Kasus Cybercrime 5 – Kasus Hacker BBM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan pihaknya akan mendalami kasus kejahatan cyber crime dengan modus baru yakni menyasarBlackBerry Messenger (BBM) korbannya, dengan akan memeriksa sejumlah saksi pekan depan.

“Minggu depan,” katanya singkat kepada Warta Kota (Tribunnews.com Network), Sabtu (8/2/2014).

Menurut Rikwanto pihaknya yakni Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, memang sudah menerima laporan mengenai aksi hacker yang kini menyasar korbannya dengan masuk melalui BBM korban.

“Ya, memang ada yang melaporkan merasa dihacker BBM nya,” kata dia.

Namun kapan tepatnya saksi yakni terlapor akan kembali dipanggil dan diperiksa, Rikwanto tidak menjelaskan dengan rinci. Seperti diketahui Ical (37)–bukan nama sebenarnya–seorang konsultan human resources, merasa BBM nya dihacker seseorang. Akibatnya dengan menggunakan BBM nya itu, pelaku berhasil memperdaya kakak dan ibu mertua Ical. Pelaku meminta uang kepada kakak dan ibu Mertua Ical dengan pesan BBM yang sudah dihacker, sehingga seakan-akan permintaan itu dilakukan Ical. Kakak Ical, Frans–juga bukan nama sebenarnya, tertipu sebesar Rp 7,5 juta dan mertua Ical tertipu Rp 9,7 juta. Ical lalu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (6/2/2014).

Nomor laporan tercatat dalam LP/455/II/2014/PMJ/ Dit Reskrimsus tertanggal Kamis 6 Februari 2014. Dalam laporan itu, diduga ada tindak pidana sesuai Pasal 45 (2) Pasal 28 (1) UU RI No 11, 2008 tentang ITE serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Menurut Ical, pelaku dipastikan mempelajari jejak conversation yang tersimpan dalam BBM nya dengan para rekan dan kerabatnya. Dari sanalah, akhirnya pelaku memutuskan untuk melakukan penipuan melalui BBM kepada kakak Ical, Frans dan ibu mertuanya.

“Sebab cara pelaku menyapa kakak saya dan ibu saya dengan bahasa yang khas saya. Karenanya kakak dan ibu mertua saya nggak curiga, walau nomor rekening yang dikirim berbeda,” katanya saat ditemui Warta Kota, Jumat (7/2/2014).

Bahkan kata Ical, pelaku sepertinya tahu profesinya dengan mempelajari conversation yang masih tersimpan dengan rekan-rekannya itu.

“Saya biasa panggil ibu mertua saya mamih. Dan pelaku juga panggil mamih ke ibu mertua saya waktu minta uang,” katanya.

Menurutnya ibu mertuanya tidak curiga, karena pelaku mengatakan sedang bersama klien yang meminta ditransfer uang jadi sebanyak Rp 9,7 juta, terkait profesi Ical sebagai konsultan human resources.

“Jadi seakan-akan pelaku itu memang saya banget. Makanya ibu mertua saya nggak curiga, waktu disodorin nomor rekening yang katanya nomor rekening klien saya,” kata Ical.

Sumber : Tribunnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s