah), usaha, dan waktu yang terbuang lebih sedikit jika dibandingkan problem yang muncul pada tahap-tahap selanjutnya.
    Meskipun demikian, karena model ini melakukan pendekatan secara urut / sequential, maka ketika suatu tahap terhambat, tahap selanjutnya tidak dapat dikerjakan dengan baik dan itu menjadi salah satu kekurangan dari model ini. Selain itu, ada beberapa kekurangan pengaplikasian model ini, antara lain adalah sebagai berikut:
    • Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ke tahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan SE.
    • Karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.
    • Pada setiap tahap proses tentunya dipekerjakan sesuai spesialisasinya masing-masing. Oleh karena itu, ketika tahap tersebut sudah tidak dikerjakan, maka sumber dayanya juga tidak terpakai lagi. Oleh karena itu, seringkali pada model proses ini dibutuhkan seseorang yang “multi-skilled”, sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya.
    Menurut saya, tahapan-tahapan model ini sudah cukup baik dalam artian minimal untuk melakukan SE, maka harus ada tahapan-tahapan ini. Tahapan-tahapan ini jugalah yang digunakan oleh model-model yang lain pada umumnya. Ada filosofi yang mengatakan sesuatu yang sukses diciptakan pertama kali, maka akan terus dipakai di dalam pengembangannya. Hal ini juga berlaku pada waterfall model ini. Mungkin dapat dikatakan bahwa inilah standar untuk melakukan SE.
    Akan tetapi, yang mungkin menjadi banyak pertimbangan mengenai penggunaan dari model ini adalah metode sequential-nya. Mungkin untuk awal-awal software diciptakan, hal ini tidak menjadi masalah, karena dengan berjalan secara berurutan, maka model ini menjadi mudah dilakukan. Sesuatu yang mudah biasanya hasilnya bagus. Oleh karena itu model ini sangat populer. Akan tetapi, seiring perkembangan software, model ini tentu tidak bisa mengikutinya. Yang menjadi kelemahan adalah pada pengerjaan secara berurutan tadi, seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya. Kelemahan-kelemahan yang lain juga sudah saya utarakan di atas, atau bahkan masih ada yang lainnya.
    Dari sini, nantinya akan dikembangkan model-model yang lain, bahkan ada tahap evolusioner dari suatu model proses untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tadi. Meskipun secara tahapan masih menggunakan standar tahapan waterfall model. Kesimpulannya adalah ketika suatu project skalanya sedang mengarah kecil bisa menggunakan model ini. Akan tetapi kalau sudah project besar, tampaknya kesulitan jika menggunakan model ini.

    Pengembangan Sistem dengan Metode Waterfall
    Leave a reply
    Pengembangan sistem informasi dalam kurun waktu kini sungguh sangat pesat. Di hampir setiap perusahaan selalu melakukan perbaikan, inovasi, dan evaluasi terhadap sistem informasi yang ada di dalam perusahaan tersebut, agar selalu mendukung bisnis-bisnis yang mereka jalankan.Dengan memanfaatkan kemampuan dari sistem informasi, diharapkan perkembangan bisnis semakin maju dan dapat menaikkan pendapatan dari perusahaan.
    Salah satu metode pengembangan sistem informasi yang sering digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC). Berbagai macam perusahaan besar yang mempunyai kekuatan IT yang besar sering menerapkan SDLC sebagai metode pengembangan sistem informasi.
    Pada tulisan kali ini akan lebih fokus ke dalam metode SDLC menggunakan metode Waterfall. Metode waterfall mempunyai ciri harus mengerjakan fase per fase dengan urut dan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke fase selanjutnya.
    Pengembangan sistem informasi merupakan bagian pekerjaan utama dari karyawan IT di setiap perusahaan. Sering kali metode pengerjaan proyek sistem informasi menjadi masalah serius untuk perusahaan yang sangat konsen terhadap perkembangan Teknologi. Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, diharapkan perusahaan mendapatkan profit.
    Penetapan penggunaan metode dalam pengembangan sistem informasi sering kali membutuhkan keputusan berbagai pihak apakah ingin menggunakan metode yang mana. Di beberapa perusahaan, seringkali metode pengembangan sistem informasi dijadikan standar di divisi Teknologi sebagai cara kerja standar mereka. Unit atau kelompok di Divisi Teknologi pun dibagi berdasarkan fungsi dari berbagai peranan dari metode yang ada.
    Fungsi dari penerapan SDLC juga digunakan sebagai kontrol kerja dari unit yang saling berkait. Setiap unit di divisi Teknologi akan mempunyai tugas yang berbeda, sesuai tahapan di SDLC itu sendiri.
    Dalam penulisan makalah ini, saya ingin menulis tentang penerapan SDLC dengan metode waterfall di tempat saya bekerja. Seperti apa cara kerja divisi teknologi kami dalam penerapan SDLC, mulai dari identifikasi masalah sampai mempromosikan atau mengimplementasikannya.
    MODEL SDLC WATERFALL
    Model Waterfall merupakan salah satu metode dalam SDLC yang mempunyai ciri khas pengerjaan setiap fase dalam watefall harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase selanjutnya. Artinya fokus terhadap masing-masing fase dapat dilakukan maksimal karena tidak adanya pengerjaan yang sifatnya paralel.
    Fase dalam Metode Waterfall
    Tahapan tahapan dari metode waterfall adalah sebagai berikut :
    1. Requirement Analysis
    Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam faseini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
    2. System Design
    Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap inibertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnyadikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem sertamendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
    3. Implementation
    Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan softwaredipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap inijuga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakahsudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.
    4. Integration & Testing
    Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yangsudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengandesainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
    5. Operation & Maintenance
    Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Softwareyang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidakditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unitsistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.

    Kapan sebaiknya model water fall digunakan? Teori-teori menyimpulkan beberapa hal, yaitu:
    1. Ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan.
    2. Definisi produk stabil dan tidak ada perubahan saat pengembangan untuk alasan apapun seperti perubahan eksternal, perubahan tujuan, perubahan anggaran atau perubahan teknologi. Untuk itu, teknologi yang digunakan pun harus sudah dipahami dengan baik.
    3. Menghasilkan produk baru, atau versi baru dari produk yang sudah ada. Sebenarnya, jika menghasilkan versi baru maka sudah masuk incremental development, yang setiap tahapnya sama dengan Waterfall kemudian diulang-ulang.
    4. Porting produk yang sudah ada ke dalam platform baru.
    Dengan demikian, Waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru. Tetapi salah satu kelemahan paling dasar adalah menyamakan pengembangan perangkat keras dengan perangkat lunak dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, galat diketahui saat perangkat lunak dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi.
    Contoh Penerapan Metode Waterfall
    Implementasi waterfall pada sistem pendaftaran siswa online di SMA 1 Bandung. Di SMA 1 Bandung, sebelumnya, pendaftaran/ registrasi dilakukan secara tatap muka dating langsung ke lingkungan sekolah. Sistem akan dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan basis data yang digunakan adalah MySQL yang dilakukan di perangkat keras PC (personal computer) dengan sistem operasi Microsoft Windows XP, Linux, dan lain sebagainya, yang digunakan untuk mempermudah siswa – siswi yang ingin mendaftar pada suatu sekolah, universitas, akademik tanpa harus ke suatu sekolah yang ingin kita masuki.

    KESIMPULAN
    Dengan penerapan metode waterfall sebagai acuan kerja di divisi Teknologi, maka diperoleh keuntungan dan kerugian dari waterfall. Berikut adalah kesimpulannya.
    Keuntungan menggunakan metode waterfall adalah
    Proses menjadi lebih teratur, urutan proses pengerjaan menggunakan metode ini menjadi lebih teratur dari satu tahap ke tahap yang selanjutnya. Dari sisi user juga lebih menguntungkan karena dapat merencanakan dan menyiapkan seluruh kebutuhan data dan proses yang akan dipperlukan.
    Jadwal menjadi lebih menentu, jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti. Sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program. Dengan adanya urutan yang pasti, dapat dilihat pula progress untuk setiap tahap secara pasti.
    Kelemahan menggunakan metode waterfall adalah
    Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses. Jika terdapat kekuarangan proses atau prosedur dari tahan sebelumnya, maka tahapan pengembangan harus dilakukan mulai dari awal. Hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Karena jika proses sebelumnya belum selesai sampai akhir, maka proses selanjutnya juga tidak dapat berjalan. Maka, jika terdapat kekuarangan dalam permintaan user, proses pengembangan harus dimulai dari awal.
    Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal. Untuk menghindari pengulangan tahap dari awal, user harus memberikan seluruhh prosedur, data dan laporan yang diinginkan mulai dari tahap awal pengembangan. Tetapi di banyak kondisi, user sering melakukan permintaan si tahap pertengahan pengembangan sistem. Dengan metode ini, maka development harus dilakukan mulai dari tahap awal. Karena development disesuaikan dengan design hassil user pada saat tahap awal pengembangan.

    Like

  29. 1) * Sebelum di Desain
    Evaluasi dilakukan untuk melakukan kecocokan permintaan pengguna/keinginan pengguna dan untuk melihat hasil perancangan.

    * Sesudah Desain
    Proses evaluasi ini dilakukan dengan satu fase perncangan tetapi melalui perancangan dengan prinsip life cycle dengan hasil di kembalikan untuk memodifikasi hasil perancangan.

    2) Aplikasi : PATH
    Aplikasi yang dapat memberikan penggunanya fasilitas untuk memotret semua pengalaman mereka. Kita bisa sharing apa saja yang kita mau, maupun itu lagu, curhatan, foto, tempat/lokasi kita berada.
    Kekurangan dari Aplikasi PATH ini adalah Path hanya membatasi 150 teman. Seharusnya harus lebih karena untuk menambah sahabat dunia maya.

    3) * Requirment
    Dalam Desa Pengkol Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo belum ada sistem informasi berbasis Web

    * Specification
    Web atau blog di ketahui atau di lihat oleh penduduk desa pengkol

    * Design
    Proses design Web atau Blog membagi Informasi Kepada seluruh warga desa pengkol dengan membuka web atau blog . Proses tersebut menghasilkan sebuah web berisi Profil Desa, Potensi Desa, Pelayanan Desa Dll.

    * Implementation
    Pembuatan Web atau Blog Desa pengkol.

    * Integration
    Web diintegrasikan dan diuji menjadi web yang lengkap untuk meyakinkan bahwa Informasi-informasi telah dipenuhi.

    * Operaton mode & retirement
    Perencanaan, Analisis, Perancangan, Implementasi, Pemeliharaan.

    Like

  30. Arif Nur Rohman
    12.5.00121
    TI – D1

    1. evaluasi sebelum desain adalah Rancangan sistem kerja dari user, evaluasi setelah desain adalah pengukuran kerja dari user untuk melihat keefektifan sistem dalam mendukung tugas dan melihat seberapa jauh sistem berfungsi.
    2. aplikasi android shareit ,evaluasi (cognitive walkthrough)
    – user akan mudah berbagi file menggunakan shareit
    – dengan tampilan yang sederhana user dapat memilih file , karena dari shareit sendiri file-file sudah di filter (Apps, Photos, Music, Videos) sehingga user akan lebih mudah dalam hal berbagi file-file
    – berbagi file dengan kecepatan yang berbeda dibandingkan dengan bluetooth
    – mempermudah user dalam mencari file-file ( tidak susah mencari lewat file manager )
    3. Water fall model adalah salah satu model pengembangan software, dimana kemajuan suatu proses dipandang sebagai terus mengalir ke bawah seperti air terjun.
    waterfall model dari evaluasi (cognitive walkthrough)
    – Pemilihan tugas
    – Deskripsi tujuan awal dari user
    – Lakukan kegiatan/aksi yang tepat
    – Menganalisa proses keputusan untuk setiap kegiatan

    Like

  31. Nama : Alexander Ilham Yunianto
    NIM : 12.5.00116
    Prodi : TI.S1 / D

    1) evaluasi sebelum desain adalah sebuah persiapan pembuatan rancangan desain tampilan agar menarik sebelum di publikasikan ke publik. evaluasi interface jadi ialah sebuah hasil dari pembuatan rancangan interface untuk di lihat oleh publik

    2) Menentukan produk antivirus merupakan salah satu hal yang gampang-gampang susah. Jika anda pengguna awam dan hanya memilih antivirus untuk anda gunakan sendiri mungkin resiko dan tanggung jawabnya tidak sebesar ketika anda harus memutuskan antivirus untuk jaringan komputer di perusahaan tempat anda bekerja. Mungkin anda memilih antivirus yang populer, direkomendasikan teman atau banyak beriklan. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya, meskipun nantinya anda harus mempertanggung jawabkan keputusan anda, khususnya pada pihak manajemen jika anda mengambil keputusan untuk perusahaan anda. Karena itu tentunya akan lebih baik jika anda gunakan melihat rekomendasi dari pihak pengetes antivirus independen.

    3) Model Waterfall ini awalnya ditemukan oleh Winston W. Royce pada tahun 1970 . Dia menulis sebuah artikel ilmiah yang berisi pandangan pribadinya pada pengembangan perangkat lunak . Pada paruh pertama dari artikel, ia membahas sebuah proses yang dia sebut ” megah ” . Dia bahkan menggambar sosok model , dan lain yang menunjukkan mengapa hal itu tidak bekerja ( karena persyaratan selalu berubah ) . Model ini adalah air terjun . Dia menggunakannya sebagai contoh dari proses yang sama sekali tidak bekerja. Di paruh kedua artikel ia menggambarkan proses berulang-ulang bahwa ia dianggap jauh lebih baik . contoh pada tampilan windows.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s