Apa Itu Bukti Digital ? (Digital Evidence)

Menurut (Marshall, 2008) bukti digital atau komputer forensik tidak seperti ilmu forensik lainnya, kerena sifatnya di tentukan oleh manusia, yaitu dengan mencari bukti yang disimpan oleh fisik atau biologis, yang cenderung berkembang dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Melihat dari sifat perangkat digital dapat bedakan sebagai berikut :
  1. Closed System: yaitu tidak terhubung dengan lingkungan luar.
  2. Open System : yaitu berhubungan dengan lingkungan luar.
  3. Perubahan kompleksitas permasalahan yitu dapat diakibatkan oleh koneksi internet dan lingkungan
  4. Lokasi dilakukannya serangan lokasi asal yang dapat di sembunyikan oleh tunneling, terjadi pada kejadian yang melibatkan internet, dan sangat bergantung pada hukum masing-masing negara.

Peranan perangkat digital
Meski perangkat digital bersifat pasif dan menunggu instruksi dari manusia perangkat digital memeliki peran :
1. Saksi Mata (Witness)
2. Perkakas (Tool)
3. Penyukses Aktivitas (Accompile)
4. Target Sasaran (Victim)
5. Pelindung (Guardian)
Bukti Digital 
Bukti digital dapat juga di defenisikan sebagai informasi elektronik yang di kumpulkan pada saat melakukan investigasi pada sebuah kasus, yang melibatkan prangkat-prangkat digital, beberapa contoh dari bukti digital adalah sebagai berikut: email, transkasi perbankkan online, foto, web hsitory, audio dan video.
Dalam menangani bukti digital diperlukan prinsip-prinsip atau standar agar  tidak terjadi kesalahan pada saat menangani bukti digital tersbut. ada 4 prinsip utama untuk menangani barang bukti digital
  1. Jangan merubah sesuatu apapun  ketika menemukan sebuah bukti digital.
  2. Jika harus merubuah susuatu pastikan anda mengerti apa yang perbuat.
  3. Dokumentasikan seluruhnya apa yang dilakukan pada saat menangani barang bukti tersebut seseorang harus bertanggung jawab untuk memastikan segala sesuatunya di lakukan dengan legal dan baik sesuai dengan prinsip ini.
Selain sesuai dengan prinsip-prinsip pada saat menangani bukti digital, penangan bukti digital juga harus memperhatikan temppering atau kontaminasi, kerana dapat mempengaruhi bukti itu sendiri, secara umum kontaminasi barang bukti digital di bedakan menjadi 2 yaitu, kontaminasi fisik (sidik jari, DNA) dan kontaminasi digital (material yang tersimpan dalam perangkat tidak boleh berubah, jika memang sangat diperlukan)
Sumber :
Marshall AMK 2008 Digital Forensics: Digital Evidence in Criminal Investigations
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s