Presentasi Data Forensic

Penanganan bukti forensik ada beberapa psosedure atau prisip dasar standar yang harus dipahami oleh seorang ahli digital forensik. Prosedure ini berdasarkan guidelines yang banyak digunakan oleh para profesional digital forensic karena lebih diterima dan aplikatif. Namun yang paling banyak menjadi acuan yaitu menurut Association of Chief Police Officers (ACPO) yang merupakan asosiasi para pemimpin kepolisian di Inggris. Menurut ACPO disebutkan beberapa prosedure standar diantaranya: Authorization / approval (izin persetujuan), Preparation (Persiapan) , Securing and Evaluating the Scene (mengamankan dan mengevaluasi tempat kejadian), Documenting the Scene (Mendokumentasikan tempat kejadian), Evidence Collection (Mengumpulkan Barang Bukti), Packaging, Transportation and Storage, Initial Inspection (Pemeriksaan awal), Forensic Imaging and Copying , Forensic Examination and Analysis, Presentation and Report.

Salah satu ahli forensic Indonesia yaitu bapak Muhammad Nuh Al-Azhar telah mengemas bukti forensic digital dalam sebuah laporan yang rapih dan mudah dipahami yaitu sebagai berikut:

  • Judul. Memuat judul pemeriksaan yang dilengkapi dengan nomor pemeriksaan di laboratorium
  • Pendahuluan. Memuat nama-nama analisis forensic yang melakukan pemeriksaan dan analisis secara digital forensic terhadap barang bukti eletronik. Di samping itu, bab ini juga memuat tanggal/waktu pemeriksaan.
  • Barang bukti. Memuat jumlah dan jenis barang bukti eletronik yang diterima untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis. Ini juga termasuk data tentang sfesifikasi teknis dan barang bukti tersebut seperti merek, model, serial/product number, serta ukuran kapasitas (size) dari media penyimpanan seperti harddisk dan flashdisk. Untuk barang bukti berupa handphone/smartphone, hendaknya data nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) yang terdiri atas sejumlah digit yang unik sebagai penanda mesin handphone secara internasional, sedangkan untuk simcard dilengkapi dengan nomor ICCID (Integrated Circuit Card ID) yang merupakan data administrasi yang berasal dari provider seluler.
  • Maksud pemeriksaan. Memuat nama lembaga pengirim barang bukti eletronik berikut surat tertulis yang berisikan maksud permintaan untuk pemeriksaan data analisis barang bukti tersebut secara digital forensic. Makdsud permintaan ini harus dimintakan kembali penjelasan secara detail oleh analisi forensic kepada investigator, sekaligus analisis forensic meminta investigator untuk memaparkan secara singkat dan jelas fakta-fakta kasus yang di investigasi.
  • Prosedur pemeriksaan. Menjelaskan tahapan-tahapan yang dilakukan selama proses pemeriksaan dan analisis barang bukti tersebut secara digital forensic. Sebaiknya penjelesana panjang mengenai tahapan tersebut yang akan ditulis dalam laporan, diringkas menjadi SOP (Standard Operating Procedure) yang baku dan lengkap. misalnya DFAT (Digital Forensic Analyst Team) PUSLABFOR Bareskrim POLRI memiliki sejumlah SOP
  • Hasil pemeriksaan. Memuat data digital yang berhasil di-recovery dari image file yang kemudian di analisis lebih detail dan di konfirmasi dengan investigator untuk memastikan sesuai dengan investigasi yang sedang berlangsung.
  • Kesimpulan. Memuat ringkasan yang disarikan dari hasi pemeriksaan diatas.
  • Penutup. Menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dan analisis dilakukan dengan sebenar-benarnya tanpa ada rekayasa dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

SOP nya antara lain :
a. SOP 1 tentang Prosedur Pemeriksaan Digital Forensic
b. SOP 2 tentang Komitmen Jam Kerja
c. SOP 3 tentang Pelaporan Hasil Pemeriksaan Digital Forensic.
d. SOP 4 tentang Penerimaan Barang Bukti eletronik.
e. SOP 5 tentang Penyerahan Barang Bukti Eletronik
f. SOP 6 tentang Triage Forensik
g. SOP 7 tentang Akuisisi Langsung Komputer
h. SOP 8 tentang Akuisisi Harddisk, Flasdisk dan Memory Car.
i. SOP 9 tentang Analisis Harddisk, Flasdisk dan Memory Car.
j. SOP 10 tentang Akuisisi handphone dan Simcard.
k. SOP 11 tentang Analsis handphone dan Simcard
l. SOP 12 tentang Analsis Audio Forensic

Sumber :
Al-Azhar, M.N. (2012) Digital Forensics Panduan Praktis Investigasi Komputer, Salemba Infotek, Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s