Digital Forensic Conference

INDONESIA

ASIA

AFRIKA

AMERIKA

EROPA

Advertisements

One comment on “Digital Forensic Conference

  1. PEMBELAJARAN DALAM KELAS DARI ASPEK ERGONOMIS
    Prinsip utama ergonomi adalah bagaimana menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja. Artinya, perancangan suatu alat/pekerjaan harus berdasarkan penggunaan oleh manusia, dan harus dipertimbangkan mengenai kemampuan dan kemauan manusia.
    Selama ini pembelajaran yang dilaksanakan oleh pengajar belum menerapkan kaidah-kaidah ergonomi, sistem pembelajaran yang membosankan dan tidak memicu kreatifitas mahasiswa masih sangat banyak ditemukan. Banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan point atau kesimpulan yang dapat diambil dari pembelajaran.
    Penyebab masalah diatas adalah :
    • Ruang kelas yang tidak nyaman (AC tidak ada, meja kursi rusak)
    • Penerangan Ruangan
    • Merancang slide power point dalam pembelajaran, Slide Power Point yang terlalu banyak serta tidak ada sesuatu yang menarik dari sekian slide hanya tulisan penuh yang kadang melebihi kapasitas.
    Akibatnya adalah :
    • Tidak konsentrasi dalam belajar karena tidak nyaman dengan ruangan dalam kelas
    • Minim penerangan atau kurang terang menyebabkan kelelahhan pada organ mata
    • Slide power point dan penyampaian materi adalah salah satu unsur utama, jika penyampaiannya saja tidak menarik dan sulit dipahami karena terlalu luas atau melebar, maka siswa akan sulit untuk menerima apa yang disampaikan oleh pengajar.
    Solusi menurut saya :
    • Ruang kelas ditata secara rapi, meja atau kursi, papan tulis bersih sebelum kegiatan belajar.
    • Disesuaikan antara cahaya lampu ruangan dan lcd agar tidak kontras, biasanya lampu ruangan terlalu terang sedangkan lcd akan kalah terang sehingga memaksa organ mata bekerja keras untuk melihatnya. Rasa sakit atau lelah pada otot-otot mata dan otot-otot leher saat membaca tulisan yang dibuat slide.
    • Isi slide sederhana, bahan tidak seluruhnya dituangkan dalam slide. Satu halaman presentasi hanya mengandung satu jenis informasi atau idea dan isi slide tidak bermakna ganda, sehingga dapat membingungkan mahasiswa. Pesan disajikan melalui gagasan yang unik dan tidak klise (tidak sering digunakan), agar media pembelajaran yang dibuat tampil segar dan menarik perhatian, serta susun materi yang hendak disampaikan secara sistematik (runut), agar alur pesan dapat dicerna secara lancar. Bila menggunakan singkatan, gunakan yang popular. Serta konsisten dalam pengaturan warna, bila menggunakan huruf hitam maka warna dasarnya putih dan bila menggunakan huruf putih maka warna dasarnya biru tua. Penggunaan huruf yang terlalu banyak warna warni akan dapat menimbulkan kelelahan mata mahasiswa.

    (12.5.00033)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s