Kuliah Online Tambahan (30 Oktober 2014 s.d 31 Oktober 2014)

Bagi mahasiswa dengan Matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer, dan belum mengikuti Kuliah Online 3 Sesi Tanggal 23, 27 dan 28 Oktober 2014, dapat mengikuti Kuliah Online Tambahan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kuliah Online hanya diperuntukkan mahasiswa yang belum mengikuti Kuliah Online
  2. Nilai yang diberikan, akan berbeda dengan nilai mahasiswa yang mengikuti Kuliah Online 3 Sesi sebelumnya
  3. Jenjang waktu Kuliah Online Tambahan akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2014 pukul 15.00 WIB
  4. Carilah permasalahan yang muncul dari aspek Ergonomi, paparkan studi kasusnya, kemudian komentari menurut Anda sesuai aspek ergonomi, dan berikan solusi pemecahan masalah tersebut
  5. Permasalahan dapat diambil dari sisi hardware maupun software, atau dari sisi pengguna
  6. Hasil dari studi kasus Anda silahkan Anda posting di Komentar dibawah ini
  7. Mintalah teman Anda mengomentari postingan Anda, postingan Anda WAJIB dikomentari teman Anda (boleh teman yang mengikuti kuliah online tambahan maupun yang tidak mengikuti kuliah online tambahan), minimal 1 komentar
  8. Postingan Anda WAJIB dikomentari teman Anda dalam waktu maksimal tanggal 3 Nopember 2014 Pukul 12.00WIB
  9. Postingan yang tidak dikomentari Teman Anda, maka Postingan Anda dinilai dengan pengurangan point
  10. Jika diketahui Anda mengomentari postingan Anda sendiri, maka postingan Anda tidak akan dinilai (Segala bentuk kecurangan perubahan nama, email, jika dikirim dengan pengirim yang sama akan dapat diketahui dengan cara-cara tertentu)
  11. Semoga Kuliah Online Tambahan ini juga dapat bermanfaat bagi mahasiswa lain

Harap perhatikan peraturan diatas agar nilai Anda maksimal. Terimakasih

885731566521813171014

Advertisements

65 comments on “Kuliah Online Tambahan (30 Oktober 2014 s.d 31 Oktober 2014)

  1. PERMASALAHAN RUANG KERJA DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI
    Penerapan ergonomi pada umumnya sangat luas. Di setiap ruang yang dimiliki oleh sarana pelayanan merupakan tempat kerja utama bagi tenaga kerja dengan fungsi masing – masing ruang. Tempat kerja dengan properti dan perlengkapan yang cukup banyak dengan perancangan ruang yang tidak ergonomis, pencahayaan yang tidak ergonomis pula seringkali ketidaknyamanan dalam bekerja akan terasa, kecelakaan dan penyakit akibat kerja akan berisiko tinggi dan akan mengakibatkan pula rendahnya efisiensi dan daya kerja.

    Beberapa faktor – faktor yang menyebabkan terjadi masalah adalah:
    1. Banyaknya properti dan perlengkapan kerja yang tidak diperlukan.
    2. Banyaknya perangkat kerja yang tidak ergonomis, seperti kursi, meja, rak.
    3. Kurangnya pengetahuan dan inovasi terhadap perancangan ruang kerja yang ergonomis.
    4. Minimnya dana untuk sarana prasarana.
    5. Sempitnya ruang kerja.
    Adapun faktor yang ditimbulkan akibat dari permasalahan ini adalah :
    1. Ketidaknyamanan dalam bekerja akan terasa.
    2. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan beisiko tinggi.
    3. Menurunnya efisiensi dan daya kerja.
    4. Meningkatkan kelelahan dan rasa nyeri dalam bekerja.
    Menurut saya untuk mengatasi permasalahan tersebut hendaknya kita bisa:
    1. Merancang tempat kerja yang ergonomis yang disesuaikan dengan ruang kerja
    2. Merancang ulang perangkat kerja yang ergonomis seperti kursi, meja, rak, pintu, jendela.
    3. Memperluas tempat kerja sesuai dengan kebutuhan.
    4. Mengatur pencahayaan yang cukup.

    ——- DENY RAHMAT ——-
    —– 12.5.00028 —–
    —– TI – S1 MALAM —–

    Like

    • Ergonomi adalah satu ilmu yang peduli akan adanya
      keserasian manusia dan pekerjaannya. Ilmu ini
      menempatkan manusia sebagai unsur pertama, terutama
      kemampuan, kebolehan, dan batasannya. Ergonomi
      bertujuan membuat pekerjaan, peralatan, informasi, dan
      lingkungan yang serasi satu sama lainnya. Metodenya
      dengan menganalisis hubungan fisik antara manusia
      dengan fasilitas kerja. Manfaat dan tujuan ilmu ini adalah
      untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat bekerja.
      Dengan demikian Egonomi berguna sebagai media
      pencegahan terhadap kelelahan kerja sedini mungkin
      sebelum berakibat kronis dan fatal.Aplikasi ergonomi dalam
      desain sistem kerja memberikan peranan penting dalam
      meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja,
      misalnya: desain sistem kerja untuk mengurangi rasa nyeri
      dan ngilu pada sistem kerangka dan otot manusia. Desain
      stasiun kerja untuk alat peraga visual display, untuk
      mengurangi ketidaknyamanan visual dan postur kerja.
      Desain perkakas kerja untuk mengurangi kelelahan kerja.
      Desain peletakan instrumen dan sistem pengendali agar
      didapat optimasi dalam proses transfer informasi sehingga
      dihasilkan suatu respon yang cepat dengan
      meminimumkan resiko kesalahan, dan meningkatkan
      efisiensi kerja dan hilangnya resiko kesehatan akibat
      metode kerja yang kurang tepat.
      Aspek ergonomi melingkupi sebagai berikut:
      • Sistem komputer misalnya Monitor, CPU, Keyboard,
      Mouse, dll
      • Mebeler yang digunakan, misalnya: kursi, meja
      • Keselamatan kerja
      • Kenyamanan dalam bekerja
      D. PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI
      Prinsip-prinsip ergonomick terbagi atas 2 bagian yaitu (1)
      prinsip fisikal, dan (2)prinsip kognitif. Berikut adalah
      penjelasan masing-masing prinsip tersebut.
      1. Prinsip fisikal
      Prinsip fisikal dalam ergonomic terdiri atas:
      a) Jadikan segala sesuatu mudah untuk dijangkau
      b) Bekerja dengan tinggi yang sesuai/cocok
      c) Bekerja dengan postur yang sesuai
      d) Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan
      e) Meminimalkan kepenatan/keletihan
      f) Mengurangi pengulangan yang berlebihan
      g) Memberikan jarak ruang dan akses
      h) Meminimalkan contact stress
      i) Memberikan mobilisasi dan merubah postur/posisi
      j) Menciptakan lingkungan yang menyenangkan
      k) Pencahayaan yang tepat
      l) Temperatur yang tepat
      m) Menahan getaran
      2. Prinsip kognitif
      Prinsip kognitif dalam ergonomic terdiri atas:
      a. Adanya standardisasi
      b. Membuat stereotipe
      c. Menghubungkan aksi dengan persepsi
      d. Mempermudah pemaparan suatu informasi
      e. Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail
      f. Memberikan image/gambaran yang jelas
      g. Membuat redundansi, mis: warna yang berbeda, cetak
      tebal, miring, dll
      h. Membuat pola/patterns
      i. Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai dengan
      keadaan
      j. Memberikan umpan balik secara cepat/seketika
      Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), adalah suatu aspek
      yang harus pertama kali menjadi perhatian setiap
      melakukan kegiatan apapun, termasuk ketika berkerja
      dengan komputer. Penelitian telah mengungkapkan bahwa
      bekerja dengan komputer dapat menyebabkan gangguan
      kesehatan bahkan keselamatan. Oleh karena itu, K3
      merupakan aspek yang harus menjadi perhatian apabila
      bekerja dengan komputer.
      Penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa
      pengguna komputer dapat menderita nyeri kepala, nyeri
      otot, dan tulang terutama bahu, pergelangan tangan, leher,
      punggung, dan pinggang bagian bawah. Selain itu,
      penggunaan komputer juga masih dapat terserang penyakit
      lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan
      kaku, sakit ginjal, mata merah, berair, nyeri, dan bahkan
      ganguan penglihatan.Posisi tubuh, posisi peralatan
      komputer, pencahayaan ruangan, dan kondisi lingkungan
      sangat mempengaruhi kesehtan, keselamatan, dan
      kenyamanan saat berkerja dengan komputer.
      Dari sisi keselamatan kerja, harus menyadari bahwa
      komputer yang digunakan dihubungkan dengan listrik yang
      mempunyai tegangan tinggi. Maka dengan itu harus
      berusaha mencegah terjadinya resiko tersengat listrik.
      Untuk itu harus mengatur kabel-kabel listrik sedemikian
      rupa sehingga terhindar dari sengatan listrik, juga harus
      memperhatikan kabel-kabel dari kemungkinan terjadinya
      arus pendek yang dapat menyebabkan kebakaran dan
      rusaknya peralatan komputer.
      Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar resiko
      bekerja dengan komputer adalah sebagai berikut:
      1) Aturlah posisi tubuh saat berkerja dengan komputer
      sehingga merasa aman.
      2) Aturlah posisi perangkat komputer dan ruangan sehingga
      memberi rasa nyaman.
      3) Makan, minum dan istirahatlah yang cukup. Jangan
      menahan-nahan buang air kecil karena terlalu asyikberkerja
      dengan komputer.
      4) Sesekali gerakanlah badan untuk megurangi ketegangan
      otot dan pikiran. Olah ragalah secara teratur.
      5) Sesekali alihkan pandangan ke luar ruangan untuk
      relaksasi mata.

      Muchlis adnan
      12.5.00060
      TI-S1

      Like

      • bener juga pendapat yang anda berikan,
        kemudian kita kerja juga harus berada dalam keadaan senyaman nyamannya. jika kita tidak nyaman dalam bekerja, kemungkinan besar hasil yang kita kerjakan pasti tidak akan maksimal… karena saya sendiri juga seperti itu, he, , he, ,
        tingkatkan kinerja anda dalam bekerja!!!
        jangan kau merasa puas dengan hasil yang anda dapatkan sekarang,,, dan teruskan prestasi anda…. 😀

        Like

      • Mas Muchlis… Apabila tidak adanya kepedulian aspek ergonomi dalam arena pekerjaan bagaimana? Semisal kita karyawan menginginkan posisi ruangan kerja sedemikian rupa senyaman mungkin, tapi atasan tidak menghendaki karena menurut beliau, itu sudah yang terbaik ….

        Like

    • Memang benar aspek ergonomi harus diperhatikan. Karena mengingat dampaknya yang sangat besar. Terlebih menyangkut pada keselamatan kerja. Karena dalam dunia kerja sendiri aspek keselamatan sangat diperhatikan karena menyangkut kesejahteraan karyawan.
      Untuk itu perlunya sharing tenteng interaksi manusia dan komputer khususnya aspek ergonomis pada pengguna komputer. Good idea den.

      Like

    • Memang benar aspek ergonomi harus diperhatikan. Karena mengingat dampaknya yang sangat besar. Terlebih menyangkut pada keselamatan kerja. Karena dalam dunia kerja sendiri aspek keselamatan sangat diperhatikan karena menyangkut kesejahteraan karyawan.
      Untuk itu perlunya sharing tenteng interaksi manusia dan komputer khususnya aspek ergonomis pada pengguna komputer. Good idea den.

      Like

    • jika anda sudah bekerja. bagaimna langkah-langkah anda mensharingkan pengertian aspek ergonomi dari pendapat yang anda kemukakan tadi diatas? sehingga lingkungan kerja anda memperoleh kenyamanan ekstra tinggi?

      Like

    • Menarik… tapi ada yang saya tidak sepakat … terkait “memperluas tempat kerja”… kalau tempat kerjanya sudah fix ukurannya dengan meja dan perabot yang sudah disediakan oleh kantor… apa yang harus saya lakukan?

      Like

      • jika tempat kerjanya sudah fix ukurannya dengan meja dan perabot yang sudah disediakan oleh kantor.. maka kita harus bisa memilah sekiranya barang yang kurang berguna kita pindahkan ketempat lain, misalnya gudang

        Like

    • PEMBELAJARAN DALAM KELAS DARI ASPEK ERGONOMIS
      Prinsip utama ergonomi adalah bagaimana menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja. Artinya, perancangan suatu alat/pekerjaan harus berdasarkan penggunaan oleh manusia, dan harus dipertimbangkan mengenai kemampuan dan kemauan manusia.
      Selama ini pembelajaran yang dilaksanakan oleh pengajar belum menerapkan kaidah-kaidah ergonomi, sistem pembelajaran yang membosankan dan tidak memicu kreatifitas mahasiswa masih sangat banyak ditemukan. Banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan point atau kesimpulan yang dapat diambil dari pembelajaran.
      Penyebab masalah diatas adalah :
      • Ruang kelas yang tidak nyaman (AC tidak ada, meja kursi rusak)
      • Penerangan Ruangan
      • Merancang slide power point dalam pembelajaran, Slide Power Point yang terlalu banyak serta tidak ada sesuatu yang menarik dari sekian slide hanya tulisan penuh yang kadang melebihi kapasitas.
      Akibatnya adalah :
      • Tidak konsentrasi dalam belajar karena tidak nyaman dengan ruangan dalam kelas
      • Minim penerangan atau kurang terang menyebabkan kelelahhan pada organ mata
      • Slide power point dan penyampaian materi adalah salah satu unsur utama, jika penyampaiannya saja tidak menarik dan sulit dipahami karena terlalu luas atau melebar, maka siswa akan sulit untuk menerima apa yang disampaikan oleh pengajar.
      Solusi menurut saya :
      • Ruang kelas ditata secara rapi, meja atau kursi, papan tulis bersih sebelum kegiatan belajar.
      • Disesuaikan antara cahaya lampu ruangan dan lcd agar tidak kontras, biasanya lampu ruangan terlalu terang sedangkan lcd akan kalah terang sehingga memaksa organ mata bekerja keras untuk melihatnya. Rasa sakit atau lelah pada otot-otot mata dan otot-otot leher saat membaca tulisan yang dibuat slide.
      • Isi slide sederhana, bahan tidak seluruhnya dituangkan dalam slide. Satu halaman presentasi hanya mengandung satu jenis informasi atau idea dan isi slide tidak bermakna ganda, sehingga dapat membingungkan mahasiswa. Pesan disajikan melalui gagasan yang unik dan tidak klise (tidak sering digunakan), agar media pembelajaran yang dibuat tampil segar dan menarik perhatian, serta susun materi yang hendak disampaikan secara sistematik (runut), agar alur pesan dapat dicerna secara lancar. Bila menggunakan singkatan, gunakan yang popular. Serta konsisten dalam pengaturan warna, bila menggunakan huruf hitam maka warna dasarnya putih dan bila menggunakan huruf putih maka warna dasarnya biru tua. Penggunaan huruf yang terlalu banyak warna warni akan dapat menimbulkan kelelahan mata mahasiswa.

      (12.5.00033)

      Like

  2. Studi Kasus Dalam Dunia Kerja

    Keluhan yang sering muncul

    =Pengguna komputer mengalami ketegangan otot pundak, ketegangan otot siku, ketegangan punggung.
    =Pengguna yang bekerja lama didepan computer akan mendapatkan miope yang semakin besar
    =Pengguna mengalami iritasi dan ketegangan mata yang semakin hari makin bertambah

    Cara Mengatasi Keluhan tersebut adalah

    -Perlu pengaturan tata letak semua peralatan yang digunakan di stasiun kerja.
    – Dua faktor yang mempengaruhi unjuk kerja operator, yakni viewing angle dan posisi papan ketik
    -Rancangan stasiun kerja yang baik adalah penempatan papan ketik dan tempat duduk pada ketinggian yang tepat

    Faktor Ergonomi di tempat kerja, Hardware dan Software Komputer yang berbeda. Sebagai contoh, lihat perbedaan membaca menu drill-down antara program DOS dan program Windows . Pada program DOS perlu upaya lebih keras untuk membacanya sedang pada alat penghubung yang grafis dari program Windows dapat disesuaikan sehingga lebih mengurangi radang mata bagi pemakai tertentu.

    Work-Station dan Lingkungan kerja. Perhatikan perlengkapan kerja, penerangan, work-station, dan penempatan komponen lingkungan lain yang dapat meningkatkan ergonomi tempat kerja .

    Disain Perangkat lunak dapat memudahkan penggunaan ergonomic komputer . Pelatihan dan dukungan yang lebih baik juga dapat meningkatkan berbagai hal. Satu hal terkait yang dengan tugas tetapi murah, solusi masalah kesehatan yang low-tech adalah untuk meminta manajemen untuk dengan tegas memberikan isirahat singkat sesering mungkin untuk mengurangi tekanan phisik dan untuk membantu menyegarkan pemakai akhir agar dapat berkonsentrasi lebih baik pada proyek.

    Cara duduk atau posisi yang tepat menurut beberapa peneliti dapat mendukung factor ergonomic saat bekerja menggunakan computer. Posisi yang salah dalam bekerja mengunakan computer dapat menimbulkan resiko terkena gangguan Computer Vision Syndrome(CVS), yaitu gangguan kesehatan akibat berlama-lama menggunakan computer. Wujud keluhannya antara lain mata lelah dan kering, sakit kepala, mual-mual hingga muntah.
    Pastikan bahawa :

    1. cukup tempat dimeja anda untuk menata posisi yang paling nyaman untuk CPU, monitor, keyboard, mouse, printer, penyangga buku dan peralatan lain seperti telepon.
    2. atur meja anda dengan mempertimbangkan bagaimana perangkat itu akan digunakan, misalnya mouse dan telepon, harus ditempatkan pada posisi yang paling mudah dijangkau.
    3. atur pencahayaan ruang kerja anda secara optimal cahaya yang terlalu kuat akan mengakibatkan tampilan monitor tidak tajam, sementara cahaya yang rendah berpotensi untuk menyebabkan ganguan pada mata.
    4. buku, laporan atau bahan cetakan lain yang dibutuhkan dalam bekerja dengan computer sebaiknya diletakkan dalam monitor, bias dibawah atau disampingnya.

    Kursi :

    Kursi merupakan salah satu komponen penting ditempat kerja. Kursi yang baik akan mampu memeberikan postur dan sirkulasi darah yang baik dan akan membantu menghindari ketidaknyamanan. Pilih kursi yang nyaman, dapat diatur dan memiliki penyangga punggung. :

    Aturlah kursi sedemikian rupa sehingga :

    1. paha anda dalam posisi horizontal
    2. bila kursi kurang dapat diatur, bagian bawah punggung dapat dibantu dengan diberi bantal.
    3. telapak kaki anda harus dapat bertumpu secara rata di lantai ketika duduk dan ketika menggunakan keyboard
    4. ubahlah posisi duduk anda selama bekerja

    Keyboard
    Keyboard diperlukan sebagai alat input yang selalu kita pegang ketika kita bekerja dengan computer. Agar pemakainnya nyaman, usahakan untuk berada dalam posisi like this :

    1. atur letak keyboard sehingga lengan anda berada dalam posisi rileks dan nyaman, dengan lengan bagian depan dalam posisi horizontal
    2. pundak anda dalam posisi rileks, tidak tegang dan tidak terangkat keatas.
    3. pergelangan tangan harus lurus, tidak menekuk keatas atau kebawah.
    4. ketika mengetik, maka tangan harus ikut bergeser ke kiri ke kanan sehinggan jari tidak dipaksa untuk meraih tombol-tombol yang harus diketuk.
    5. jangan memukul tombol, tetapi tekan tombol secara halus sehingga jari dan tangan anda tetap rileks
    6. pertimbangkan untuk memanfaatkan keyboard ergonomic yang dirancang untuk dapat diatur sesuai ukuran dan posisi lengan.
    7. manfaatkan fitur shortcut pada keyboard.

    Mouse
    1. tempatkan mouse didekat dan permukaan yang sama dengan keyboard
    2. pegang mouse secara ringan dan klik dengan tegas
    3. untuk jenis rolling-ball mouse, bersihkan mouse secara periodic karena mpuse yang kotor akan menggangu pergerakan kursor.
    4. lebih baik gunakan optical mouse untuk memperoleh gerkan kursor yang lebih presisi.

    Monitor
    1. posisi layar monitor harus sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisasi pantulan cahaya dari lampu, jendela atau dari sumber cahaya lain
    2. untuk kenyamanan, atur monitor sehingga mata anda sama tinggi dengan tepi atas layer, sekitar 5-6 dibawah bagian atas casing.
    3. atur posisi sehingga jarak anda dengan monitor berkisar 50-60 cm.
    4. posisi monitor tepat lurus dihadapan anda
    5. sedikit tengadahkan monitor sehingga bagian atas monitor sedikit ke belakang
    6. atur level brightness dan contrast sehingga senyaman mungkin.
    7. bersihkan layar monitor secara periodic
    8. apabila anda mengalami kesulitan untuk melihat tampilan layar dengan jarak 50-60 cm, coba besarkan tampilan atau resolusi layar. Apabila resolusi 1024 x 768 terlalu kecil, maka ubah ke 800 x 600. juga atur warna dan ukuran font bila perlu.

    Cara berkomputer yang baik :
    1. variasilah dalam bekerja dan istirahatah secara periodic.
    2. mengambil nafas merupaka fungsi yang otomatis, tetapi ketika kita berkonsentrasi didepanj layar monitor maka kita cenderung sering menahan nafas, terlebih bila pekerjaan kita diburu waktu. Ambil beberapa detik untuk menarik nafas panjang.
    3. jangan lupa untuk mengedipkan mata saat memandang layar computer. Ketika memandang layar kita cenderung lebih jarang berkedip daripada ketika bekerja dalal jarak dekat lainnya seperti menulis surat atau yang lain. Berkediplah dengan penuh dan sering.

    Semoga Dapat Menambah Informasi,

    smara yudha (12.5.00087)
    M1/TI-S1

    Like

      • Yang dimaksd sedemikian rupa itu harus melihat sudut pandang mata user,apakah sdah mendapat sdut pandang yg sesui/ nyaman,kemudian ada juga faktor pencahayaan, monitor di posisikan dengan meliah pantulan cahaya,,apakah sudah tepat atau malah menyilaukan mata..itu menurt pndpt sya mas herno.

        Like

  3. Peranti masukkan teks dapat dikatakan merupakan peranti masukan standar yang dijumpai pada semua komputer. Dalam hal ini pada jenis keyboard QWERTY :

    Tata Letak ini sama denga keyboard yang biasa digunakan yang terdiri dari 4 bagian yaitu :

    1. Tombol fungsi (function key)
    2. Tombol alphanumerik (alphanumerik key)
    3. Tombol kontrol (control key)
    4. Tombol numerik (numerik keypad).

    Tata letak ini ditemukan oleh Scholes, Gliddedn, dan Soule pada tahun 1878, dan kemudian menjadi standar mesin ketik komersial pada tahun 1905.
    Graham Leedham (1991) bahwa seorang operator biasanya mempunyai kecepatan pengetikan antara 80 sampai 90 kata per menit, atau sekitar 500 sampai 600 huruf per menit.
    Kelemahan dan ketidakefisienan tata letak QWERTY:

    1. +/- 48% dari gerakan di antara tata kunci-kunci yang berurutan harus dilakukan sebuah tangan.

    2. Pengguna papan ketik dengan tata letak QWERTY mempunyai beban pengetikan tangan kiri sebesar 56% lebih cocok digunakan yang kidal.

    3. Kelemahan lain adalah bahwa kata-kata yang harus diketik oleh tangan sebelah, misalnya “awet”, “exe”, dan”cara”.Hal tersebut masih terasa walau kita mengetik dengan teknik 10 jari, Selain itu, jika kita kita mengetik kata yang banyak mengandung hurup “a”, maka jari kelingking yang paling lemah ternyata harus menunggu beban yang lebih berat.

    Like

  4. Ada suatu permasalah dalam segi aspek ergonomic di tempat saya berkerja. Tegangan listrik yang kurang memadai untuk operasional lab komputer adalah salah satu masalahnya. Ada 32 unit komputer, satu lcd proyektor, dan 2 unit (AC) Air Conditioner. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tegangan untuk AC yang membutuhkan tegangan yang paling besar. Jika kedua AC dihidupkan, dan semua unit PC menyala, dalam beberapa waktu +_ 20 menit aliran listrik akan terputus; hal ini sangat mengganggu proses belajar mengajar. Solusi yang saat ini kami lakukan adalah dengan hanya menghidupkan 1 unit AC, 32 unit PC, dan 1 LCD Proyektor. Untuk solusi yang lain mungkin perlu meningkatkan tegangan arus listrik ke jalur lab komputer.

    Luthfi 11.5.00117

    Like

    • Salah satu cara agar Anda tetap dapat melakukan praktikum di lab. dengan menyalakan 32 PC dan 1 LCD Proyektor, Maka matikan AC dan bukalah jendela,agar sirkulasi udara tetap terjaga, meskipun Ruangan tidak sejuk, dan cari penyebab yang lain mungkin ada peralatan yang masih hidup yang mengurangi daya, dan ayng terutama coba lapor kepada PLN Unit terdekat,agar permasalah di tepat kerja saudara dapat teratasi.

      Like

  5. Ergonomics :
    Berkaitan dengan karakteristik antropometri dan fisiologis
    dan kaitannya dengan kenyamanan kerja
    Ada beberapa parameter dan aspek yang diperhatikan diantaranya:
     Antropometri manusia dalam kaitannya dengan lingkungan kerja.
     Masalah yang berkaitan dengan aspek kelelahan bagi manusia sebagai penggunya

    Terkait dari Ergonomi, saya akan mengambil aspek dari dari sisi pengguna yang berkaitan dengan (K3)Kesehatan , keamanan dan keselamatan kerja.
    Kesehatan , keamanan dan keselamatan kerja,adalah suatu aspek yang harus pertama kali menjadi perhatian setiap melakukan kegiatan apapun, termasuk ketika bekerja dengan komputer. Penelitian telah mengungkapkan bahwa bekerja dengan komputer dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan keselamatan. Oleh karena itu, K3 (Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan kerja) merupakan aspek yang harus menjadi perhatian apabila bekerja dengan komputer.
    Penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa keseringan penggunaan komputer dapat mengakibatkan nyeri pada kepala, nyeri otot, dan tulang terutama bahu, pergelangan tangan, leher,punggung, dan pinggang bawah. Selain itu, pengguna komputer juga masih dapat terserang penyakit lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan kaku, sakit ginjal, mata merah, berair, nyeri, dan bahkan gangguan penglihatan.
    Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar resiko diatas :
    1. Posisi kepala dan leher
    Pada saat bekerja dengan komputer , posisi kepala dan leher harus tegak dengan wajah menghadap langsung kelayar monitor. Leher tidak boleh membungkuk atau mengadah karena hal ini dapat menyebabkan sakit pada leher.
    2. Posisi punggung
    Posisi punggung yang baik saat menggunakan komputer adalah posisi punggung yang tegak, tidak miring ke kiri atau kekanan, tidak membungkuk dan tidak bersandar terlalu miring ke belakang. Untuk mendapatkan posisi punggung yang baik, seharusnya ditunjang dengan tempat duduk yang baik dan nyaman.
    3. Posisi pundak
    Posisi pundak yang baik adalah posisi pundak yang tidak terlalu terangkat dan tidak terlalu kebawah. Bila otot-otot di bahu masih tegang, ini berarti posisi pundak belum benar.
    4. Posisi lengan dan siku
    Posisi lengan yang baik adalah apabila dapat mengetik dan menggunakan mouse yang nyaman. Masing-masing orang mempunyai posisi nyaman tersendiri. Posisi lengan yang baik adalah bila tangan berada disamping badan, dan siku membentuk sudut yang lebih besar dari 90 derajat.
    5. Posisi kaki
    Pada saat bekerja dengan komputer, kaki harus dapat diletakkan dilantai atau sandaran kaki dengan seluruh telapak kaki menyentuh lantai dan siku yang membentuk sudut tidak kurang dari 90 derajat.

    Nim : 11.5.00068

    Like

    • HP Strout – All in One Terbaru Tanpa Mouse dan Keyboard
      Perusahaan ternama di dunia komputer, HP, baru-baru ini meluncurkan inovasi All In One terbaru mereka yang merupakan terobosan baru dalam dunia komputasi dan 3D. AIO tersebut dapat dioperasikan tanpa menggunakan mouse dan keyboard secara fisik! AIO tersebut diberi nama HP Sprout.

      Menggunakan display kedua yang mempunyai fitur touch screen yang mereka namakan Touch Mat yang dapat digunakan layaknya keyboard dan touchscreen yang terkoneksi dengan display utama, perangkat tersebut dapat dioperasikan tanpa mouse dan keyboard. Fungsi dari dua perangkat input tersebut telah digantikan oleh layar kedua tersebut. HP Sprout sendiri menggunakan layar utama 23 inch dan Touch Mat 20″ dengan input sentuhan hingga 20 titik.

      Perangkat tersebut juga dilengkapi dengan proyektor dan 4 buah kamera Real Sense untuk menangkap objek 2D dan 3D untuk berbagai kebutuhan. Fitur Real Sense tentu saja dapat memberikan kemampuan pemindaian objek 3D yang lebih baik untuk perangkat AIO ini. Selain itu, dengan adanya touch screen, pengguna dapat melakukan manipulasi objek yang ditangkat dengan menggunakan jari-jari mereka.

      Permasalahan, dari segi ergonomi, pc aio tersebut bisa sangat menghemat ruang dan praktis. masalah akan muncul bila penggunanya adalah seorang desainer.
      solusi : diperbanyak port usb untuk keyboard dan mouse usb.

      Like

      • Harga yang sangat mahal pun mungkin menghalangi khalayak untuk menikmati teknologi tersebut, karena belum banyak vendor yang membuat teknologi yang serupa, jadi persaingan masih sedikit, sehingga menawarkan dengan harga mahal pun tidak menjadi masalah,,

        13.3.00002

        Like

      • mungkin dengan lebar 23″ dan 20″ akan sangat merepotkan bagi pengguna untuk dibawa kemana-mana, tapi kalau hanya digunakan ditempat (dalam artian tidak dibawa kemana-mana) maka adanya jumlah 4 kamera akan mubadzir,,,
        menurut saya perangkat tersebut memang lebih Keren tapi lumayan meninggalkan kekurangan.

        Like

    • mungkin perlu juga untuk memperhatikan kesehatan mata dalam bekerja di depan komputer…
      dengan tidak terlalu lama memandang layar monitor, melakukan olah raga kecil seperti mengedipkan mata (jangan ke arah lawan jenis…bisa bahaya), dan mengarahkan pandangan ke sekitar bisa menjadi pencegahan dari sakit mata yang diakibatkan oleh radiasi cahaya monitor

      Like

    • mungkin perlu juga untuk memperhatikan kesehatan mata dalam bekerja di depan komputer…
      dengan tidak terlalu lama memandang layar monitor, melakukan olah raga kecil seperti mengedipkan mata (jangan ke arah lawan jenis…bisa bahaya), dan mengarahkan pandangan ke sekitar bisa menjadi pencegahan dari sakit mata yang diakibatkan oleh radiasi cahaya monitor

      Like

  6. Aspek ERGONOMI dalam Interaksi Manusia dan Komputera (IMK)

    Merupakan suatu bidang studi yang menangani perancangan kegiatan dan tugas yang cocok dengan kapabilitas manusia dan limitnya seta faktor kenyamanan kerja seperti kenyamanan dari segi anatomi, psikologi, manajemen, tata letak ruang dan peralatan yang mudah dijangkau bagi manusia dalam melaksanakan aktifitasnya.

    Hardware / peralatan Teknologi Informasi
    Sistem / piranti yang terbaru atau yang mudah dikenal dan interaksi yang mudah diingat.
    Dapat menerima aplikasi dalam permasalahan yang komplit supaya cepat memberikan infomasi.
    Dapat menjaga dan mendeteksi kesalahan dari aspek manusia dan software.

    Software
    Dapat melakukan interogatif dengan brainware dan hardware dengan cepat.
    Memberikan informasi dalam mengurangi kesalahan sistem logika apabila kelaur dari konsep Sistem Informasi.
    Dapat memberikan informasi model yang terbaru dalam melayani penggunaan tentang hasil informasi atau konsisten.

    Like

  7. PERMASALAHAN DI TEMPAT SERVICE HANDPHONE DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI

    Penerapan ergonomi pada umumnya sangat luas. Di setiap ruang yang dimiliki oleh sarana pelayanan merupakan tempat kerja utama bagi tenaga kerja dengan fungsi masing-masing ruang.
    Tempat kerja dengan properti dan perlengkapan yang cukup banyak dengan perancangan ruang yang tidak ergonomis, pencahayaan yang tidak ergonomis pula seringkali ketidaknyamanan dalam
    bekerja akan terasa, kecelakaan dan penyakit akibat kerja akan berisiko tinggi dan akan mengakibatkan pula rendahnya efisiensi dan daya kerja.

    Faktor-faktor Penyebab Masalah
    Beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadi masalah adalah:
    1. Banyaknya properti dan perlengkapan yang tidak diperlukan.
    2. Banyaknya perangkat kerja yang tidak ergonomis, seperti kursi, meja, rak.
    3. Kurangnya pengetahuan dan inovasi terhadap perancangan ruang kerja yang ergonomis.
    4. Minimnya dana untuk sarana prasarana.
    5. Sempitnya ruang kerja.

    Akibat Permasalahan
    Adapun beberapa akibat yang ditimbulkan dari masalah adalah:
    1. Ketidaknyamanan dalam bekerja akan terasa.
    2. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan beisiko tinggi.
    3. Menurunnya efisiensi dan daya kerja.
    4. Meningkatkan kelelahan dan rasa nyeri dalam bekerja.

    Pemecahan/ Solusi Masalah
    Beberapa pemecahan/ solusi masalah adalah:
    1. Merancang tempat kerja yang ergonomis dengan mengaplikasi data anthropometri dan disesuaikan dengan ruang kerja.
    2. Merancang ulang perangkat kerja yang ergonomis seperti kursi, meja, rak, pintu, jendela, dll.
    3. Memperluas tempat kerja sesuai dengan kebutuhan.
    4. Mengatur pencahayaan yang cukup.

    Rindi Agung Setyawan
    11.5.00131

    Like

      • Antropometri adalah ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia (ukuran, berat, volume, dan lain-lain) dan karakteristik khusus dari tubuh seperti ruang gerak. Data antropometri digunakan untuk berbagai keperluan, seperti perancangan stasiun kerja, fasilitas kerja, dan desain produk agar diperoleh ukuran-ukuran yang sesuai dan layak dengan dimensi anggota tubuh manusia yang akan menggunakannya. Database antropometri sangat penting digunakan untuk mendapatkan perancangan yang baik berbasis Human Centered Design. Database antropometri ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

        Like

  8. Perkembangan teknologi ternyata tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga adanya dampak negatif. Terlalu sering berkerja di depan monitor dan aktif dalam menggunakan mouse. Kadang tangan seseorang terasa nyeri dan pegal – pegal pada bagian pergelangan tangan. Pertanyaannya: “Apakah ini dampak dari seringnya menggunakan mouse?”
    Berbagai informasi yang dicari melalui search engine google, terdapat hal yang sangat mengejutkan, ternyata mouse dan keyboard memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan pergelangan tangan kita. Hal ini cukup membuat kita harus berhati – hati kedepannya dalam menggunakan mouse dan keyboard.
    Kasusnya:
    Terlalu lama menggunakan keyboard dan mouse dapat memicu sebuah penyakit yang dinamakan carpal tunnel syndrome, yaitu sebuah istilah kedokteran untuk kelainan pada otot lengan karena efek negatif terlalu sering menggunakan mouse.

    Menurut saya, Kesehatan dan keselamatan kerja,adalah suatu aspek yang harus pertama kali menjadi perhatian setiap melakukan kegiatan apapun, termasuk ketika bekerja dengan komputer. Penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa pengguna komputer dapat menderita nyeri kepala, nyeri otot, dan tulang terutama bahu, pergelangan tangan, leher,punggung, dan pinggang bawah. Selain itu, pengguna komputer juga masih dapat terserang penyakit lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan kaku, sakit ginjal, mata merah, berair, nyeri, dan bahkan gangguan penglihatan. Oleh karena itu, K3 merupakan aspek yang harus menjadi perhatian apabila bekerja dengan komputer.

    Solusi:
    Bekerja harus mematuhi aturan kesehatan dan keamanan kerja. Contoh, bekerja hendaknya jangan memporsir tubuh secara berlebihan apalagi dilingkungan kerja yang tidak mendukung faktor ergonomik, akibatnya akan sangat fatal bagi kesehatan. Keamanan kerja juga perlu diperhatikan, tidak ada salahnya mematuhi prosedur keamanan kerja demi kebaikan diri masing-masing. Atur posisi anda dengan baik dan benar pada waktu bekerja menggunakan komputer.

    Nama: Yucky Wahyu M
    NIM : 11.5.00144
    Prodi : TI / S1

    Like

  9. Ergonomi adalah satu ilmu yang peduli akan adanya
    keserasian manusia dan pekerjaannya. Ilmu ini
    menempatkan manusia sebagai unsur pertama, terutama
    kemampuan, kebolehan, dan batasannya. Ergonomi
    bertujuan membuat pekerjaan, peralatan, informasi, dan
    lingkungan yang serasi satu sama lainnya. Metodenya
    dengan menganalisis hubungan fisik antara manusia
    dengan fasilitas kerja. Manfaat dan tujuan ilmu ini adalah
    untuk mengurangi ketidaknyamanan pada saat bekerja.
    Dengan demikian Egonomi berguna sebagai media
    pencegahan terhadap kelelahan kerja sedini mungkin
    sebelum berakibat kronis dan fatal.Aplikasi ergonomi dalam
    desain sistem kerja memberikan peranan penting dalam
    meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja,
    misalnya: desain sistem kerja untuk mengurangi rasa nyeri
    dan ngilu pada sistem kerangka dan otot manusia. Desain
    stasiun kerja untuk alat peraga visual display, untuk
    mengurangi ketidaknyamanan visual dan postur kerja.
    Desain perkakas kerja untuk mengurangi kelelahan kerja.
    Desain peletakan instrumen dan sistem pengendali agar
    didapat optimasi dalam proses transfer informasi sehingga
    dihasilkan suatu respon yang cepat dengan
    meminimumkan resiko kesalahan, dan meningkatkan
    efisiensi kerja dan hilangnya resiko kesehatan akibat
    metode kerja yang kurang tepat.
    Aspek ergonomi melingkupi sebagai berikut:
    • Sistem komputer misalnya Monitor, CPU, Keyboard,
    Mouse, dll
    • Mebeler yang digunakan, misalnya: kursi, meja
    • Keselamatan kerja
    • Kenyamanan dalam bekerja
    D. PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI
    Prinsip-prinsip ergonomick terbagi atas 2 bagian yaitu (1)
    prinsip fisikal, dan (2)prinsip kognitif. Berikut adalah
    penjelasan masing-masing prinsip tersebut.
    1. Prinsip fisikal
    Prinsip fisikal dalam ergonomic terdiri atas:
    a) Jadikan segala sesuatu mudah untuk dijangkau
    b) Bekerja dengan tinggi yang sesuai/cocok
    c) Bekerja dengan postur yang sesuai
    d) Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan
    e) Meminimalkan kepenatan/keletihan
    f) Mengurangi pengulangan yang berlebihan
    g) Memberikan jarak ruang dan akses
    h) Meminimalkan contact stress
    i) Memberikan mobilisasi dan merubah postur/posisi
    j) Menciptakan lingkungan yang menyenangkan
    k) Pencahayaan yang tepat
    l) Temperatur yang tepat
    m) Menahan getaran
    2. Prinsip kognitif
    Prinsip kognitif dalam ergonomic terdiri atas:
    a. Adanya standardisasi
    b. Membuat stereotipe
    c. Menghubungkan aksi dengan persepsi
    d. Mempermudah pemaparan suatu informasi
    e. Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail
    f. Memberikan image/gambaran yang jelas
    g. Membuat redundansi, mis: warna yang berbeda, cetak
    tebal, miring, dll
    h. Membuat pola/patterns
    i. Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai dengan
    keadaan
    j. Memberikan umpan balik secara cepat/seketika
    Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), adalah suatu aspek
    yang harus pertama kali menjadi perhatian setiap
    melakukan kegiatan apapun, termasuk ketika berkerja
    dengan komputer. Penelitian telah mengungkapkan bahwa
    bekerja dengan komputer dapat menyebabkan gangguan
    kesehatan bahkan keselamatan. Oleh karena itu, K3
    merupakan aspek yang harus menjadi perhatian apabila
    bekerja dengan komputer.
    Penelitian yang sudah dilakukan menyimpulkan bahwa
    pengguna komputer dapat menderita nyeri kepala, nyeri
    otot, dan tulang terutama bahu, pergelangan tangan, leher,
    punggung, dan pinggang bagian bawah. Selain itu,
    penggunaan komputer juga masih dapat terserang penyakit
    lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan
    kaku, sakit ginjal, mata merah, berair, nyeri, dan bahkan
    ganguan penglihatan.Posisi tubuh, posisi peralatan
    komputer, pencahayaan ruangan, dan kondisi lingkungan
    sangat mempengaruhi kesehtan, keselamatan, dan
    kenyamanan saat berkerja dengan komputer.
    Dari sisi keselamatan kerja, harus menyadari bahwa
    komputer yang digunakan dihubungkan dengan listrik yang
    mempunyai tegangan tinggi. Maka dengan itu harus
    berusaha mencegah terjadinya resiko tersengat listrik.
    Untuk itu harus mengatur kabel-kabel listrik sedemikian
    rupa sehingga terhindar dari sengatan listrik, juga harus
    memperhatikan kabel-kabel dari kemungkinan terjadinya
    arus pendek yang dapat menyebabkan kebakaran dan
    rusaknya peralatan komputer.
    Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar resiko
    bekerja dengan komputer adalah sebagai berikut:
    1) Aturlah posisi tubuh saat berkerja dengan komputer
    sehingga merasa aman.
    2) Aturlah posisi perangkat komputer dan ruangan sehingga
    memberi rasa nyaman.
    3) Makan, minum dan istirahatlah yang cukup. Jangan
    menahan-nahan buang air kecil karena terlalu asyikberkerja
    dengan komputer.
    4) Sesekali gerakanlah badan untuk megurangi ketegangan
    otot dan pikiran. Olah ragalah secara teratur.
    5) Sesekali alihkan pandangan ke luar ruangan untuk
    relaksasi mata.

    Muchlis adnan
    12.5.00060
    TI-S1

    Like

    • bener juga pendapat yang anda berikan,
      kemudian kita kerja juga harus berada dalam keadaan senyaman nyamannya. jika kita tidak nyaman dalam bekerja, kemungkinan besar hasil yang kita kerjakan pasti tidak akan maksimal… karena saya sendiri juga seperti itu, he, , he, ,
      tingkatkan kinerja anda dalam bekerja!!!
      jangan kau merasa puas dengan hasil yang anda dapatkan sekarang,,, dan teruskan prestasi anda…. 😀

      Like

  10. Aspek ergonomis pada keyboar qwerty

    Model keyboard pada keyboard karet elastis adalah ”QWERTY”. Menurut Nurmianto (2008), perancangan keyboard ”QWERTY” secara empiris hanyalah agar operator dapat bekerja dan menghindari kesulitan dalam sistem mekanis pengetikan. Hasil dari perancangan keyboard model ini adalah pembebanan yang tidak sesuai (tidak merata). Kuswandi (2009) mengatakan, orang yang belum terbiasa dengan keyboard ”QWERTY” dan sudah terbiasa akan menganggap bahwa layout pada keyboard ”QWERTY” terasa sulit untuk mengetik karena letak alfabetnya yang acak dan tak beraturan. Layout tersebut tidak dapat mengoptimalkan kinerja kerja sepuluh jari manusia. Sehingga model keyboard ”QWERTY” kurang ergonomis jika digunakan. Walaupun keputusan Amerika Serikat untuk tetap menggunakan keyboard ”QWERTY” dalam Standard Institute pada tahun 1968 dan melalui ISO pada tahun 1971 namun masalah nyeri otot masih tetap muncul pada pemakaian keyboard ”QWERTY”.
    Susunan huruf yang baik pada keyboard adalah susunan huruf seperti pada keyboard ”DVORAK”. Keyboard ini telah diatur kembali peletakan hurufnya sehingga pembebanan pada jari-jemari lebih merata jika dibandingkan dengan keyboard ”QWERTY”. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Barnes pada tahun 1980, kata yang dapat diketik pada bagian tengah keyboard ”DVORAK” adalah 300 kata, sedangkan pada ”QWERTY” hanya dapat 100 kata saja (Nurmianto, 2008). Jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Hampir 70% huruf -huruf yang lebih sering di gunakan di letakkan di tengah sehingga kelelahan jari-jari saat penggunaan sangat banyak berkurang (Kuswandi, 2009)

    suhirno
    12.5.00089
    TI-S1/M2-Sore

    Like

    • mas apa ada perbedaan tingkat keletihan jari” saat mengetik tombol qwerty pada hp yang touchscreen dan yang tidak ,? 🙂

      Like

    • mas suhirno, apakah bisa diberitahu seperti apakah susunan pada keyboard DVORAK ? apakah di Indonesia sudah ada?

      yanu adi p
      12.5.00101
      TI – S1 / M2

      Like

    • Model keyboard memang banyak macamnya,tergantung user mau pilih yang model dan type seperti apa.faktor ergonomis tentang kemudahan dan kenyamanan merupakan faktor yg tidak boleh diabaikan oleh pengguna komputer.karena akan berpengaruh terhadap kinerja kerja dan juga kesehatan.
      jika tetap dipaksakan untuk digunakan tanpa memperdulikan faktor faktor ergonomis ,dapat mengakibatkan cidera sirius.seperti kecapean yang berlebihan ataupun tingkat depresi yang sangat tinggi .
      maka penting sekali untuk memperhatikan hal-hal semacam ini.
      terimakasih

      Like

  11. Argonomi Pada Sepeda Mototor

    Sepeda motor merupakan kendaraan roda dua yang sangat amat begitu terkenal di negeri kita Indonesia, Karena sudah menjadi bagian dari budaya dan hidup masyarakat Indonesia maka sudah pasti desainnya harus baik dan ergonomis karena benda ini merupakan alat transportasi utama dan transportasi merupakan hal yang sangat riskan terhadap kecelakaan sehingga transportasi merupakan salah satu bidang yang sangat concern terhadap keselamatan, keselamatan yang dimaksud tidak hanya keselamatan di jalan tapi juga keselamatan kerja karena alat transportasi ini banyak digunakan bagi masyarakat untuk berangkat dan pulang kerja.

    Ergonomi/RidingPossition

    Saat mengetes kendaraan roda dua, hal pertama yang dirasakan adalah ergonomi. Concern ergonomi dalam desain sepeda motor adalah bagaimana posisi manusia / rider dalam mengendarai sepeda motor tersebut (riding position). Karena itu ergonomi sepeda motor dibangun oleh 3 titik yang dikenal sebagai segitiga ergonomi yakni handlebar, seat, dan bagaimana tumpuan kaki. Karena di Indonesia, sepeda motor juga digunakan sebagai alat transportasi penglaju / komuter maka ada salah satu merek sepeda motor yang menamainya ergonomi komuter.

    Ergonomi /Desain motor

    Desain sepeda motor juga harus memperhatikan apakah akan digunakan untuk transportasi jarak pendek, menengah / komuter / mid-distance, atau untuk jarak jauh. Salah satu dimensi antropometri yang harus diperhatikan adalah agar lutut untuk rider (ukuran orang Indonesia) tidak mentok dek. Selain itu juga harus memperhatikan lebar jok karena biasanya bagian dalam sepeda motor dipapas cekung untuk memperluas bagasi helm dsb.

    Masalah yang ditimbulan jika motor tidak argonomis

    Salah satu pertanda desain sepeda motor yang tidak ergonomis adalah rider merasa merasa pegal di pinggang setelah menggunakannya. Karena itu para rider hendaknya juga memahami kebutuhannya apakah dalam kesehariannya akan digunakan untuk jarak pendek saja, menengah, atau jarak jauh, jika jarak jauh tentu pilihannya bukan jatuh pada sepeda motor skutik, dijamin pegel pinggangnya.

    Liked by 1 person

  12. PERMASALAHAN ERGONOMI PADA KEBIASAAAN KERJA
    ( Kesehatan Psikologis )

    Pada dasarnya ergonomi adalah suatu kajian yang mempelajari tentang kenyamanan manusia dan sangat mengutamakan manusia dalam melakukan sejumlah pekerjaan yang ia lakukan. Tempat kerja disusun sedimikian rupa untuk mendukung setiap pekerjaan manusia untuk mencapai hasil terbaik, mulai dari tata letak ruangan, fasilitas ruangan, penerangan, aliran udara , bahkan sampai penyusunan jam dan hari kerja.
    Yang menjadi perhatian saya kali ini adalah tentang kebiasaan kerja ( sistem kerja ) yang ada di tempat kerja. Karena setiap hari kita mengulangi rutinitas yang sama dan kegiatan yang sama. Secara tidak langsung itu mempengaruhi kesehatan psikologis kita.
    Beberapa hal yang memicu terjadi permasalahan dalam kebiasaan kerja :
    – Pengaturan jam kerja yang kurang baik
    Contoh : manajemen shift kerja yang berantakan
    – Pemberian hari libur yang kurang semestinya
    Contoh : dalam satu bulan hanya diperbolehkan satu hari libur ( masih terjadi pada usaha perseorangan )
    – Jam istirahat yang tidak tertata dengan baik
    Contoh : pergantian istirahat yang berantakan
    – Beban dan tekanan pekerjaan yang berlebihan
    Contoh : manajemen jobdes yang kurang baik
    Beberapa masalah yang terjadi :
    – Menurunnya kualitas kerja pekerja ( malas,tidak disiplin,membangkang )
    – Tingkat stress pekerja meningkat
    – Pekerja merasa tidak nyaman dalam dunia kerjanya
    – Pekerja mudah sakit baik secara fisik ataupun psikologi

    Solusi :
    – Perbaikan sistem kerja yang baik dan terawasi
    ( termasuk jam kerja dan jam istirahat )
    – Memberi waktu libur yang semestinya bagi pekerja
    ( waktu yang cukup untuk ber-refreshing bagi pekerja )
    – Perbaikan manajemen jobdes yang baik dan tepat sasaran

    NAMA : yanu adi purnomo
    NIM : 12.5.00101
    KELAS : TI-S1 / M2

    Like

      • ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat stres pekerja mbak heni,,
        antara lain :
        – Pengaturan jam kerja yang kurang baik
        Contoh : manajemen shift kerja yang berantakan
        – Pemberian hari libur yang kurang semestinya
        Contoh : dalam satu bulan hanya diperbolehkan satu hari libur ( masih terjadi pada usaha perseorangan )
        – Jam istirahat yang tidak tertata dengan baik
        Contoh : pergantian istirahat yang berantakan
        – Beban dan tekanan pekerjaan yang berlebihan
        Contoh : manajemen jobdes yang kurang baik

        nahh,, semoga hal2 tersebut bisa dihindari mbak heni,, trimakasih,,

        Like

  13. Meskipun pekerjaan menggunakan komputer bukan sesuatu yang membahayakan, namun harus juga dipikirkan dampak perancangan sistem interaktif yang dibuat terhadap kesehatan dan keselamatan pengguna. Ada beberapa faktor lingkungan fisik yang secara langsung mempengaruhi kualitas interaksi dan kinerja pengguna, yaitu :
    1. Posisi Fisik, yakni pengguna harus dapat menjangkau semua kontrol dengan nyaman dan dapat melihat keseluruhan display, tidak harus berdiri atau duduk dalam jangka waktu
    yang lama. Dengan penempatan yang mudah dijangkau dan tertata rapi membuat pengguna merasa nyaman.
    2. Temperatur, yakni suhu yang terlalu panas atau dingin akan mempengaruhi kinerja
    dan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja seseorang akan menurun pada suhu yang tinggi atau rendah karena hilangnya konsentrasi. Dengan di berikan pendingin pada ruangan kerja dengan penyetelan temperature yang sesuai dengan kondisi ruangan dan cuaca.
    3. Pencahayaan, yakni tingkat pencahayaan harus disesuaikan dengan lingkungan kerja.
    Pencahayaan yang cukup dengan posisi yang tepat harus disediakan untuk memudahkan pengguna melihat layar, tidak terlalu gelap maupun terlalu terang.
    4. Suara atau kebisingan, yakni suara yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Tingkat suara atau kebisingan harus dipertahankan pada level yang sesuai atau nyaman karena suara dapat menjadi stimulus bagi pengguna dan menjadi suatu konfirmasi terhadap aktifitas sistem.
    5. Waktu, yakni waktu yang perlu diperlukan pengguna untuk mengakses sistem juga harus diperhatikan. Ada beberapa perangkat keras yang membahayakan kesehatan jika diakses
    dalam waktu yang lama, seperti layar monitor. Jika mandang terlalu lama, maka akan menimbulkan rasa perih atau sakit pada mata, maka sebaiknya jika sudah merasa perih pada mata maka bisa mengalihkan pandangan ke selain monitor, atau dengan memejamkan mata sebentar.

    Agus R
    13.3.00002

    Like

    • masing-masing orang memiliki faktor-faktor di atas secara berbeda, dan tentu stiap vendor pembuat hardware sudah mempertimbangkan setiap pembuatan produk-produknya melalui survei kepada beberapa orang. yang perlu user lakukan setelah membeli suatu produk adalah membaca user manual secara cermat dalam penggunaanya

      Like

  14. Aspek Ergonomi dari Sisi hardware Engsel Laptop pecah
    Judul tersebut sebenarnya kurang tepat, karena engsel laptop selalu dari logam. Lebih tepatnya adalah body laptop dimana engsel tersebut dipasang.
    penyebab pecahnya bagian tersebut ada bermacam-macam,
    penggunaan yang kasar, jatuh atau kejatuhan barang yang beratnya cukup untuk membuat pecah bagian tersebut dan tidak sampai menghancurkan laptop.
    Bisa juga dari kualitas plastik body laptop yang kurang bagus,(biasanya bahan recycle seperti ini), bentuk yang tipis, sehingga kekuatannya terbatas.
    Dan kemungkinan terakhir adalah kombinasi dari beberapa contoh diatas.

    Pada kasus ini yaitu laptop dengan merk Asus k43u, pembelian tahun 2012, pecahnya bagian tersebut terjadi Awal Bulan 2013.
    penyebabnya ada beberapa macam, yaitu :
    1.plastik body termasuk tipis untuk menahan beban layar laptop pada saat dibuka dan ditutup,
    karena engsel laptop diberi penahan gerakan agar layar tidak “terkulai lemas” saat digunakan.
    2.Plastik body termasuk kategori getas, mudah pecah.
    3.Tas pinggang samping laptop Asus yang tiba2 lepas pengikatnya kemudian membentur keramik (kena bagian engsel laptop tsb)

    dari permasalahan diatas saya berkomentar pada penyebab no 3, karena tas laptop dengan desain seperti diatas, yang didalamnya terlalu berat (bayak barang2 selain laptop)
    maka beresiko pengikat tas akan lepas dan benturan dengan tanah akan terjadi dan paling sering terbentur adalah engsel laptop tsb kerana dalam segi Ergonomi harus bisa memahami seluruh keadaan
    desain/perancangan untuk membuat desain tas yang berguna.
    solusi pemcahan masalah tsb adalah tas laptop dengan tipe samping akan rawan lepas jika kelebihan beban barang2 didalamnya sehingga dengan mengganti tas laptop punggung akan lebih terjamin keamanan laptop/notebook anda.

    Like

  15. Permasalahan pada pembelian smartphone dalam aspek ergonomi

    Seiring majunya teknologi pada telepon pintar atau disebut smartphone, beberapa pabrikan raksasa telah meluncurkan produk-produk smartphone dengan macam” fitur unggulan didalamnya untuk memudahkan pengguna. Seperti pabrikan Acer, Asus, Sony, Samsung, Xiaomi, Himax dan pabrikan lain baik dari lokal maupun luar negeri. Namun keunggulan-keunggulan pada produk smartphone tersebut sebenarnya memiliki kelemahan yang tersembunyi yang tidak disadari pada pengguna yang telah terlanjur membeli produk tersebut, karena kurangnya informasi lengkap pada pengguna sebelum membeli smartphone tersebut. Maka akan muncul masalah-masalah yang akan terjadi pada pengguna maupun smarphone.

    Faktor Permasalahan pada penggunaan smartphone :
    1. Kurangya informasi yang lengkap pada penggunaan smartphone.
    2. Hanya mengenal produk-produk branded yang terkenal.
    3. Tidak melakukan QC (Quality Control) sebelum membeli.
    4. Penggunaan secara berlebihan.

    Akibat yang terjadi yaitu :
    1. Smartphone gampang rusak karena tidak melakukan pengecekan sebelum membeli.
    2. Baterai cepat habis (Boros) karena kapasitas baterai tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi smartphone atau kesalahan penggunaan yang berlebihan.
    3. Nilai Jual kembali pada smartphone turun drastis akibat kesalahan penggunaan atau tingkat peminat yang sedikit.
    4. Pengguna akan merasa kurang puas pada smartphone yang digunakan karena budget yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kemampuan smartphone tersebut.

    Maka terjadi pemborosan pada pengguna yang sering ganti-ganti smartphone jika tidak memperhatikan kegunaanya. Maka solusi untuk pengguna sebelum membeli smartphone yaitu :

    Solusi :
    1. Cari informasi yang lengkap pada smartphone yang ingin dibeli.
    2. Perhatikan spesifikasi dan kegunaan pada smartphone yang ingin dibeli dengan dana yang memadai.
    3. Menanyakan tentang garansi, baik garansi personal maupun garansi resmi agar mudah untuk melakukan klaim garansi.
    4. Lakukan pengecekan kualitas (Quality Control) barang baik secara fisik maupun aplikasi didalamnya pada pembelian baru maupun bekas.
    5. Menggunakan smartphone sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

    Maharsudi W. J
    11.5.00044
    TI-S1 (Sore)

    Like

  16. siapapun yang menginginkan pemahaman yang mendalam mengenai ergonomi di tempat kerja. Beberapa contoh dari permasalahan ergonomi dan nasehat-nasehat yang cukup sederhana/efektif yang bisa dilakukan dan diterapkan sebagai jalan pemecahan permasalahan ergonomi yang dihadapi di tempat kerja. 

    Apakah ergonomi itu? 

    Ergonomi merupakan ilmu pengetahuan yang terkait dengan kecocokan/kesesuaian antara manusia dengan pekerjaannya. Ilmu ergonomi menempatkan manusia sebagai titik sentral dan memperhatikan kemampuan dan keterbatasan manusia dalam pekerjaannya. Ergonomi memastikan bahwa tugas-tugas, peralatan, informasi dan lingkungan harus menyesuaikan terhadap pekerja bukan sebaliknya. 

    Untuk mengkaji kesesuaian antara seseorang dengan pekerjaannya, maka sudah seharusnya ahli ergonomi mempertimbangkan beberapa aspek, aspek tersebut adalah : 

    • Pekerjaan yang sedang dilakukan dan tuntutan pekerja; 

    • Peralatan yang digunakan (ukuran, bentuk, dan bagaimana peralatan tersebut cocok dengan tugasnya); 

    • Informasi yang digunakan (bagaimana informasi tersebut dihadirkan, diakses, dan diubah); 

    • Lingkungan fisik (Suhu, kelembaban, pencahayaan, kebisingan, getaran); dan lingkungan sosial (seperti kerjasama tim dan manajemen yang mendukung). 

    Ahli ergonomi mempertimbangkan semua aspek fisik seseorang, seperti: 

    • Ukuran dan bentuk tubuh; 

    • Kebugaran dan kekuatan; 

    • Postur; 

    • Indera manusia, terutama penglihatan, pendengaran dll dan 

    • Ketegangan pada otot-otot, jaringan, kegelisahan dll. 

    Ahli ergonomi juga mempertimbangkan aspek psikologis seseorang, seperti: 

    • Kemampuan mental; 

    • Kepribadian; 

    • Pengetahuan; dan 

    • Pengalaman. 

    Penilaian terhadap aspek manusia, pekerjaannya, peralatan, dan lingkungan kerja serta interaksi antara mereka, merupakan sebuah input bagi ahli ergonomi dalam mendisain sistem kerja aman, produktif dan efektif. 

    Bagaimana ergonomi dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan? 

    Menerapkan ergonomi di tempat kerja dapat: 

    • Mengurangi potensi kecelakaan; 

    • Mengurangi potensi terjadinya luka dan kesakitan; 

    • Meningkatkan kinerja dan produktivitas. 

    Ergonomi dapat mengurangi kemungkinan sebuah kecelakaan. Sebagai contoh, di dalam perancangan papan kontrol, seharusnya mempertimbangkan : 

    • Lokasi saklar dan tombol, mungkin saja tanpa sengaja terkena alat lain sehingga saklar ataul tombol tersebut bisa hidup mati dan bisa juga tidak bekerja sesuai dengan urutan atau prosedur. Sehingga atas kejadian ini akan bisa menjurus kepada sebuah kecelakaan; 

    • Pengharapan terhadap isyarat-isyarat dan kendali – kebanyakan orang menginterpretasikan hijau sebagai suatu kondisi yang aman. Jika lampu hijau digunakan untuk mengindikasikan adanya ‘sebuah peringatan atau bahaya’, maka mungkin saja hal itu akan diabaikan atau dilewatkan begitu saja; 

    • Informasi yang berlebih – jika pekerja terlalu banyak diberikan informasi, mereka mungkin menjadi pusing, membuat kesalahan, atau panik. Di industri yang berbahaya, keputusan yang salah atau tindakan yang tidak sesuai prosedur akan menghasilkan malapetaka. 

    Ergonomi dapat juga mengurangi kesakitan di tempat kerja, seperti sakit & nyeri pergelangan tangan, bahu dan punggung. Pertimbangkan tata letak dari kendali-kendali dan peralatan; seharusnya ditempatkan sesuai dengan keterbatasan manusia/pekerja. Peralatan tersebut harus ditempatkan pada para pekerja yang sering menggunakan dan pertimbangkan para pekerja mudah untuk menjangkau tanpa harus membungkuk, meregangkan dll. 

    Kegagalan dalam mengamati prinsip-prinsip ergonomi mungkin punya hambatan yang serius, tidak hanya individu tapi keseluruhan organisasi. Banyak kecelakaan yang sudah dikenal sebelumnya dengan baik dapat dicegah jika ergonomi telah dipertimbangkan di dalam merancang pekerjaan yang dilakukan dan sistem dimana mereka bekerja. 

    Apa jenis permasalahan tempat kerja yang bisa diselesaikan ergonomi? 

    Ergonomi secara umum tidak hanya dikenal untuk pemecahan permasalahan secara fisik akan tetapi ergonomi juga berhubungan dengan aspek sosial dan psikologis manusia dan pekerjaannya. Sebagai contoh, beban kerja yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tugas-tugas yang tidak jelas, time pressure, pelatihan yang tidak cukup, dan dukungan sosial lemah, semua itu bisa berdampak negatif terhadap orang dan pekerjaan yang mereka lakukan. 

    Contoh-contoh berikut menyoroti sebagian permasalahan ergonomi yang khas ditemukan di tempat kerja : 

    Peralatan layar display 

    • Penempatan layar yang kurang baik, misalnya terlalu tinggi,terlalu rendah, menutupi, jauh dari pekerja dll; 

    • Mouse ditempatkan terlalu jauh dan memerlukan peregangan untuk menggunakannya; 

    • Kursi yang tidak disesuaikan dengan keterbatasan yang ada pada pekerja, misalnya ketinggian kursi dan kursi tidak memberikan kenyamanan bagi pekerja; 

    • Layar silau yang berasal dari jendela atau lampu, meningkatkan risiko kelelahan mata; 

    • Perangkat Keras dan perangkat lunak tidak cocok untuk tugas atau orang yang menggunakannya sehingga menyebabkan frustrasi dan kesusahan; 

    • Tidak cukup waktu untuk beristirahat atau perubahan-perubahan dari aktivitas. 

    Permasalahan tersebut di atas mengakibatkan kekeliruan-kekeliruan dan produktivitas rendah, stress, radang mata, sakit kepala dan sakit atau nyeri lain. 

    Penanganan secara manual 

    • Beban yang terlalu berat dan atau besar sekali ukurannya; 

    • Beban diangkat dari lantai dan! atau di atas bahu-bahu; 

    • Pengangkatan benda yang berulang dan frekuensinya sering; 

    • Pelaksanaan tugas membutuhkan postur yang canggung atau tidak benar, seperti lenturan atau puntiran; 

    • Beban tidak bisa digenggam dengan baik; 

    • Pekerjaan dilakukan pada lantai yang tidak seimbang, basah atau miring; 

    • Tugas atau pekerjaan dilaksanakan di bawah tekanan waktu dan terlalu sedikit waktu untuk beristirahat. 

    Kemungkinan permasalahan-permasalahan di atas mengakibatkan cidera fisik seperti sakit punggung (LBP) atau cidera pada lengan, tangan, atau jari tangan. Permasalahan tersebut juga berperan terjadinya risiko jatuh, tergelincir dll. 

    Stress yang berkaitan dengan kerja 

    • Tuntutan kerja terlalu tinggi atau terlalu rendah; 

    • Dukungan lemah dari manajemen dan/atau rekan kerja; 

    Kontrol yang lemah terhadap risiko sehingga menyebabkan stress yang berkaitan dengan kerja dan pada akhirnya sakit serta mengurangi kinerja dan produktivitas. 

    Pengaturan hari kerja 

    • Waktu pemulihan yang tidak cukup antara shift; 

    • Penjadwalan shift yang kurang sesuai; 

    • Karyawan bekerja melebihi jam kerja normal. 

    Permasalahan-permasalahan ini menyebabkan kelelahan, dan kemungkinan besar meningkatkan kecelakaan dan kesakitan. 

    Bagaimana mengidentifikasi permasalahan ergonomi? 

    Ada banyak cara permasalahan ergonomi dapat dikenali atau diidentifikasi, yakni melalui pengamatan dan daftar periksa yang merupakan sebagai alat untuk melakukan kajian risiko secara kuantitatif. 

    Idealnya, ada beberapa pendekatan seharusnya digunakan : 

    • Bicara dengan karyawan dan karyawan mengungkapkan pandangannya, antara lain mengenai pengetahuan penting yang dipunyai oleh karyawan tentang pekerjaan yang mereka lakukan, setiap permasalahan yang mereka mempunyai, dan dampaknya terhadap kesehatan, keselamatan, dan kinerja mereka; 

    • Penilaian sistem kerja dengan meminta pertanyaan seperti : 

    Î Apakah pekerja dalam posisi yang nyaman? 

    Î Apakah pekerja mengalami ketidaknyamanan/kegelisahan termasuk nyeri, kelelahan, atau stress? 

    Î Apakah peralatan sesuai dengan pekerja, mudah digunakan terpelihara dengan baik? 

    Î Apakah pekerja puas dengan pengaturan kerjanya? 

    Î Apakah sering mengalami kesalahan kerja? 

    Î Apakah ada tanda-tanda rancangan peralatan tidak sesuai atau tidak cukup dengan kenyataan yang ada, seperti plester di jari tangan pekerja atau ‘pads’ pelindung yang dibuat sendiri yang terbuat dari tisu atau busa? 

    • Pengujian keadaan melingkupi seringnya terjadi kesalahan dan insiden. Menggunakan laporan kecelakaan untuk mengidentifikasi rincian peristiwa dan kemungkinan penyebabnya; 

    • Pencatatan dan memperhatikan ketidakhadiran karena sakit dan tingkat perpindahan staf. Angka tinggi ini mungkin diakibatkan oleh permasalahan yang telah terdaftar sebelumnya dan/atau ketidakpuasan di tempat kerja. 

    Apa yang bisa dilakukan jika sudah mengenali permasalahan ergonomi? 

    • Mencari kemungkinan penyebab dan mempertimbangkan kemungkinan pemecahannya. Sebuah perubahan kecil diperlukan untuk membuat tugas lebih mudah dan lebih aman untuk dilaksanakan. Sebagai contoh: 

    – Menyediakan kursi yang tingginya bisa disesuaikan sehingga individu/operator dapat bekerja dengan ketinggian kursi yang lebih disukai; 

    – Membuang benda-benda yang berada di bawah meja untuk menciptakan ruang yang cukup untuk kaki; 

    – Menaikkan platform untuk membantu operator menjangkau papan control yang penempatannya kurang tepat; 

    – Merubah pola kerja bergilir dan; 

    – Memperkenalkan rotasi kerja diantara tugas-tugas yang berbeda untuk mengurangi kelelahan secara fisik dan mental; 

    • Bicara dan bertemu dengan karyawan untuk mendapatkan saran-saran mereka dan membicarakan kemungkinan pemecahannya. Libatkan karyawan mulai proses awal, ini akan membantu semua pihak untuk menerima setiap perubahan usulan. 

    • Pastikan bahwa segala perubahan dievaluasi dengan baik oleh para pekerja yang melakukan pekerjaannya. Berhati-hatilah bahwa sebuah perubahan untuk memecahkan sebuah masalah tidak diciptakan untuk menimbulkan masalah baru. 

    • Pemahaman yang baik terhadap ergonomi menciptakan pemahaman yang baik secara ekonomik. Keterlibatan ergonomi tidak memerlukan biaya tinggi, dan dapat menghemat biaya dalam jangka panjang dengan melalui pengurangan cedera dan absensi kerja. 

    Pemahaman ergonomi di tempat kerja kemungkinan dapat mengurangi sakit, nyeri, dan stress di tempat kerja dan meningkatkan kepuasan kerja. Solusi ergonomi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan langsung dapat dilihat hasilnya, misalnya saja perubahan yang kecil pada kursi, yakni mengubah tinggi kursi sesuai dengan keterbatasan yang ada pada pekerja. 

    Like

    • dari hasil yang anda paparkan diatas apakah faktanya seorang pemimpin pada suatu perusahaan tersebut memberikan contoh yang benar terhadap karyawannya atau suatu user ?
      dan apakah suatu pemimpin itu memberikan penjelasana tentang ergonomi ?
      padahal kenyataannya didunia kerja seorang pemimpin banyak yang mementingkan suatu pekerjaannya dengan mengorbankan suatu user/pegawai untuk menyelesaikan demi keuntungan suatu perusahaan.
      pertanyaannya :
      langkah apakah yang tepat bagi suatu perusahaan/pemimpin untuk menerapkan aspek erogonomi bagi karyawannya ?

      Like

  17. Permasalahan ergonomi terhadap kualitas handphone

    Seiring berkemnbangnya teknologi informasi yang sangat pesat. itu membuat vendor – vendor pembuat handphone menjadi bersaing dengan keras. mereka mengeluarkan berbagai kreasi terhadap produk – produk yang telah dibuat, seperti handphone dengan bentuk yang unik seperti jam tangan yang bisa membuat pengguna tidak perlu susah – susah mengambil handphone mereka ketika ingin digunakan. Vendor – vendor itu juga membuat handphone dengan harga yang sangat murah, akan tetapi diiringi dengan kualitas yang sangat rendah, sehingga banyak handphone – handphone terutama handphone china yang mudah sekali rusak dibandingkan handphone – handphone dari vendor – vendor ternama.

    Faktor – faktor penyebab handphone china mudah rusak :
    1. Kualitas bahan dasar yang dipakai untuk bahan dasar pembuatan handphone buruk.
    2. Kebanyakan vendor – vendor hanya mengejar keuntungan dari pada memperhatikan kualitas handphone.
    3. Pembuatan handphone – handphone tersebut meniru handphone – handphone berkualitas bagus, bahkan sampai dari bentuknya sama.

    Solusi :
    1. Menggunakan bahan dasar pembuatan handphone yang bagus dan berkualitas.
    2. Lebih memperhatikan kualitas prodk daripada keuntungan.
    3. Lebih inovatif dalam membuat suatu produk.

    Like

    • kebanyakan hp china lebih suka membuat tiruan brand-brand yang lebih dulu terkenal, daripada membuat inovasi sendiri., tapi tidak semua, ada juga yang memiliki brand sendiri tapi model produknya masih meniru brand yang sudah terkenal..,

      13.3.00002

      Like

  18. ERGONOMI Berdasarkan Penelitian Kursi Untuk Kuliah Mahasiswa

    Berdasarkan analisis postur manusia pada kursi kuliah, terdapat 13 postur tubuh
    manikin yang diatur untuk mendapatkan posisi duduk yang sesuai saat mahasiswa
    menggunakan kursi kuliah. Postur tubuh tersebut adalah arm, clavicular, full spine (lumbar + thoracic), head, leg, line of sight, lumbar, thigh, thoracic foot, fore arm, thoracic, toes,hand. Postur tubuh tersebut diatur berdasarkan derajat kebebasan, persentase jangkauan, dan jenis gerakan otot.

    Berdasarkan analisis RULA (Rapid Upper Limb Assessment) pada sikap duduk
    di kursi kuliah, diperoleh nilai akhir yaitu 2 dengan action level 1. Skor ini
    menunjukkan bahwa resiko pengguna kursi kuliah mengalami keluhan pada bagian
    tubuh tertentu relatif rendah dan dianggap masih dapat diterima, selama pengguna kursi
    kuliah tidak berada terlalu lama atau berulang-ulang pada kondisi tersebut. Pada bagian
    pergelangan tangan (wrist) memperoleh simbol kuning yang berarti postur tersebut
    berada di luar rentang aman. Rekomendasi dari postur ini adalah diperlukan analisis
    lebih lanjut dan perubahan mungkin. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa
    kursi kuliah yang ada di Universitas Gunadarma saat ini masih harus diperbaiki lagi
    dengan merekomendasikan desain kursi kuliah berdasarkan hasil dari pengujian RULA.
    Perubahan yang direkomendasikan pada desain kursi kuliah yang ergonomis di
    Universitas Gunadarma adalah dengan memberikan bahan pelapis yang empuk pada
    bagian sandaran punggung dan alas duduk yang terbuat dari kayu. Kaki kursi depan
    bagian kanan yang menjadi penyangga alas tulis ditambahkan panjangnya sebesar 4 cm
    menjadi 66 cm. Alas tulis yang datar diperbaiki dengan dimiringkan sebesar 1 cm ke
    bawah pada bagian yang menempel dengan kaki kursi bagian belakang, hal ini bertujuan
    untuk mengurangi posisi membungkuk yang akan mengakibatkan tertariknya urat saraf
    belakang dan melengkungnya tulang belakang ke arah belakang (kifosis) saat
    mahasiswa menulis. Bagian penyangga sandaran punggung diberikan kemiringan
    sebesar 150 dari daerah vertikal, hal ini bertujuan untuk menopang tulang belakang
    sehingga memberikan kenyamanan saat duduk. Hasil rekomendasi desain kursi kuliah
    pada penelitian ini layak untuk digunakan, karena sudah dapat diuji keergonomisannya
    menggunakan analisis postur dan uji RULA pada Catia V5R17.

    SOLUSI

    Harus merubah kebiasaan menulis yang agak membungkuk ke depan bagi
    mahasiswa karena akan menyebabkan resiko cedera pada bagian tulang belakang yang
    melengkung ke arah belakang atau kifosis. Selain itu, alas tulis juga harus ditinggikan
    lagi dan diberi kemiringan sesuai dengan yang telah direkomendasikan.
    Harus lebih banyak dalam pengambilan sampel ukuran tubuh. Pengambilan
    sampel yang lebih banyak dimaksudkan agar dapat mencakup keseluruhan populasi
    mahasiswa di Universitas Gunadarma sehingga ukuran tubuh pada manikin lebih akurat.
    Dibutuhkan pengembangan penelitian dengan menguji material kursi kuliah
    yang ada saat ini menggunakan Catia V5R17. Sehingga dari pengujian tersebut dapat
    diketahui material yang sesuai untuk kursi kuliah yang ada di Universitas Gunadarma.

    Like

  19. ergonomi dari suatu pengguna atau user
    – permasalahan :
    1. manifestasi dari kekurang cocokannya antara dimensi ini dan desain dari ruang kerja.
    2. informasi beban kerja yang berlebihan dan infomasi beban kerja di bawah kebutuhan proses.
    3.Ketegangan otot dan sistem kerangka termasuk dalam kategori ini. Hal tersebut dapat menyebabkan insiden kecil atau trauma efek kumulatif.
    4. ketegangan pada sistem sirkulasi, termasuk jantung. Akibatnya adalah jantung memompakan lebih banyak darah ke otot untuk memenuhi tingginya permintaan oksigen.
    5.ketegangan pada sistem psychomotor yang menegaskan kebutuhan pekerjaan untuk disesuaikan dengan kemampuan manusia dan menyediakan bantuan performansi pekerjaan.

    -contoh :
    1.Kasus bekerja sambil duduk: Seorang pekerja yang setiap hari menggunakan komputer dalam bekerja dengan posisi yang tidak nyaman, maka sering kali ia merasakan keluhan bahwa tubuhnya sering mengalami rasa sakit/nyeri, terutama pada bagian bahu, pergelangan tangan, dan pinggang.
    2.Kuli panggul di pasar sering sekali mengalami penyakit hernia dan juga low back pain akibat mengangkut beban di luar kemampuan.
    3. Pekerja dengan kondisi pencahayaan yang buruk lebih sering mengeluhkan gejala keteganan mata. Dan hal ini membuat mereka menjadi lebih mudah merasa lelah.

    -solusi :
    1.memodifikasi desain dan menyesuaikan kenyamanan.
    2.melengkapkan fungsi manusia dengan fungsi mesin untuk meningkatkan performansi sebaik pengembangan pekerjaan.
    3.penyediaan bantuan performansi kerja atau mendesain kembali pekerjaan untuk menjaga agar kebutuhannya sesuai dengan batas kemampuan manusia.
    4.endesain kembali pekerjaan untuk melindungi pekerja dan melakukan rotasi pekerjaan.

    Like

  20. Aspek Ergonomi dalam IMK Merupakan suatu bidang studi yang menangani perancangan kegiatan dan tugas yang cocok dengan kapabilitas manusia dan limitnya seta faktor kenyamanan kerja seperti kenyamanan dari segi anatomi, psikologi, manajemen, tata letak ruang dan peralatan yang mudah dijangkau bagi manusia dalam melaksanakan aktifitasnya.

    1. Keuntungan Penerapan Ergomomi
    Produktifitas meningkat
    Aktifitas lebih baik karena adanya faktor kenyamanan layanan dalam melakukan pekerjaan.
    hasil kerja lebih baik karena sistem yang diopersikan lebih familiar
    Efisiensi dan efektif dalam pengoperasian sistem.
    2.Aspek Ergomoni dalam IMK sangat diperngaruhi oleh ;

    Manusia
    Perilaku
    Budaya
    Sistem kerja
    Kedisiplinan dan tanggung jawab

    2.1 Hardware / peralatan Teknologi Informasi
    Sistem / piranti yang terbaru atau yang mudah dikenal dan interaksi yang mudah diingat.
    Dapat menerima aplikasi dalam permasalahan yang komplit supaya cepat memberikan
    Dapat menjaga dan mendeteksi kesalahan dari aspek manusia dan software.
    2.2 Software
    Dapat melakukan interogatif dengan brainware dan hardware dengan cepat.
    Memberikan informasi dalam mengurangi kesalahan sistem logika apabila kelaur dari konsep Sistem Informasi.
    Dapat memberikan informasi model yang terbaru dalam melayani penggunaan tentang hasil informasi atau konsisten.

    3. Prinsip-prinsip ergonomi

    Prinsip physical
    Jadikanlah segala sesuatu mudah dijangkau
    Bekerja dengan tinggi yang sesuai
    Bekerja dengan postur yang sesuai
    Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan
    Meminimalkan keletihan/kepenatan
    Mengurangi pengulangan yang berlebihan
    Memberikan jarak ruang dan akses
    Meminimalkan kontak atau hubungan stress
    Memberikan bobilisasi dan merubah posisi
    Menciptakan leingkungan yang menyenangkan pencahayaan, temperatur dan mengecilkan

    Prisip kognitif
    Adanya standarisasi
    Menghubungkan APSI dan persepsi
    Mempermudah pemaparan suatu informasi
    Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail
    Memberikan gambaran yang jelas
    Membuat pola yang benar dan pengelompokan data yang jelas
    Memberikan umpan balik secara cepat.

    4. Pencahayaan

    Tujuan pencahayaan ;

    a.Menghindari user dari cahaya terang langsugn dari pantulannya

    b. Memperoleh keseimbangan antar kecerahan layar tampilan dan kecerahan pencahayaan yang ada di depan user.

    c. Menghidari cahaya langsung atau pantulan yang langsung mengenai layar tampilan.

    d. Memberiakn keyakinan bahwa ada pencahayaan yang cukup untuk perkejaan yang tidak menggunakan layar tampilan.

    5. Sumber cahaya

    a. Cahaya langsung bersala dari matahari dan lampu yang langsung menerobos ke ruang pekerjaan lewat jendela.

    b. Cahaya tidak langsung, dipantulkan oleh tembok atau partisi platfon lantai, bahan yang disekitar monitor, permukaan meja dan pakaian yang digunakan oleh operator.

    c.Panas yang berlebihan dari suhu komputer, untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan tata ruang yang dapat meredam dan menstabilkan cahaya dan suhu ruangan yang nyaman untuk menjaga keawetan peralatan.

    6. Gangguan suara

    Berasal dari AC, komputer, manusia, suara speaker dan peralatan lain yang mengakbiatkan tergangnunya konstrasi user / pengguna dalam melangsungkan aktifitas.

    7. Ergonomik

    Kenyamanan dalam menjalankan aktifitas
    Keseimbangan dari semua aspek
    Aspek menggambarkan suasana kerja yang familiar
    Ruangan yang artistik
    Lingkungan yangmeningkatkan hasil kerja
    Keserasian dari tata letak pencahaan, prilaku, sistem yang familiar dapat meningkatkan pengembangan organisasi.

    Like

    • menurut saya.. perlu untuk
      diperkembangkan lagi karena untuk
      ergonomi dalam IMK pada saat ini,
      sangatlah membantu manusia
      meningkatkan aktivitas dengan baik
      dan efektif serta efisien.
      Dengan perangkat-perangkat yang
      baru dan mudah dikenal.

      Like

    • mas / mba 13.5.00117
      interface yang ergonomis itu.. apakah dimana seorang perancang mampu menyelaraskan unsur” Pencahayaan ergonomis (4. Pencahayaan) ? atau tidak tolong dibantu..

      Like

  21. WILDAN ALFIAN (11.5.00142)
    Perancangan Kerja Untuk Komputer Dengan Prinsip-Prinsip Ergonomi.

    Saat ini jika dipikir perkembangan teknologinya bukan cepat lagi tetapi luar biasa cepat. Sebagai contoh handphone, yang awal mulanya adalah sebuah peralatan yang hanya digunakan untuk komunikasi saja sekarang bahkan dapat digunakan untuk bermacam-macam fungsi seperti internet, GPS, dll. Tidak hanya handphone saja yang cepat perkembangannya komputer saat ini juga salah satu teknologi yang perkembangannya sangat cepat bahkan saat ini dunia kerja diwajibkan untuk menguasai yang namanya komputer. Bahkan untuk pegawai atau karyawan yang sudah tua pun diwajibkan untuk menguasai komputer, karena jika tidak maka pegawai tersebut akan segera digantikan dengan yang baru, yang lebih fresh atau bahkan lebih berkompeten. Oleh karena itu komputer saat ini wajib dikuasai, tidak hanya orang yang bekerja pada perusahaan saja tetapi semua orang wajib mengerti tentang komputer itu sendiri. Ya paling tidak mengetahui minimal cara mengoperasikan software-software basic dari komputer itu sendiri seperti microsoft office word dan microsoft office excel.

    Komputer merupakan suatu teknologi yang dibuat untuk membantu kebutuhan manusia tidak hanya dalam menulis tetapi juga kebutuhan lainnya seperti membantu kita untuk menghitung, presentasi, internet, dan berbagai macam fasilitas lainnya. Kata komputer sendiri berasal dari kata computer yang artinya dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk “orang yang menghitung” kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai “alat hitung mekanis”. Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.

    Kebutuhan untuk memakai komputer saat ini memang sangat “ekstrim”. Bisa dibayangkan pekerja yang mulai bekerja dari pukul 8 harus duduk di depan komputer hingga pukul 5 sore. jika pekerjaan tersebut dilakukan tanpa adanya suatu assesment ataupun pengaturan terhadap tempat kerjanya yang harus berhadapan dengan komputer maka bisa dipastikan akan timbul suatu cedera-cedera yang tidak diinginkan seperti sakit leher, sakit punggung, atau bahkan pusing karena intensitas cahaya dari komputer tersebut. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan sebuah pengaturan terhadap tata letak dari komputer maupun dari user yang menggunakannya dengan menggunakan prinsip-prinsip ergonomi.

    Apa pengertian dari ergonomi itu sendiri? Ergonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari antara manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan yang dilakukan (Sritomo, 2000). Dengan mengetahui pengertian dari ergonomi itu sendiri maka dapat kita ketahui bahwa ilmu ergonomi itu sendiri merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari keterbatasan dari manusia itu sendiri dengan dalam berinteraksi dengan produk ataupun pekerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu sifat dari ergonomi itu sendiri sangatlah kompleks atau bisa dikatakan ilmu yang multi disiplin karena mempelajari dari kejiwaan, kemasyarakatan, dan juga kehayatan.

    Dalam perancangan kerja untuk komputer sendiri membutuhkan suatu antropometri dari manusia itu sendiri. Antropometri merupakan suatu pengukuran dimensi untuk tubuh manusia itu sendiri. Jadi yang akan diukur antropometrinya dari tubuh manusia itu sendiri adalah mulai dari bentuk, ukuran (tinggi dan lebar), berat, dll (Sritomo,2000). Jadi dengan ilmu antroponomi tersebut kita dapat menemukan bentuk, dimensi yang tepat dari manusia tersebut berkaitan dengan produk yang akan dirancang ataupun manusia yang akan menggunakan dan juga mengoperasikan produk tersebut.

    Dalam pengukuran untuk layout kerja terutama komputer dapat bermacam-macam dan membutuhkan prinsip-prinsip ergonomi. Prinsip tersebut diantaranya:

    Posisi tempat duduk untuk pengguna atau user yang memakai komputer tersebut apakah sudah sejajar dengan layar komputer. Posisi untuk duduk tersebut harus 90o dengan user atau penggunanya, karena jika tidak dikhawatirkan akan muncul berbagai macam cedera yang muncul seperti cedera leher, cedera punggung, cedera bahu, dll. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah posisi yang tepat seperti apa untuk posisi duduk yang tepat dalam memakai komputer.

    Gambar 1. Posisi duduk yang sejajar dengan komputer

    Dengan melihat gambar diatas dapat diketahui bahwa posisi duduk tersebut harus sejajar dengan komputer dan jarak pandangan dari mata ke layar harus berada diantara 46 hingga 47 cm dengan batas sudut antara 0 – 15 derajat.

    Pengukuran lainnya adalah seperti jarak antara CPU dengan user ketika menghidupkan komputer tersebut tidak boleh terlalu jauh atau mudah dijangkau oleh user itu sendiri ketika menghidupkannya.

    Gambar 2. Jarak CPU dengan user

    Seperti yang terlihat pada gambar diatas dijelaskan bahwa jarak antara CPU dengan user ini sendiri tidak terlalu jauh agar si user tersebut tidak perlu mengeluarkan effort yang lebih ketika menghidupkan komputer karena dengan begitu energi yang dikeluarkan oleh user komputer tersebut lebih berfokus pada pekerjaannya.

    Prinsip ergonomi selanjutnya adalah jarak antara keyboard dan mouse tersebut dengan user harus berdekatan atau bisa dikatakan tidak membutuhkan effort yang lebih. Karena keyboard dan mouse merupakan salah satu perangkat yang paling sering digunakan untuk bekerja sehingga dapat dikatakan bahwa keyboard dan mouse merupakan salah satu perangkat kritis yang perlu diperhatikan terutama dalam jarak.

    Gambar 3. Jarak keyboard dan mouse yang mudah dijangkau

    Like

  22. menurut saya.. perlu untuk diperkembangkan lagi karena untuk ergonomi dalam IMK pada saat ini, sangatlah membantu manusia meningkatkan aktivitas dengan baik dan efektif serta efisien.
    Dengan perangkat-perangkat yang baru dan mudah dikenal.

    Like

  23. Aspek Ergonomi Dalam IMK
    Pengertian Ergonomi
    1. Suatu bidang studi yang
    mencari atau menangani
    desain peralatan dan tugas-
    tugas yang cocok dengan
    kapabilitas manusia dan
    limitnya
    2. Faktor kenyamanan kerja
    3. Ergonomi harus bisa memahami
    seluruh keadaan manusia, baik
    dari segi anatomi, fisiologi,
    psikologi, engineering,
    manajemen, dan desain/
    perancangan untuk membuat
    desain tugas yang berguna
    4. Aturan atau kebijaksanaan
    dalam bekerja
    5. Ramah penggunaan di
    segala tempat dan bidang
    6. Bahwa seorang pekerja yang
    mengoperasikan banyak
    peralatan, namun dapat
    dijangkau dengan mudah
    Keuntungan Penerapan Ergonomi Bagi
    Pekerja
    1. Lebih baik dalam
    mengerjakan tugasnya
    2. Lebih sehat
    3. Meningkatkan kepuasan
    kerja
    4. Lebih produktif
    Aspek Ergonomi dari Stasiun Kerja
    1. Stasiun kerja: sistem
    komputer termasuk mebeler
    yang digunakan, mis: kursi,
    meja
    2. Permasalahan yang muncul
    jika seorang operator komputer
    terlalu lama bekerja di depan
    komputer:
    a. Serangan miopi yang
    semakin besar
    b. Keluhan mata, mis:
    iritasi, ketegangan mata
    c. Ketegangan punggung,
    otot siku, dan otot
    pundak
    Prinsip-prinsip Ergonomi
    1. Prinsip fisikal
    2. Prinsip kognitif
    Prinsip Fisikal
    1. Jadikan segala sesuatu
    mudah untuk dijangkau
    2. Bekerja dengan tinggi yang
    sesuai/cocok
    3. Bekerja dengan postur yang
    sesuai
    4. Mengurangi pengeluaran
    tenaga yang berlebihan
    5. Meminimalkan kepenatan/
    keletihan
    6. Mengurangi pengulangan
    yang berlebihan
    7. Memberikan jarak ruang
    dan akses
    8. Meminimalkan contact
    stress
    9. Memberikan mobilisasi dan
    merubah postur/posisi
    10. Menciptakan lingkungan
    yang menyenangkan
    11. Pencahayaan yang tepat
    12. Temperatur yang tepat
    13. Menahan getaran
    Prinsip-prinsip Kognitive
    1. Adanya standardisasi
    2. Membuat stereotipe
    3. Menghubungkan aksi dengan
    persepsi
    4. Mempermudah pemaparan
    suatu informasi
    5. Menyajikan informasi pada
    level yang tepat secara detail
    6. Memberikan image/gambaran
    yang jelas
    7. Membuat redundansi, mis:
    warna yang berbeda, cetak
    tebal, miring, dll
    8. Membuat pola/patterns
    9. Memberikan stimulan yang
    bervariasi sesuai dengan
    keadaan
    10. Memberikan umpan balik
    secara cepat/seketika
    Pencahayaan
    1. Tujuan perancangan
    pencahayaan:
    a. Menghindarkan
    user dari cahaya terang
    langsung atau pantulannya
    b. Memperoleh
    keseimbangan antara
    kecerahan ( brightness) layar
    tampilan dan kecerahan yang
    ada di depan user
    c. Menghindari
    cahaya langsung atau
    pantulan yang langsung
    mengenai layar tampilan
    d. Memberikan
    keyakinan bahwa ada
    pencahayaan yang cukup
    untuk pekerjaan yang tidak
    menggunakan layar tampilan
    Sumber Cahaya
    1. Cahaya langsung, yang
    berasal dari:
    a. Matahari yang
    menerobos masuk lewat
    jendela, atau
    b. Sumber cahaya buatan,
    mis: bolam lampu
    2. Cahaya tidak langsung, yang
    dipantulkan oleh:
    a. Tembok atau partisi
    b. Langit-langit rumah atau
    plafon
    c. Lantai rumah
    d. Bahan yang ada disekitar
    layar tampilan, mis:
    pemegang dokumen
    e. Bagian atas dari meja
    yang digunakan
    f. Pakaian yang digunakan
    oleh operator
    Suhu dan Kualitas Udara
    1. Komputer yang dihidupkan
    dalam waktu yang lama akan
    menghasilkan panas sehingga
    akan mempengaruhi suhu
    ruangan dimana komputer
    tersebut ditempatkan
    2. Panas yang berlebih ini akan
    berpengaruh secara negatif pada
    kinerja operator dan komputer
    3. Untuk itu diperlukan
    peralatan lain untuk
    menetralisir suhu yang tinggi
    tersebut, diantaranya adalah
    penggunaan kipas angin, dan
    atau AC
    Gangguan Suara
    1. Dapat berasal dari: suara AC,
    komputer, manusia, suara
    speaker, atau peralatan lainnya
    2. Gangguan ini akan nampak jika
    suara yang terjadi relatif besar
    bagi user
    3. Akibatnya: user akan merasa
    terganggu, stress dan
    konsentrasinya menurun
    4. Cara mengatasi:
    a. Menutup telinga dengan
    rapat (‘tuli’)
    b. Memasang peredam
    suara

    Like

    • Menurut saya, interface yang nyaman dimana saat perancang interface mampu memadupadankan dan menyelaraskan unsur2 di atas secara tepat

      #IMHO

      Like

  24. Ergonomi merupakan suatu ilmu yang mempelajari
    antara manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan
    yang dilakukan (Sritomo, 2000). Dengan
    mengetahui pengertian dari ergonomi itu sendiri
    maka dapat kita ketahui bahwa ilmu ergonomi itu
    sendiri merupakan suatu disiplin ilmu yang
    mempelajari keterbatasan dari manusia itu sendiri
    dengan dalam berinteraksi dengan produk ataupun
    pekerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu sifat
    dari ergonomi itu sendiri sangatlah kompleks atau
    bisa dikatakan ilmu yang multi disiplin karena
    mempelajari dari kejiwaan, kemasyarakatan, dan
    juga kehayatan.
    Dalam perancangan kerja untuk komputer sendiri
    membutuhkan suatu antropometri dari manusia itu
    sendiri. Antropometri merupakan suatu
    pengukuran dimensi untuk tubuh manusia itu
    sendiri. Jadi yang akan diukur antropometrinya
    dari tubuh manusia itu sendiri adalah mulai dari
    bentuk, ukuran (tinggi dan lebar), berat, dll
    (Sritomo,2000). Jadi dengan ilmu antroponomi
    tersebut kita dapat menemukan bentuk, dimensi
    yang tepat dari manusia tersebut berkaitan
    dengan produk yang akan dirancang ataupun
    manusia yang akan menggunakan dan juga
    mengoperasikan produk tersebut.
    Prinsip-prinsip ergonomi:
    Jadikan segala sesuatu mudah
    untuk dikerjakan
    Bekerja dengan tinggi yang
    sesuai
    Bekerja dengan postur yang
    sesuai
    Mengurangi pengeluaran
    tenaga yang berlebihan
    Meminimalkan keletihan
    Memberi jarak ruang dan akses
    Meminimalkan contact stress
    Menciptakan lingkungan yang
    menyenangkan
    Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk terhindar
    resiko bekerja dengan komputer adalah sebagai
    berikut :
    Aturlah posisi tubuh saat bekerja
    dengan komputer sehingga merasa
    nyaman
    Aturlah posisi perangkat komputer
    dan ruangan sehingga memberi
    rasa nyaman
    Makan, minum dan istrirahat yang
    cukup.
    Sesekali gerakkanlah badan untuk
    mengurangi ketegangan otot dan
    pikiran.
    Sesekali alihkan pandangan ke
    luar ruangan untuk relaksasi mata

    Like

  25. Aspek Ergonomi dari Stasiun Kerja
    >> Stasiun kerja: sistem komputer termasuk mebeler yang digunakan, mis: kursi, meja
    *Permasalahan yang muncul jika seorang operator komputer terlalu lama bekerja di depan komputer:
    – Serangan miopi yang semakin besar
    – Keluhan mata, mis: iritasi, ketegangan mata
    – Ketegangan punggung, otot siku, dan otot pundak

    * Prinsip-prinsip Ergonomi
    – Prinsip fisikal
    – Prinsip kognitif

    *Prinsip Fisikal
    – Jadikan segala sesuatu mudah untuk dijangkau
    – Bekerja dengan tinggi yang sesuai/cocok
    – Bekerja dengan postur yang sesuai
    – Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan
    – Meminimalkan kepenatan/keletihan

    * Prinsip Fisikal (lanj.)
    – Mengurangi pengulangan yang berlebihan
    – Memberikan jarak ruang dan akses
    – Meminimalkan contact stress
    – Memberikan mobilisasi dan merubah postur/posisi
    – Menciptakan lingkungan yang menyenangkan
    -> Pencahayaan yang tepat
    – Temperatur yang tepat
    – Menahan getaran

    * Prinsip-prinsip Kognitive
    – Adanya standardisasi
    – Membuat stereotipe
    – Menghubungkan aksi dengan persepsi
    – Mempermudah pemaparan suatu informasi
    – Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail
    – Memberikan image/gambaran yang jelas

    * Prinsip-prinsip Kognitive (lanj.)
    – Membuat redundansi, mis: warna yang berbeda, cetak tebal, miring, dll
    – Membuat pola/patterns
    – Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai dengan keadaan
    – Memberikan umpan balik secara cepat/seketika

    * PENCAHAYAAN
    >> Tujuan perancangan pencahayaan:
    – Menghindarkan user dari cahaya terang langsung atau pantulannya
    – Memperoleh keseimbangan antara kecerahan (brightness) layar tampilan dan kecerahan yang ada di depan user
    – Menghindari cahaya langsung atau pantulan yang langsung mengenai layar tampilan
    – Memberikan keyakinan bahwa ada pencahayaan yang cukup untuk pekerjaan yang tidak menggunakan layar tampilan

    >> Sumber Cahaya
    -> Cahaya langsung, yang berasal dari:
    – Matahari yang menerobos masuk lewat jendela, atau
    – Sumber cahaya buatan, mis: bolam lampu
    -> Cahaya tidak langsung, yang dipantulkan oleh:
    – Tembok atau partisi
    – Langit-langit rumah atau plafon
    – Lantai rumah
    – Bahan yang ada disekitar layar tampilan, mis: pemegang dokumen
    – Bagian atas dari meja yang digunakan
    – Pakaian yang digunakan oleh operator

    Annisa Fitriani N
    13.5.10035

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s